
Jakarta, SatukanIndonesia. Com – Mantan Duta Besar Republik Indonesia untuk Philipina periode 2006 – 2010 tutup usia pada hari Minggu, 10/6/2018 di Rumahnya bertempat di Jln. Bangka Dalam VII Nomor 60 Jakarta Selatan.
Nama Prof. Irzan Tandjung, Ph.D., merupakan nama yang populer di dunia kampus Universitas Indonesia, birokrat utamanya dalam kancah perpolitikan nasional sejak awal tahun 2000-an.
Ketokohan Irzan Tandjung dalam kacah politik nasional mulai meroket sejak dirinya dipercaya menjadi Sekretaris Jenderal Partai Demokrat sejak awal mendampingi Ketua Umumnya yang pertama yaitu Prof. Budi Santoso untuk menghantarkan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sebagai Presiden Republik Indonesia periode pertama pada Pemilu 2004 -2009.
Alm. Irzan Tandjung termasuk pelaku sejarah penting di Partai Demokrat karena dirinya termasuk pendiri Partai belambang Mercy tersebut, sehingga namanya sangat populer dikalangan politisi khususnya Partai Demokrat.
Pilihan Irzan Tandjung untuk ikut membesut Partai Demokrat walau tercatat sebagai aparatur sipil negara yang telah meniti kariernya dari bawah hingga menempati posisi penting sebagai pejabat tinggi pada Kementerian Keuangan dan Kementerian Ekonomi dan Keuangan, tidaklah sia-sia, pasalnya Ia berhasil mendapat dukungan dari masyarakat pada Pemilu 2004 untuk menghantarkannya sebagai Anggota DPR RI Periode 2004 – 2009 untuk Fraksi Partai Demokrat.
Masa jabatan Anggota DPR periode 2004 – 2009 tidaklah paripurna ia lalui karena tahun 2006 harus mendapat tugas negara dari Presiden SBY sebagai Duta Besar Republik Indonesia untuk Philipina sebagai penghargaan atas upaya dan jerih lelahnya membangun Partai Demokrat sebagai partai unggulan pada Pemilu tahun 2004.
Professor yang pada Pemilu 2004 lalu yang namanya sempat dinominasikan masuk sebagai Anggota Kabinet itu, namun pada akhirnya mentok hanya Dubes sebagai kompensasi, wafat dirumahnya sendiri akibat sakit tua dalam usia 81 tahun.
“Bapak meninggal karena sudah tua. Sudah hampir dua bulan bapak susah makan,” kata Edwin Tandjung Putra Alm. Prof. Irzan Tandjung kepada SatukanIndonesia.com saat ditemui di rumah duka, Senin, 11/6/2018.
Menurut Edwin, pemakaman dijadwalkan pada hari Rabu, 13/6/2018 bertempat di Taman Pemakaman Sandiego Hills, Karawang, Jawa Barat.
Pemakaman terhadap Profesor yang pernah mengecap pendidikan di Amerika Serikat itu akan dilakukan setelah terlebih dahulu dilakukan prosesi Adat Batak Toba di lingkungan rumahnya sendiri di Jln. Bangka Dalam VII Nomor 60 di daerah Kemang Jakarta Selatan itu pada hari Selasa, 12/6/2018.
Prof. Irzan Tanjung yang mendapat gelar professor emeritus itu meninggalkan satu orang istri bernama Juliana Carolina Br. Siregar dan empat orang anak terdiri dari 1 orang laki-laki dan 3 orang anak perempuan

Seorang keluarga Irzan Tandjung yang datang melayat di rumah duka yang tidak bersedia menyebutkan namanya merasa bangga dan kagum dengan prestasi Prof. Irzan Tandjung atas jabatan karier dipemerintahan dan dipolitik, namun dari prespektif hidup sebagai Orang Batak, ada hal yang menjadi pergumulan keluarga.
“Tiga pilar kehidupan yang menjadi motto dan semangat atau sprit hidup orang batak dan tentunya prinsip itu sangat manusia dan juga diilhami oleh masyarakat lain dalam hidupnya, yaitu: hagabeon artinya beranak-cucu dari anak laki-laki dan perempuan, hasangapon yaitu keberhasilan dalam karier dan pangkat yang terhormat, dan hamoraon yaitu keberhasilan mendapatkan harta kekayaan. Kalau yang kedua dan yang ketiga sudah diperoleh Alm. Prof. Irzan Tandjung ini, namun yang yang pertama yaitu beranak-cucu dari anak laki-laki dan perempuan, itu yang belum ada, sehingga perlu senantiasa berdoa dan berserah pada Tuhan,” ungkapnya dengan penuh rasa sedih dan duka hati mendalam. (Redaksi/SatukanIndonesia.com).












