• Latest
  • Trending
  • All
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Internasional
  • Ragam Info
Komite III DPD RI Perkuat Pengawasan terhadap Kebijakan Nasional untuk wilayah Terpencil

Komite III DPD RI Perkuat Pengawasan terhadap Kebijakan Nasional untuk wilayah Terpencil

Oktober 9, 2026
Industri Data Center AI di Indonesia Butuh Banyak Air dan Listrik

Industri Data Center AI di Indonesia Butuh Banyak Air dan Listrik

Oktober 9, 2026
Dari Wartawan ke Dunia Politik hingga Dilantik jadi Anggota Wantimpres

Dari Wartawan ke Dunia Politik hingga Dilantik jadi Anggota Wantimpres

Oktober 9, 2026
ADVERTISEMENT
Pemkot Bekasi Dukung Kerja Sama Layanan Kesehatan, Warga Jabar Berobat di RS Jaringan Pemda Tanpa Khawatir Biaya.

Pemkot Bekasi Dukung Kerja Sama Layanan Kesehatan, Warga Jabar Berobat di RS Jaringan Pemda Tanpa Khawatir Biaya.

Oktober 9, 2026
Perlu Regulasi Khusus Lindungi Burung Cenderawasih

Perlu Regulasi Khusus Lindungi Burung Cenderawasih

Oktober 9, 2026
KPK dan Lemhannas Perkuat Integritas Antikorupsi bagi Calon Pemimpin Nasional

KPK dan Lemhannas Perkuat Integritas Antikorupsi bagi Calon Pemimpin Nasional

Oktober 9, 2026
Kontribusi Investasi Hilirisasi Tembus 35 persen, Serap 1,4 Juta Tenaga Kerja

Kontribusi Investasi Hilirisasi Tembus 35 persen, Serap 1,4 Juta Tenaga Kerja

Oktober 9, 2026
Perpres 27/2026 Beri Kepastian Kemitraan dan Pelindungan bagi Pengemudi Ojol

Perpres 27/2026 Beri Kepastian Kemitraan dan Pelindungan bagi Pengemudi Ojol

Oktober 9, 2026
Ketua DPRD Kota Batam Terima Silaturahmi Pengurus IJTI Kepri

Ketua DPRD Kota Batam Terima Silaturahmi Pengurus IJTI Kepri

Oktober 9, 2026
Bantah Isu Indonesia Gelap, Presiden Prabowo Tunjukkan Investasi IWIP 20 Miliar Dolar AS

Bantah Isu Indonesia Gelap, Presiden Prabowo Tunjukkan Investasi IWIP 20 Miliar Dolar AS

Oktober 8, 2026
Presiden Prabowo Komitmen Amankan Semua Investasi Asing di Indonesia

Presiden Prabowo Komitmen Amankan Semua Investasi Asing di Indonesia

Oktober 8, 2026
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro
Jumat, Oktober 9, 2026
  • Login
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home Politik

Komite III DPD RI Perkuat Pengawasan terhadap Kebijakan Nasional untuk wilayah Terpencil

(Politik)

Oktober 9, 2026
in Politik
0
0
SHARES
20
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp
ADVERTISEMENT
FOTO: Ketua Komite III DPD RI, Dr. Filep Wamafma bersama Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI, Prof. Dr. Abdul Mu’ti,//GRW-dok.dpdri

JAKARTA, satukanindonesia.com — Komite III DPD RI menegaskan komitmennya untuk memperkuat pengawasan terhadap penyelenggaraan pendidikan, kesehatan, ketenagakerjaan, perlindungan anak, serta kesejahteraan sosial.

Pengawasan tersebut dalam rangka memastikan kebijakan nasional menyentuh langsung kepada masyarakat, terutama kelompok rentan dan masyarakat di daerah tertinggal, terpencil, kepulauan, serta wilayah yang terdampak konflik.

Demikian hal ini ditegaskan Ketua Komite III DPD RI, Dr. Filep Wamafma dalam keterangannya, Jumat (09/10/2026).

Katanya, keberhasilan pembangunan nasional ditinjau dari efektivitas anggaran tersebut terhadap pelayanan publik yang berkualitas.

“Kebijakan nasional diwakili dalam bentuk pelayanan yang benar-benar dirasakan masyarakat, sampai pada wilayah terpencil. Pendidikan, kesehatan dan perlindungan sosial jadi kebutuhan dasar, utamanya kelompok rentan,”ujar Senator Filep.

Di sektor pendidikan, Filep menekankan, pihaknya terus mendorong perbaikan tata kelola pendidikan nasional, termasuk pembenahan kebijakan guru dan dosen, peningkatan kesejahteraan tenaga pendidik, pemerataan akses pendidikan, serta penguatan pendidikan di daerah 3T dan wilayah kepulauan.

“Jangan sampai anak di daerah kehilangan hak pendidikannya hanya karena persoalan kewenangan, data, konektivitas atau keterbatasan fiskal daerah,”tegasnya.

Menurutnya, Komite III DPD RI juga akan terus mengawal berbagai program bantuan pendidikan agar tepat sasaran, termasuk PIP dan KIP Kuliah, dengan tetap memperhatikan kondisi khusus daerah dan kelompok masyarakat yang membutuhkan.

Dalam sektor kesehatan, Filep mengungkapkan, pentingnya memastikan masyarakat memperoleh pelayanan kesehatan tanpa diskriminasi geografis maupun sosial ekonomi.

“Perubahan data sosial ekonomi tidak serta-merta menyebabkan masyarakat kehilangan manfaat jaminan kesehatan. Dalam konteks PBI-JKN, Komite III mencermati bahwa penghentian manfaat tidak dilakukan secara langsung, melainkan harus memperhatikan masa transisi sekitar 3–6 bulan agar masyarakat memiliki kesempatan melakukan klarifikasi dan pemutakhiran data,”urainya.

Oleh karena itu, sebut dia, pihaknya (komite III DPD) mendorong integrasi dan pemutakhiran data sosial ekonomi secara berkala dengan melibatkan pemerintah daerah hingga elemen masyarakat.

 

`PENTINGNYA PERLINDUNGAN TENAGA KERJA HINGGA MASYARAKAT PENGUNGSI’

Tak hanya itu, dia menambahkan, Komite III juga menempatkan persoalan ketenagakerjaan sebagai bagian penting dari perlindungan sosial.

Menurutnya, pengawasan perlu diarahkan pada kepastian hak pekerja, jaminan sosial, keselamatan kerja, upah, perlindungan tenaga kerja lokal, serta kepastian akses masyarakat daerah terhadap kesempatan kerja.

Dalam konteks pembangunan berbasis investasi, dia berpandangan bahwa investasi harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat setempat melalui penciptaan lapangan kerja, peningkatan keterampilan, dan perlindungan hak-hak pekerja.

Di wilayah konflik, perhatian khusus diperlukan terhadap persoalan kemanusiaan di Papua. Dalam berbagai pendalaman Pansus Papua, terdapat persoalan pengungsian masyarakat sipil, korban jiwa dan luka-luka, terganggunya aktivitas masyarakat, serta terganggunya pelayanan pendidikan dan kesehatan.

“Informasi mengenai sekitar 124.000 warga yang mengungsi di Papua Barat Daya dan Papua Tengah perlu diverifikasi dan disinkronkan antarinstansi agar pemerintah memiliki basis data yang akurat dalam penanganan pengungsi. Konflik juga berdampak terhadap pelayanan dasar. Penarikan atau evakuasi guru dan tenaga kesehatan dari wilayah rawan konflik berpotensi menyebabkan masyarakat kehilangan akses terhadap pendidikan dan pelayanan kesehatan,”ungkap Sekretaris MPR RI For Papua itu.

“Ketika guru meninggalkan wilayah konflik, anak-anak tidak sekolah, lalu tenaga kesehatan ditarik, masyarakat kehilangan pelayanan kesehatan. Karena itu, perlindungan masyarakat sipil harus berjalan bersamaan dengan pendekatan keamanan,” ujar Filep lagi.

Lebih lanjut, dia menilai penyelesaian konflik Papua harus memperhatikan tiga aspek secara bersamaan, yaitu keamanan, kemanusiaan dan pelayanan dasar. Setiap dugaan pelanggaran HAM terhadap masyarakat sipil juga perlu ditangani melalui mekanisme hukum dan investigasi yang objektif, transparan dan akuntabel.

“Komite III DPD RI akan terus menjalankan fungsi pengawasan, legislasi dan pemberian pertimbangan terhadap kebijakan nasional di bidang pendidikan, kesehatan, ketenagakerjaan, perlindungan anak dan kesejahteraan sosial. Kami menegaskan bahwa kebijakan nasional harus memberikan ruang yang lebih besar bagi daerah untuk menyampaikan kebutuhan dan karakteristik wilayahnya,”tandasnya. [ONE/GRW]

ADVERTISEMENT

Komentar Facebook

Tags: Dr. Filep Wamafmakebijakan nasionalKomite III DPD RIPengawasan
ShareTweetSend

Related Posts

DPD RI Desak Audit Ketenagakerjaan Sektor Migas di Papua Barat

DPD RI Desak Audit Ketenagakerjaan Sektor Migas di Papua Barat

Oktober 8, 2026
Kemendagri dan Kemensos Didesak Supervisi Program KPTDP dan Perlinsos di Daerah

Kemendagri dan Kemensos Didesak Supervisi Program KPTDP dan Perlinsos di Daerah

Oktober 7, 2026
Ketua Komite DPD RI Mendukung Perbaikan Pelayanan BPJS Kesehatan

Ketua Komite DPD RI Mendukung Perbaikan Pelayanan BPJS Kesehatan

Oktober 3, 2026

Ingatkan PI 10 Persen, Dr. Filep : BP Tangguh Perlu Beri Penjelasan secara Terbuka

Oktober 1, 2026

Jaga Hak Adat Terpenuhi, Dr. Filep Wamafma Usulkan Adanya Dinas Masyarakat Adat

September 28, 2026
Load More
ADVERTISEMENT
  • Tentang
  • Periklanan
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Redaksi
  • Karir

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?