• Latest
  • Trending
  • All
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Internasional
  • Ragam Info
KPK Keberatan Soal Revisi KUHP, Presiden: Tetap Harus Perkuat KPK

Paham Radikal Marak Di Kampus, Presiden Ajak Berbagai Pihak Untuk Deradikalisasi

November 11, 2018
Presiden FIFA Temui Prabowo Republik Indonesia di Istana

Presiden FIFA Temui Prabowo Republik Indonesia di Istana

Oktober 6, 2026
Prediksi BMKG: Awan Tebal Selimuti Sebagian Besar Jakarta, Hujan Ringan Turun Sore Hari

Prediksi BMKG: Awan Tebal Selimuti Sebagian Besar Jakarta, Hujan Ringan Turun Sore Hari

Oktober 6, 2026
ADVERTISEMENT
Presiden FIFA Puji Indonesia sebagai Tuan Rumah FIFA ASEAN Cup 2026

Presiden FIFA Puji Indonesia sebagai Tuan Rumah FIFA ASEAN Cup 2026

Oktober 6, 2026
Menkop Ferry Gandeng KMDT Siap Jadikan Ekosistem Koperasi Danau Toba Percontohan Nasional

Menkop Ferry Gandeng KMDT Siap Jadikan Ekosistem Koperasi Danau Toba Percontohan Nasional

Oktober 6, 2026
Tujuh Tokoh Tentara Nasional Indonesia Dianugerahkan Bintang Mahaputra

Tujuh Tokoh Tentara Nasional Indonesia Dianugerahkan Bintang Mahaputra

Oktober 5, 2026
Menko PM Dorong Perumahan Jadi Ekosistem Ekonomi bagi UMKM

Menko PM Dorong Perumahan Jadi Ekosistem Ekonomi bagi UMKM

Oktober 5, 2026
Presiden Prabowo Resmikan 204 Satuan Baru TNI, Termasuk Enam Kodam

Presiden Prabowo Resmikan 204 Satuan Baru TNI, Termasuk Enam Kodam

Oktober 5, 2026
Tutup Asian Games dengan Rekor dan Sejarah, CdM Apresiasi Tim Indonesia

Tutup Asian Games dengan Rekor dan Sejarah, CdM Apresiasi Tim Indonesia

Oktober 5, 2026
88 Unit Bangunan Akan Ditertibkan di Kelurahan Pejuang Kota Bekasi

88 Unit Bangunan Akan Ditertibkan di Kelurahan Pejuang Kota Bekasi

Oktober 5, 2026
Anggota DPR Dorong Penguatan UMKM Jadi Capaian Positif Pemerintahan Prabowo-Gibran

Anggota DPR Dorong Penguatan UMKM Jadi Capaian Positif Pemerintahan Prabowo-Gibran

Oktober 5, 2026
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro
Selasa, Oktober 6, 2026
  • Login
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home Nasional

Paham Radikal Marak Di Kampus, Presiden Ajak Berbagai Pihak Untuk Deradikalisasi

[Nasional]

November 11, 2018
in Nasional
0
0
SHARES
90
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp
ADVERTISEMENT

Jakarta, SatukanIndonesia.com – Presiden Joko Widodo menyadari radikalisme di Indonesia mulai mengkhawatirkan karena mulai digiatkan di area universitas. Menurutnya, pemerintah akan melibatkan banyak pihak demi melakukan deradikalisasi.

“Memang kalau melihat data yang terpapar itu angkanya sudah sangat mengkhawatirkan. Ini yang terus akan kita kerjakan dan proses pencegahan adalah yang lebih baik daripada kita menyelesaikan kalau sudah terjadi,” kata Jokowi melalui keterangan resmi, Kamis (07/06/2018).

Hal itu disampaikan menyikapi penangkapan MNZ, terduga teroris di Universitas Riau (UNRI) beberapa waktu lalu. MNZ merupakan alumni UNRI 10 tahun lalu yang menggunakan laboratorium kampus untuk membuat bom.

Jokowi menyatakan radikalisme bukan ajaran yang tiba-tiba masuk ke masyarakat. Proses itu berlangsung lama dan panjang hingga akhirnya mempengaruhi pikiran masyarakat.

Oleh sebab itu, deradikalisasi tidak hanya dilakukan aparat Polri, TNI, dan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme. Sejumlah kelompok keagamaan akan dilibatkan karena bersentuhan langsung dengan rakyat.

“Yang paling penting adalah Majelis Ulama Indonesia (MUI), Nadhlatul Ulama, dan Muhammadiyah ikut berperan bersama,” tutur mantan Wali Kota Solo ini.

Selain itu, Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi disebut sedang mengkaji perlu atau tidaknya regulasi baru terkait pecegahan radikalisme di perguruan tinggi.

Namun, Jokowi memastikan apapun hasil kajiannya tidak akan mengganggu atau menghalangi kebebasan akademik.

“Tidak ada hubungannya antara kebebasan akademik, berserikat, dengan proses pencegahan radikalisme. Ini proses dalam rangka eksistensi negara, bukan yang lain,” Jokowi menegaskan. (*)

ADVERTISEMENT

Komentar Facebook

Tags: DeradikalisasiJoko WidodoNasionalPaham Radikal di KampusSatukan Indonesia
ShareTweetSend

Related Posts

Golkar Nilai Jokowi Dukung Prabowo-Gibran Dua Periode Patahkan Isu Dua Matahari

Golkar Nilai Jokowi Dukung Prabowo-Gibran Dua Periode Patahkan Isu Dua Matahari

Juni 21, 2026
Jokowi: Prabowo-Gibran Satu Paket, Tak Bisa Dimakzulkan Sembarangan

Jokowi: Prabowo-Gibran Satu Paket, Tak Bisa Dimakzulkan Sembarangan

Juni 7, 2025
Namanya Masuk Daftar Calon Ketum PPP, Jokowi: Saya di PSI Saja

Namanya Masuk Daftar Calon Ketum PPP, Jokowi: Saya di PSI Saja

Juni 6, 2025

Bareskrim Polri Pastikan Ijazah Jokowi Asli, Penyelidikan Dihentikan

Mei 23, 2025

Presiden Ke-7 Klarifikasi Ijazah Palsu di Bareskrim Polri

Mei 20, 2025
Load More
ADVERTISEMENT
  • Tentang
  • Periklanan
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Redaksi
  • Karir

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?