
JAKARTA, satukanindonesia.com – Pemerintah menerapkan mekanisme baru dalam pengadaan energi. Impor minyak kini dilakukan dengan pendekatan antarpemerintah atau government to government (G2G), bukan lagi mengandalkan perusahaan perantara.
Mekanisme baru itu diatur dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 107 Tahun 2026 tentang Sistem Pengadaan Minyak Mentah (crude oil), Bahan Bakar Minyak (BBM), dan liquefied petroleum gas (LPG). Perpres ini diterbitkan, pada Senin, 26 Oktober 2026.
Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Republik Indonesia, Bahlil Lahadalia mengatakan, perubahan mekanisme tersebut menempatkan negara sebagai pihak yang berhadapan langsung dengan negara pemasok energi.
Dengan demikian, perusahaan-perusahaan perantara yang selama ini terlibat dalam rantai pengadaan tidak lagi menjadi bagian utama dalam proses negosiasi.
“Sekarang negara yang di depan. Jadi nggak ada lagi perusahaan-perusahaan cangkang yang 30 lebih itu, nggak ada lagi. Jadi sekarang pemerintah langsung melakukan lobi, deal dengan negara lain yang mempunyai sumber energi,”kata Bahlil dalam penyertaannya yang dikutip, di Jakarta, Minggu (01/11/2026).
Mekanisme baru tersebut, menurut Bahlil, bertujuan memangkas panjangnya prosedur pengadaan energi sekaligus membuka peluang kontrak jangka panjang.
Tak hanya itu, keterlibatan langsung Pemerintah diharapkan memperkuat hubungan bilateral Indonesia dengan negara-negara produsen energi.
Dicontohkannya, ketika Indonesia membutuhkan LPG dari Amerika Serikat (AS), Pemerintah dapat berkomunikasi langsung dengan pemerintah negara tersebut untuk membahas pengadaan.
“Saya yakinkan bahwa ini memangkas prosedur yang begitu panjang, kemudian kita bisa melakukan kontrak jangka panjang. Dan yang ketiga, ini menjadi alat komunikasi dalam konteks bilateral antara negara-negara,”katanya.
Meski demikian, Bahlil mengatakan, penerapan mekanisme baru tersebut masih dalam masa transisi. Pemerintah tengah membenahi sistem, agar pelaksanaan pengadaan energi melalui skema tersebut berjalan lebih baik.
“Lagi transisi sekarang. Kita lagi transisi untuk membenahi agar betul-betul kejadiannya itu lebih baik, ya,”pungkasnya. [ONE/GRW]













