
Jakarta, SatukanIndonesia.com – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan kembali akan memperpanjang pelaksanaan PPKM mikro hingga 28 Juni 2021.
Hal ini dilakukan sebagai salah satu upaya untuk menekan penularan virus corona di DKI Jakarta yang terus meningkat.
Anies mengingatkan semua warga, saat ini Jakarta tengah dalam kondisi tak baik soal penularan corona. Bila, tak bisa disiplin dan berimbas pada kenaikan corona, rem darurat akan ditarik dan dampaknya jelas pada perekonomian.
“Ibu Kota kini dalam kondisi yang memerlukan perhatian ekstra. Bila kondisi sekarang tak terkendali, kita akan masuk fase genting, dan jika fase itu terjadi, maka kita harus ambil langkah drastis seperti yang pernah dialami bulan September dan Februari tahun lalu,” ujar Anies dikutip dari PPID, Selasa (15/6/2021).
“Kita inginkan peristiwa itu tak berulang. Untuk itu, maka dua unsur harus kerja bersama. Unsur rakyat warga dengan pemerintah dan penegak hukum, harus kolaborasi, masyarakat menjalankan 3M dan kita (di Pemerintahan) semua laksanakan 3T.” Kata Anies.
Dengan kondisi saat ini, peran warga baik yang ada di rumah hingga para pengusaha di semua bidang sangat penting. Mereka dapat mengambil peran pencegahan corona dengan taat prokes hingga aturan selama PPKM Mikro.
Misalnya semua perkantoran harus evaluasi, bila kegiatan sudah lebih 50 persen pekerja, kembalikan 50 persen. Semua fasilitas hiburan, seperti tempat-tempat berkumpul, restoran, rumah makan, kafe, ikuti ketentuan 50 persen. Begitu juga jam operasi harus ditaati, pukul 21.00 WIB harus tutup.
“Jadi, ini adalah peringatan pada kita semua, mari kita waspada, mari kita kembali lebih disiplin. Saya ingin ingatkan semua, kita masih dalam pandemi, usahakan di rumah,” tutur Anies.
“Dan pada semua masyarakat, bila tak harus bepergian, jangan tinggalkan rumah. Tinggal di rumah, kecuali harus pergi karena kebutuhan dasar dan mendesak.” Lanjutnya.
Dia berharap dengan pendisiplinan beberapa hari ke depan dapat membuat situasi di Jakarta lebih terkendali dan kegentingan yang dikhawatirkan, tidak terjadi.
Corona di Jakarta Kini
Kekhawatiran Anies memang bukan tanpa alasan. Saat ini, kasus aktif corona di Jakarta sudah 19 ribu lebih, naik 9.000 orang dalam 2 pekan.
Angka ini masih bisa terus naik karena penambahan kasus harian mencapai 2.000 lebih dalam sehari.
Yang tak kalah mengkhawatirkan, keterisian tempat tidur di 106 rumah sakit rujukan corona di Jakarta sudah mencapai 78% untuk isolasi dan 71% untuk ICU.
Angka ini tentu sangat mengkhawatirkan karena batas aman BOR tinggi sesuai standar WHO, yakni 80%. (FA/SI).













