• Latest
  • Trending
  • All
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Internasional
  • Ragam Info

Ketentuan dan Syarat Sekolah Boleh Belajar Tatap Muka Januari

November 20, 2020
Koordinator APPTHI Komitmen Tingkatkan Mutu Pendidikan Hukum di Wilayah Timur

Koordinator APPTHI Komitmen Tingkatkan Mutu Pendidikan Hukum di Wilayah Timur

Oktober 14, 2026
8 Fraksi DPRD Batam Dukung Pembahasan Revisi Perda Ketertiban Umum

8 Fraksi DPRD Batam Dukung Pembahasan Revisi Perda Ketertiban Umum

Oktober 14, 2026
ADVERTISEMENT
PBJS Jabodetabek Gelar Pesta Parolopolopon Tahun 2026, Prof. Pantas Silaban : Silaban Masihol Dihasadaon

PBJS Jabodetabek Gelar Pesta Parolopolopon Tahun 2026, Prof. Pantas Silaban : Silaban Masihol Dihasadaon

Oktober 14, 2026
Biarkan PBB berkunjung ke Papua Barat, Indonesia Tidak Perlu Takut

Biarkan PBB berkunjung ke Papua Barat, Indonesia Tidak Perlu Takut

Oktober 14, 2026
Gagalkan Peredaran Narkotika, TNI AL Amankan Ribuan  Cartridge Liquid Vape Terindikasi Kokain Liquid di Lampung

Gagalkan Peredaran Narkotika, TNI AL Amankan Ribuan  Cartridge Liquid Vape Terindikasi Kokain Liquid di Lampung

Oktober 14, 2026
Pererat Persahabatan di Fiji, Satgas Port Visit 2026 Hadirkan Bakti Sosial Lintas Komunitas

Pererat Persahabatan di Fiji, Satgas Port Visit 2026 Hadirkan Bakti Sosial Lintas Komunitas

Oktober 14, 2026
Perkuat Pertahanan, TNI dan ADF Latihan Gabungan di Banyuwangi

Perkuat Pertahanan, TNI dan ADF Latihan Gabungan di Banyuwangi

Oktober 14, 2026
Menperin Dorong Industri Nasional Manfaatkan Wajib Halal 2026 untuk Tingkatkan Daya Saing Produk hingga Pasar Global

Menperin Dorong Industri Nasional Manfaatkan Wajib Halal 2026 untuk Tingkatkan Daya Saing Produk hingga Pasar Global

Oktober 14, 2026
Kabut Asap Karhutla Meluas, DPR Minta Layanan Kesehatan di Wilayah Terdampak Disiagakan

Kabut Asap Karhutla Meluas, DPR Minta Layanan Kesehatan di Wilayah Terdampak Disiagakan

Oktober 14, 2026
KPK OTT BNPB,  Tangkap Sestama Rustian dan Sita Uang-Emas Rp1,4 Miliar

KPK OTT BNPB,  Tangkap Sestama Rustian dan Sita Uang-Emas Rp1,4 Miliar

Oktober 14, 2026
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro
Kamis, Oktober 15, 2026
  • Login
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home Nasional

Ketentuan dan Syarat Sekolah Boleh Belajar Tatap Muka Januari

[Nasional]

November 20, 2020
in Nasional
0
0
SHARES
60
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp
ADVERTISEMENT
Nadiem Makarim

Jakarta, SatukanIndonesia.com –  Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim menegaskan pemerintah daerah harus memperhatikan syarat dan ketentuan jika ingin membuka sekolah pada Januari 2021. Nadiem mengizinkan sekolah di semua zona risiko covid-19 untuk menggelar tatap muka.

Menurut Nadiem, ketentuan utama yakni soal risiko penyebaran covid-19 di daerah di mana sekolah berada. Pemda juga harus memastikan kesiapan fasilitas layanan kesehatan di sekitar sekolah.

Nadiem mengatakan Pemda juga mesti memperhatikan akses terhadap pembelajaran di rumah. Bagi siswa yang memang kesulitan melakukan pembelajaran jarak jauh seperti di desa-desa patut dipertimbangkan untuk tatap muka.

Selain itu pemda harus mempertimbangkan kondisi psikososial siswa, baik jika belajar di sekolah atau di rumah. Lalu jika ada siswa yang orang tuanya tidak bisa mendampingi anak belajar di rumah karena bekerja.

Selanjutnya ketersediaan transportasi yang aman dari dan ke sekolah. Lokasi tempat tinggal setiap warga sekolah. Serta mobilitas antar wilayah dan kondisi geografis di daerah tersebut.

Juga tak lupa, kesiapan satuan pendidikan dalam melaksanakan pembelajaran tatap muka sesuai daftar periksa yang ditetapkan pemerintah pusat.

Sementara untuk syarat belajar tatap muka, sekolah harus memenuhi enam daftar periksa. Yang pertama ketersediaan sarana sanitasi dan kebersihan, akses fasilitas pelayanan kesehatan, dan kesiapan menerapkan wajib memakai masker.

Sekolah juga harus memiliki alat pengukur suhu, mendapat persetujuan komite sekolah untuk belajar tatap muka, dan melakukan pemetaan warga sekolah.

Pemetaan ini bermaksud mengetahui siswa atau guru yang memiliki penyakit komorbid, tidak punya akses transportasi yang aman, maupun memiliki riwayat perjalanan yang berisiko.

“Pas tatap muka dilakukan protokol bukan seperti masuk sekolah normal. Ini poin terpenting dan banyak mispersepsi, kalau tatap muka seperti sekolah biasa. Ini tidak benar,” kata Nadiem dalam konferensi pers daring dikutip dari akun Youtube Kemendikbud RI, Jumat (20/10/2020).

Selain keadaan wabah di tiap daerah, ia menegaskan pemda juga harus memastikan kesiapan fasilitas layanan kesehatan di sekitar sekolah.

Ia menekankan setiap kelas yang melakukan pembelajaran tatap muka harus melakukan rotasi siswa atau sistem shifting. Ini untuk memastikan jaga jarak diberlakukan.

Untuk jenjang pendidikan anak usia dini dan sekolah luar biasa, maksimal hanya boleh ada lima anak per kelas. Kemudian 18 anak per kelas untuk jenjang pendidikan dasar dan menengah.

“Kita pastikan [siswa dan guru] dengan kondisi medis komorbid tidak boleh ke sekolah karena risiko kena covid jauh lebih tinggi. Poin penting juga tidak diperkenankan kegiatan yang berkerumun,” tambahnya.

Menurut catatan Kemendikbud, sejauh ini hanya ada 13 persen dari 151.696 sekolah yang sudah melakukan pembelajaran tatap muka.

Jika dilihat berdasarkan zona, 75 persen sekolah sudah buka di zona hijau, 20 persen di zona kuning, 12 persen di zona oranye dan 8 persen di zona merah.

Sedangkan dari 532 ribu sekolah yang tercatat di Data Pokok Pendidikan, baru 42,48 persen sekolah yang sudah melaporkan keadaan dan kesiapan di lapangan terkait penerapan protokol kesehatan.

Sebelum kebijakan ini, Nadiem hanya mengizinkan pembukaan sekolah di zona kuning dan hijau. Namun ia mengatakan hal tersebut tidak efektif karena kondisi risiko wabah yang beragam di setiap kelurahan, kecamatan dan desa.

ADVERTISEMENT

Komentar Facebook

Tags: Covid-19Nadiem MakarimSekolah
ShareTweetSend

Related Posts

Pemkot Bekasi Resmi Terapkan PJJ Sekolah, Antisipasi Sebaran Abu Vulkanik

Pemkot Bekasi Resmi Terapkan PJJ Sekolah, Antisipasi Sebaran Abu Vulkanik

September 9, 2026
Kasus Korupsi Laptop Chromebook Seret Nadiem, Pengamat Nilai Kerusakan Sistem Pendidikan Era Jokowi

Kasus Korupsi Laptop Chromebook Seret Nadiem, Pengamat Nilai Kerusakan Sistem Pendidikan Era Jokowi

Mei 17, 2026
PN Jaksel Tolak Praperadilan Nadiem, Kasus Dugaan Korupsi Laptop Berlanjut

PN Jaksel Tolak Praperadilan Nadiem, Kasus Dugaan Korupsi Laptop Berlanjut

Oktober 14, 2025

6 Saksi Diperiksa Kejagung Terkait Korupsi Chromebook, Termasuk Eks Sekretaris Nadiem

September 16, 2025

Hotman Paris Sebut Kasus Korupsi Laptop Sama Seperti Tom Lembong, Nadiem Tidak Pernah Terima Satu Sen Pun

September 5, 2025
Load More
ADVERTISEMENT
  • Tentang
  • Periklanan
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Redaksi
  • Karir

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?