• Latest
  • Trending
  • All
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Internasional
  • Ragam Info
1 Keluarga Ditemukan Tewas di Pondok Melati Bekasi

1 Keluarga Ditemukan Tewas di Pondok Melati Bekasi

Februari 13, 2019
DPRD Kota Batam Gelar Paripurna, Dengarkan Jawaban Wali Kota atas Pemandangan Fraksi terhadap Perubahan APBD 2026

DPRD Kota Batam Gelar Paripurna, Dengarkan Jawaban Wali Kota atas Pemandangan Fraksi terhadap Perubahan APBD 2026

September 3, 2026
Komisi IV DPR Setujui Pagu Anggaran Kemenhut 2027 dan Apresiasi Pemadaman Karhutla

Komisi IV DPR Setujui Pagu Anggaran Kemenhut 2027 dan Apresiasi Pemadaman Karhutla

September 2, 2026
ADVERTISEMENT
Sekda Kota Bekasi, Junaedi Buka Pelatihan Kota HAM, Dorong Tata Kelola Pemerintahan yang Responsif dan Inklusif

Sekda Kota Bekasi, Junaedi Buka Pelatihan Kota HAM, Dorong Tata Kelola Pemerintahan yang Responsif dan Inklusif

September 2, 2026
Puluhan Selongsong Peluru Ditemukan di Lokasi Penembakan Warga Sipil di Maybrat

Puluhan Selongsong Peluru Ditemukan di Lokasi Penembakan Warga Sipil di Maybrat

September 2, 2026
Freeport Indonesia Salurkan Bantuan Rp2,5 Miliar untuk Korban Gempa NTT

Freeport Indonesia Salurkan Bantuan Rp2,5 Miliar untuk Korban Gempa NTT

September 2, 2026
Bentuk Generasi Muda Bervisi Maritim, Tangguh, dan Siap Hadapi Era Disrupsi  TNI AL Gelar Apel Saka Bahari 2026

Bentuk Generasi Muda Bervisi Maritim, Tangguh, dan Siap Hadapi Era Disrupsi  TNI AL Gelar Apel Saka Bahari 2026

September 2, 2026
GKI di Tanah Papua Harus Tetap Berdiri Diatas Sejarah

GKI di Tanah Papua Harus Tetap Berdiri Diatas Sejarah

September 2, 2026
Dorong Pertumbuhan Ekonomi, BP Batam dan Pemko Batam Genjot Penataan Infrastruktur dan Ruang Kota

Dorong Pertumbuhan Ekonomi, BP Batam dan Pemko Batam Genjot Penataan Infrastruktur dan Ruang Kota

September 2, 2026
Eri Palgunadi Raih Penghargaan Best Chief Marketing Officer (CMO) Award 2026

Eri Palgunadi Raih Penghargaan Best Chief Marketing Officer (CMO) Award 2026

September 2, 2026
Menuju 2029, PROJO Didorong Bertransformasi Jadi Partai : DPD Kepri Bicara Soal Masa Depan

Menuju 2029, PROJO Didorong Bertransformasi Jadi Partai : DPD Kepri Bicara Soal Masa Depan

September 2, 2026
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro
Kamis, September 3, 2026
  • Login
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home Hukum

1 Keluarga Ditemukan Tewas di Pondok Melati Bekasi

[Hukum]

Februari 13, 2019
in Hukum
0
0
SHARES
159
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp
ADVERTISEMENT
Diperum Gaban Nainggolan beserta Istri dan dan 2 anak ditemukan tewas dirumahnya di Jl. Bojong Nangka 2 RT02 RW 07 Kelurahan Jatirahayu, Kecamatan Pondok Melati, Kota Bekasi sekira pukul 06.30 WIB pagi. (foto: Dok. Istimewa)

Bekasi, SatukanIndonesia.com – Warga kawasan Pondok Melati Bekasi dibuat geger dengan peristiwa tragis kasus pembunuhan yang menimpa 1 keluarga pada Selasa (13/11/18).

Kasus pembunuhan satu keluarga ini menimpa keluarga Diperum Gaban Nainggolan (38), istri Maya Boru Ambarita (37), serta kedua anaknya Sarah Boru Nainggolan (9) dan Arya Nainggolan (7). Keempat korban tewas dengan cara yang mengenaskan, tanpa ada yang mengetahui kejadian tragis tersebut.

Diperum Nainggolan beserta Istri dan dan 2 anak ditemukan tewas dirumahnya di Jl. Bojong Nangka 2 RT02 RW 07 Kelurahan Jatirahayu, Kecamatan Pondok Melati, Kota Bekasi sekira pukul 06.30 WIB pagi.

Korban ditemukan pertama kali oleh tetangganya yang bernama Feby Lofa yang merasa curiga dengan kondisi rumah korban sejak pukul 03.30 WIB pagi. Feby melihat hal yang tidak seperti biasanya seperti gerbang rumah yang masih terbuka dan televisi yang masih menyala.

Melihat kondisi tersebut Feby mencoba memanggil korban dari luar rumah dan menelepon via telepon selularnya, namun tidak ada respon.

“Saya sempat lihat gerbangnya kebuka, saya panggil tidak nyaut, padahal TV nyala. Kira saya tidur kali. Ya sudah saya pulang ke kontrakan,” jelasnya dilansir dari TibunNews.

Pada pagi hari, Feby curiga korban yang biasa bekerja tetapi belum juga berangkat kerja. Ia penasaran dan membuka jendelanya.

“Biasanya korban ini (Diperum) kan kerja suka berangkat sekitar pukul 06.30 WIB. Tapi belum bangun juga, saya lihat lewat jendela, ternyata penghuni rumah tergeletak penuh darah,” katanya.

Feby kaget, dan langsung melaporkan ke warga lain dan ketua RT. “Saya kasih tahu warga lain dan pak RT. Terus langsung nelepon polsek Pondok Gede,” ujarnya.

 

Foto keluarga Diperum Gaban Nainggolan (38), istri Maya Boru Ambarita (37), serta kedua anaknya Sarah Boru Nainggolan (9) dan Arya Nainggolan (7). (foto: Dok. Istimewa)

Tidak Seperti Biasanya

Seorang penghuni rumah kos yang dikelola korban, Jimmy, menuturkan bahwa pada Senin malam, ia pulang menjelang tengah malam seperti biasa.  Menurut Jimmy, saat dirinya masuk pukul 11.30 malam, tidak ada yang mencurigakan.

Namun, ada hal yang aneh, korban yang biasa belum tidur, biasanya menegur dirinya. Tapi malam itu, korban tidak tampak.

“Jadi pukul 11.30 malam, saya masuk, saya gembok dan kunci lagi (gerbang) seperti semula. Karena harus dirantai, biasanya kalau rantainya bunyi, almarhum keluar, lalu menegur. ‘bang baru datang yaa’. Tapi (malam) tadi enggak ada,” tutur Jimmy.

Jimmy menjelaskan, keanehan lainnya yakni tidak adanya mobil korban yang satunya.

“Saya lihat mobil CRV yang biasa diparkir disini tapi tadi malam enggak ada. Tapi Nissan X-Trail ada. Biasanya 3 mobilnya di sini. Pas paginya tinggal satu mobil aja yang boks. Tapi saya enggak tahu ya, ketiga mobil itu punya korban semua atau tidak,” katanya.

Jimmy mengaku heran, saat kejadian dari Senin malam sampai Selasa dini hari, tidak mendengar suara teriakan korban. Padahal ia tinggal dilantai dua di belakang rumah korban.

“Kos-kosan ini kan ada di belakang rumah korban. Itu yang saya heran. Saya tinggal di atas, di lantai 2. Tapi baru ketahuan (ada pembunuhan), pas ibu-ibu penghuni kos beli air untuk minum, ketok pintu sama jendela,” ujarnya.

Menurut Jimmy, Diperum baru sekitar 2 tahun menetap dan menjaga kos-kosan milik sang kakak Douglas Nainggolan.

“Setahu saya baru dua tahun. Sebelumnya yang jaga orang Bekasi, tapi karena dia sering kehilangan, akhirnya abangnya (Douglas) tidak pakai jasanya. Disuruhlah adiknya ini (korban) yang jaga kosan,” paparnya.

 

Saksi Melihat Mobil Melaju Kencang dari TKP

Beberapa saksi mata melihat adanya mobil yang melaku kencang dari lokasi rumah korban. Hal ini disampaikan Ketua RT 002 Jatirahayu Agus Sani, Selasa (13/11/18).

“Ada saksi yang lihat ada mobil ngebut, keluar, tapi nggak tahu jenisnya apa, cuma ngeliat aja keluar ngebut,” kata Agus Sani.

Agus juga menuturkan dirinya tidak mendapat laporan apapun dari warga tentang ada atau tidak terjadinya keributan di rumah korban.

“Nggak ada keributan. Kalo ada pasti warga sekitar melapor. Sampai saat ini tidak ada yang melapor,” katanya.

Jenazah Korban dibawa ke RS Polri Kramat Jati

Jenazah Diperum dan istri serta anaknya dibawa ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur.

Selain dari jenazah para korban, aparat Polres Metro Bekasi Kota juga membawa boneka dan bantal penuh darah dari Tempat Kejadian Perkara (TKP).

“Iya kami bawa bantal, boneka, kasur, untuk dijadikan barang bukti pemeriksaan. Barang bukti kami bawa ke Polres Metro Bekasi Kota,” kata Kanit Reskrim Pondok Gede AKP Supriyanto, Selasa (13/11/2018).

Polres Metro Bekasi Kota juga membawa Douglas Nainggolan, kakak kandung dari Diperum Nainggolan dan juga sekaligus pemilik rumah dan kontrakan yang dikelola Korban. Douglas dibawa ke Polres untuk dimintai keterangan.

“Kakak kandung korban kami bawa juga untuk dimintai keterangan soal kejadian itu,” ujar Supriyanto.

Polisi masih menyelidiki kasus ini. Belum jelas motif apa dibalik pembunuhan yang menewaskan satu keluarga tersebut. Pasalnya dari olah tempat kejadian perkara, sejumlah barang berharga milik korban seperti perhiasan, diketahui masih utuh. (*)

ADVERTISEMENT

Komentar Facebook

Tags: Diperum NainggolanHukumPembunuhanPolres Metro Bekasi KotaSatukan Indonesia
ShareTweetSend

Related Posts

Pemkot Bekasi Tegaskan Kebijakan PPPK dan Belanja Pegawai Mengacu Regulasi Pemerintah Pusat

Pemkot Bekasi Tegaskan Kebijakan PPPK dan Belanja Pegawai Mengacu Regulasi Pemerintah Pusat

Juni 11, 2026
Satpol PP Gelar FGD Pencegahan dan Pengendalian HIV

Satpol PP Gelar FGD Pencegahan dan Pengendalian HIV

September 24, 2025
Wali Kota Hadiri HUT Bhayangkara ke-79 Tingkat Kota Bekasi, Resmikan Sub Polsektor Pekayon Hasil Kerja Sama dengan Kepolisian Jepang

Wali Kota Hadiri HUT Bhayangkara ke-79 Tingkat Kota Bekasi, Resmikan Sub Polsektor Pekayon Hasil Kerja Sama dengan Kepolisian Jepang

Juli 3, 2025

Intimidasi & Masuk Pekarangan tanpa hak, Elisabeth Silaban Lapor Terduga Mafia Tanah Ke Polres Metro Bekasi

Juni 23, 2025

IKAFH Undip: Arah Kebijakan Hukum Perdagangan Internasional Belum Tegas

Juni 13, 2025
Load More
ADVERTISEMENT
  • Tentang
  • Periklanan
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Redaksi
  • Karir

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?