
Jakarta, SatukanIndonesia.com – Diprediksi masih akan melanjutkan pelemahan, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini (13/11/2020) turun 0,92%, setelah turun 50.91 poin ke level 5.458,60 pada Kamis (12/11).
Lanjar Nafi Analis Reliance Sekuritas menjelaskan, secara teknikal IHSG membentuk pola below the stomach candlestick dengan potensi reversal jangka pendek kembali uji support 5.450-5.400. Menurut Lanjar, indikator stochastic membentuk pola dead-cross pada area overbought.
Indikator MACD bergerak divergence negatif. Sehingga secara teknikal, Lanjar melihat IHSG berpotensi masih tertekan di akhir pekan dengan rentang pergerakan 5.355 -5.500.
Saham-saham yang dapat dicermati secara teknikal diantaranya; AALI, HMSP, ICBP, KBLF, LPPF, MIKA, TBIG.
Saham-saham Sektor Keuangan dan Properti
IHSG pada Kamis (12/11/2020) ditutup turun 0,92% di level 5.458,60 dengan saham-saham sektor keuangan dan properti yang menjadi penekan pergerakan IHSG akhir sesi perdagangan. Sektor keuangan turun 2,13% dan properti turun 1,57%.
Saham-saham perbankan dan properti serta konstruksi mengalami aksi profit taking melemah lebih dari tiga persen pada perdagangan hari ini. Saham BBRI turun 4,13%, SMRA turun 4%, CTRA turun 3,35%, BMRI turun 3,14%.
Investor mengambil langkah aman menjelang akhir pekan setelah IHSG mengalami penguatan yang signifikan pada pekan ini. Investor asing melakukan aksi net buy sebesar Rp 256,26 miliar.
Pergerakan Bursa Asia dan Eropa
Bursa Asia bergerak bervariasi. Karena investor menilai situasi virus korona yang memburuk di banyak negara besar di seluruh dunia. Sedangkan indikator pasar saham terlihat terlalu overbought.
Sebagian besar saham Asia merosot setelah lonjakan nilai ekuitas global sekitar US$ 6 triliun sejauh ini pada November 2020 mengiringi saham berjangka AS dan Eropa yang tergelincir.
Bursa Eropa membuka perdagangan dengan terkoreksi cukup dalam mendekati sepersen. Ini karena kekhawatiran terhadap dampak lockdown di beberapa zona Eropa menjadi stigma negatif investor yang memutuskan melakukan aksi ambil untung. Apalagi setelah mengalami lonjakan ekuitas pasca pemilihan presiden AS dan perkembangan vaksin Covid-19.
Investor juga menanti hasil pertemuan Presiden Bank Sentral Eropa Christine Lagarde, Gubernur Andrew Bailey dan Ketua Federal Reserve Jerome Powell termasuk di antara pembicara pada Kamis di Forum ECB online bertajuk “Bank Sentral dalam Dunia yang Berubah.”
Para menteri keuangan dan gubernur bank sentral dari Kelompok G20 yang mengadakan pertemuan luar biasa hari Jumat untuk membahas tindakan yang lebih berani dalam membantu negara-negara miskin yang berjuang membayar utang mereka.
Rekomendasi Saham
Menurut Nafan, berdasarkan rasio fibonacci pergerakan IHSG hari ini akan bergerak di support maupun resistance pada kisaran 5.381,95 hingga 5.529,96.
Adapun sejumlah rekomendasi saham yang dapat menjadi pertimbangan investor, antara lain sebagai berikut.
1. BRI Agroniaga (AGRO).
Pergerakan harga saham AGRO telah menguji garis MA 20 sehingga peluang terjadinya penguatan minimal menuju ke level resistance pertama masih terbuka lebar. Akumulasi beli saham AGRO pada area level Rp 386 – Rp 392, dengan target harga secara bertahap di level Rp 414, Rp 478 dan Rp 540. Support ada di Rp 386 dan Rp 365. Saham AGRO ditutup di Rp 392. (RoE: 0.80%; PER: 247.50x; EPS: 1.60; PBV: 1.98x; Beta: 2.56).
2. BPD Jawa Barat (BJBR).
Terlihat pola bearish spinning top candle yang mengindikasikan adanya potensi aksi profit taking pada pergerakan harga saham BJBR. Sell on strength saham BJBR pada area level Rp 1.290 – Rp 1.335, dengan target harga di level Rp 1.175. Resistance ada di Rp 1.350. Saham BJBR ditutup di Rp 1.290. (RoE: 13.96%; PER: 7.82x; EPS: 164.99; PBV: 1.10x; Beta: 1.89).
3. Charoen Pokphand Indonesia (CPIN).
Terlihat beberapa pola hanging man candle yang mengindikasikan adanya potensi aksi profit taking pada pergerakan harga saham CPIN. Sell on strength saham CPIN pada area level Rp 6.775 – Rp 6.900, dengan target harga secara bertahap di level Rp 6.550 dan Rp 6.350. Resistance ada di Rp 6.900 dan Rp 7.300. Saham CPIN ditutup di Rp 6.775. (RoE: 13.46%; PER: 36.13x; EPS: 185.45; PBV: 4.86x; Beta: 0.89).
4. Gudang Garam (GGRM).
Pergerakan harga saham GGRM telah menguji beberapa garis MA 10 maupun MA 20 sehingga peluang terjadinya penguatan minimal menuju ke level resistance pertama masih terbuka lebar. Akumulasi beli saham GGRM pada area Rp 41.000 – Rp 41.475, dengan target harga secara bertahap di level Rp 42.375, Rp 43.300, Rp 47.200 dan Rp 66.125. Support ada di Rp 41.075 dan Rp 39.400. Saham GGRM ditutup di Rp 41.475. (RoE: 13.98%; PER: 10.47x; EPS: 3962.96; PBV: 1.38x; Beta: 1.13).
5. Medikaloka Hermina (HEAL).
Terlihat beberapa pola hanging man candle yang mengindikasikan adanya potensi aksi profit taking pada pergerakan harga saham HEAL. Sell on strength pada area level Rp 3.450 – Rp 3.700, dengan target harga di level Rp 3.280. Resistance ada di Rp 3.800. Saham HEAL ditutup di Rp 3.450. (RoE: 10.98%; PER: 29.67x; EPS: 116.29; PBV: 3.23x; Beta: N/A).
6. Kalbe Farma (KLBF).
Pergerakan harga KLBF masih bertahan di atas garis bawah dari bollinger dan terlihat pola bullish harami candlestick pattern yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. Akumulasi beli saham KLBF pada area level Rp 1.475 – Rp 1.485, dengan target harga secara bertahap di level Rp 1.535, Rp 1.595 dan Rp 1.850. Support ada di Rp 1.460 dan Rp 1.340. Saham KLBF ditutup di Rp 1.485. (RoE: 14.68%; PER: 26.02x; EPS: 57.64; PBV: 3.82x; Beta: 0.9).
7. Krakatau Steel (KRAS).
Terlihat pola shooting star candle yang mengindikasikan adanya potensi aksi profit taking pada pergerakan harga saham KRAS. Partial sell saham KRAS pada area level Rp 400 – Rp 420, dengan target harga di level Rp 378. Resistance ada di Rp 438. Saham KRAS ditutup di Rp 400. (RoE: 1.97%; PER: 57.80x; EPS: 6.92; PBV: 1.14x; Beta: 2.14).
8. Surya Semesta Internusa (SSIA).
Terlihat pola tweezer top candlestick pattern yang mengindikasikan adanya potensi aksi profit taking pada pergerakan harga saham SSIA. Sell on strength saham SSIA pada area level Rp 545 – Rp 555, dengan target harga di level Rp 525. Resistance ada di Rp 575. Saham SSIA ditutup di Rp 545. (RoE: -6.34%; PER: -9.71x; EPS: -56.13; PBV: 0.62x; Beta: 0.97). (*)













