
Kota Batu, satukanindonesia.com – Kabar duka datang dari keluarga besar Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Republik Indonesia, dr. Benjamin Paulus Octavianus, Sp.P., FISR. Ibundanya, Henriene Octavianus-Mone, berpulang ke pangkuan Bapa di Surga pada Sabtu, 5 September 2026, pukul 02.30 WIB, dalam usia 98 tahun, di Kota Batu, Jawa Timur.
Kabar berpulangnya perempuan yang akrab disapa Ibu Octav tersebut diterima dari salah seorang keponakannya, Yusak Tamtama.
Kepergian almarhumah meninggalkan duka mendalam, bukan hanya bagi keluarga, tetapi juga bagi banyak orang yang mengenalnya sebagai sosok ibu yang setia mendampingi perjalanan panjang pelayanan suaminya, almarhum Pdt. Dr. Petrus Octavianus, D.D., Ph.D.
Ibu Henriene lahir di Atambua, Belu, Nusa Tenggara Timur, pada 26 Oktober 1927. Ia merupakan anak ketiga dari sembilan bersaudara, putri pasangan Mezach Mone dan Magdalena SinlaE. Ayahnya dikenal sebagai mantri hewan sekaligus tokoh pergerakan Timorsche Verbond di Atambua.
Delapan tahun pertama kehidupannya dilalui di Atambua. Setelah itu, masa kanak-kanak hingga mudanya dijalani di Kota Kupang. Ia menempuh pendidikan dasar di Schakel School, kemudian melanjutkan pendidikan di Inheemse MULO, sekolah yang ketika itu dikenal memiliki pembelajaran kuat dalam bidang aljabar dan aritmatika.
Perjumpaannya dengan Petrus Octavianus bermula dalam Pertemuan Muda-Mudi Gereja Masehi Injili di Timor di Airnona, Kupang, pada 31 Oktober 1947. Keduanya kemudian bertumbuh dalam hubungan yang berakar pada iman, doa, dan panggilan untuk melayani.
Setelah menjalani masa perkenalan dan pertunangan, Henriene Mone dan Petrus Octavianus menikah secara gerejawi di GMIT Airnona, Kupang, pada 12 Mei 1954. Beberapa hari kemudian, pasangan muda tersebut meninggalkan Kupang dan memulai perjalanan hidup bersama di Pulau Jawa.

Sejak awal pernikahan, Ibu Henriene bukan sekadar berdiri di samping suaminya. Ia menjadi teman seperjalanan, pendoa, penasihat, sekaligus penopang dalam masa-masa awal pelayanan yang penuh keterbatasan. Ketika suaminya melakukan perjalanan pelayanan ke berbagai daerah, ia mengambil tanggung jawab besar dalam mengasuh dan mendidik kedelapan anak mereka.
Dalam autobiografinya, Pdt. Dr. Petrus Octavianus mengenang istrinya sebagai perempuan yang mendidik anak-anak dengan disiplin, mendorong mereka untuk terus maju, serta menanamkan kehidupan yang takut akan Tuhan. Ia bahkan menyebut istrinya sebagai “My Professor”, sebuah ungkapan penghargaan atas perannya dalam membentuk kehidupan keluarga sekaligus menopang pelayanannya.
Setelah tahun 1973, Ibu Henriene semakin banyak mendampingi perjalanan pelayanan suaminya. Dalam berbagai keadaan, ia hadir sebagai mitra yang setia—menguatkan ketika suaminya menghadapi kesulitan, memberikan nasihat, dan menopang setiap langkah melalui doa.
Dari pernikahannya dengan Pdt. Dr. Petrus Octavianus, almarhumah dikaruniai delapan anak, enam menantu, sepuluh cucu, dan seorang buyut. Salah seorang putranya adalah dr. Benjamin Paulus Octavianus, Sp.P., FISR, yang saat ini mengemban amanah sebagai Wakil Menteri Kesehatan Republik Indonesia.
Delapan putra-putri almarhumah adalah Mary Victoria Octavianus; dr. Jermy F. Octavianus, Sp.OG(K); Pdt. Dr. Roland M. Octavianus, M.Th.; Pdt. Jacob Cornelius Octavianus, M.Div.; Grace R. Hutapea-Octavianus; dr. Benjamin Paulus Octavianus, Sp.P., FISR; Drs. Petri Ishak Octavianus, Ak.; dan Monica Octavianus.
Jenazah almarhumah disemayamkan di Sunny Home, Jalan Trunojoyo Nomor 5, Kota Batu, Jawa Timur. Informasi mengenai rangkaian ibadah dan acara pelepasan selanjutnya akan disampaikan oleh keluarga.
Kepergian Ibu Henriene Octavianus-Mone menutup perjalanan panjang seorang ibu yang hidup di balik pelayanan besar keluarganya. Dalam kesunyian rumah, melalui doa, pendidikan anak, dan kesetiaan mendampingi suami, ia meninggalkan warisan iman yang terus hidup dalam diri anak-anak, cucu, buyut, serta generasi yang pernah disentuh oleh perjalanan keluarganya. (Yosua)










