
Jakarta, SatukanIndonesia.com – Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy memastikan bantuan sembako untuk masyarakat di Jabodetabek akan diubah menjadi bantuan langsung tunai (BLT).
Penyaluran BLT itu, kata dia, nantinya akan melibatkan pegawai PT Pos Indonesia. Para penerima BLT, kata dia, tidak lagi datang ke kantor Pos untuk menghindari kerumunan.
“Jadi tidak perlu datang ke kantor pos. Kalau datang ke kantor pos nanti kita khawatir timbul kerumunan. Karena itu nanti akan diantar ke masing-masing alamat,” ujarnya dalam konferensi pers yang ditayangkan di channel YouTube Sekretariat Presiden, Selasa (29/12/2020).
Muhadjir menjelaskan, bantuan yang akan diberikan akan diatur ketat. Uang tunai yang didapat penerima hanya untuk memenuhi kebutuhan pangan dan kebutuhan penting lainnya.
“Misalnya untuk memenuhi kebutuhan pangan dan yang penting lagi bapak Presiden tadi sudah wanti-wanti untuk tidak digunakan membeli rokok. Sekali lagi bantuan ini tidak boleh digunakan sama sekali untuk membeli rokok,” katanya.
Dia mengatakan, program bantuan itu mulai digulirkan awal Januari. Sehingga pada Februari, bantuan itu sudah bisa dimanfaatkan penerima. Baik yang disalurkan melalui PT Pos Indonesia, maupun melalui bank Himbara yang ditunjuk pemerintah.
“Saya minta kepada seluruh Bank Himbara untuk mematuhi kesepakatan bahwa ketika dana sudah masuk ke rekening mereka harus segera diminta untuk diambil tidak boleh ditahan,” katanya.
Peringatannya itu, kata dia, disebabkan pentingnya bantuan itu untuk memperkuat daya beli masyarakat. Selain itu, bantuan itu juga untuk mendorong perputaran uang di masyarakat.
“Karena ini adalah digunakan untuk memperkuat daya beli, meningkatkan konsumsi rumah tangga agar mereka bisa betul-betul terhindar dr dampak buruk dari Covid-19 ini sekaligus mempercepat pemulihan ekonomi,” ujarnya. (*)













