• Latest
  • Trending
  • All
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Internasional
  • Ragam Info
Alat Tangkap Tidak Ramah Lingkungan, TNI AL Gelar FGD

Alat Tangkap Tidak Ramah Lingkungan, TNI AL Gelar FGD

Oktober 7, 2021
PBB Minta Indonesia Mundur dari Board of Peace

PBB Minta Indonesia Mundur dari Board of Peace

Oktober 29, 2026
Anggota DPD RI Desak Pemerintah Respon ‘Rapor Merah’ Amnesty International terhadap Prabowo -Gibran

Anggota DPD RI Desak Pemerintah Respon ‘Rapor Merah’ Amnesty International terhadap Prabowo -Gibran

Oktober 29, 2026
ADVERTISEMENT
Ketua DPRD Kota Batam Turut Lepas 442 Atlet Porprov Kepri, Dorong Semangat dan Prestasi

Ketua DPRD Kota Batam Turut Lepas 442 Atlet Porprov Kepri, Dorong Semangat dan Prestasi

Oktober 29, 2026
Presiden Prabowo Didesak Kembalikan Tanah dan Hutan Adat Papua Seluas 3.500 Hektare Yang Dirampok

Presiden Prabowo Didesak Kembalikan Tanah dan Hutan Adat Papua Seluas 3.500 Hektare Yang Dirampok

Oktober 29, 2026
Gubernur Papua Barat Daya Didesak Tertibkan Dugaan ‘Jual Beli’ Proyek PL

Gubernur Papua Barat Daya Didesak Tertibkan Dugaan ‘Jual Beli’ Proyek PL

Oktober 29, 2026
Firdaus Mengajukan Penjab HPN, Dinilai Melanggar AD/ART, KEJ, KPW dan PO PWI

Firdaus Mengajukan Penjab HPN, Dinilai Melanggar AD/ART, KEJ, KPW dan PO PWI

Oktober 29, 2026
Demo Mahasiswa Memanas, Massa Mulai Lempar Botol dan Bakar Barang

Demo Mahasiswa Memanas, Massa Mulai Lempar Botol dan Bakar Barang

Oktober 29, 2026
Jaga Kualitas MBG, Pemerintah Daerah Diminta Perketat Pengawasan SPPG

Jaga Kualitas MBG, Pemerintah Daerah Diminta Perketat Pengawasan SPPG

Oktober 29, 2026
Hadapi Gejolak Global, Pertamina Perkuat Kerjasama ASEAN

Hadapi Gejolak Global, Pertamina Perkuat Kerjasama ASEAN

Oktober 29, 2026
253 Daerah Termasuk wilayah Papua Berpotensi Banjir

253 Daerah Termasuk wilayah Papua Berpotensi Banjir

Oktober 29, 2026
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro
Kamis, Oktober 29, 2026
  • Login
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home Nasional

Alat Tangkap Tidak Ramah Lingkungan, TNI AL Gelar FGD

[Nasional]

Oktober 7, 2021
in Nasional
0
0
SHARES
61
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp
ADVERTISEMENT
Foto : TNI AL
Foto : TNI AL

Jakarta, SatukanIndonesia.com – Pemanfaatan Sumber Daya Perikanan yang saat ini mengarah pada penggunaan teknologi alat tangkap yang tidak sejalan dengan konsep ramah lingkungan, menginisiasi TNI Angkatan Laut dalam hal ini Dinas Hukum Angkatan Laut (Diskum AL) menggelar Focus Group Discussion (FGD) dengan tema “Penggunaan Alat Tangkap Cantrang Dalam Perspektif Penegakan Hukum dan Sosial Budaya” secara daring dari Ruang Rapat Diskum AL, gedung B4 Lantai 5 Mabesal, Cilangkap, Jakarta Timur, Kamis (07/10) dipimpin Kadiskum AL Laksma TNI Leonard Marpaung, S.H., M.H.

Kekayaan sumber daya kelautan yang berlimpah menempatkan Indonesia menjadi sangat penting dan strategis ternyata juga memunculkan permasalahan yang komplek salah satunya dalam pengelolaan sumber daya perikanan dengan menggunakan alat tangkap cantrang yang tidak ramah lingkungan dan dapat merusak ekosistem laut.

Baca Juga: TNI AL dan Masjid Istiqlal Sinergi Dalam Upaya Menangkal Pemahaman Radikal

Asisten Operasi (Asops) Kasal Laksamana Muda TNI Dadi Hartanto, M.Tr (Han)., dalam sambutan yang di bacakan Waasops Kasal Laksamana Pertama TNI Wasis Priyono S.T. M.Tr (Han). saat membuka FGD menyampaikan bahwa permasalahan pengelolaan sumber daya perikanan masih banyak menimbulkan persoalan salah satunya pemanfaatan sumber daya perikanan yang saat ini mengarah pada penggunaan teknologi yang tidak sejalan dengan konsep ramah lingkungan, yaitu pengunaan alat tangkap cantrang yang tidak ramah lingkungan dan dapat merusak ekosistem laut.

Menurut Asops Kasal, permasalahan penggunaan alat tangkap cantrang juga berdampak terhadap para nelayan nusantara. Konflik horizontal antara nelayan yang pro cantrang dengan yang tidak pro cantrang akan menimbulkan kecemburuan sosial.

“Hal ini akan berdampak pada pendapatan hasil tangkapan yang di dapat, dimana nelayan yang menggunakan alat tangkap ikan yang ramah lingkungan akan mendapatkan hasil yang lebih sedikit dari pada nelayan yang menggunakan cantrang” jelas Asops.

Terkait dengan permasalahan tersebut, penyelenggaraan FGD ini diharapkan dapat memberikan sumbangan pemikiran dan alternatif solusi yang terbaik dalam pelaksanaan penggunaan alat tangkap cantrang dalam perspektif penegakan hukum dan sosial budaya.

ADVERTISEMENT

Baca Juga: Kapal Angkatan Laut Inggris HMS Richmond Kunjungi Indonesia
Selain itu dapat menghasilkan rekomendasi yang komprehensif dalam hal pengelola sumber daya perikanan dengan adanya regulasi yang tepat, penegakan hukum dan sosial budaya serta pemikiran-pemikiran yang konseptual dalam upaya menjaga kepentingan Nasional Indonesia di laut.

FGD dengan peserta para profesional bidang hukum terdiri dari Perwira TNI AL, perwakilan Kemenkopolhukam, Kemenko Maritim, Kementerian Luar Negeri, Kementerian Pertahanan, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kementerian Perhubungan, Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia, Bakamla, Kementerian Pendidikan, Sops Mabes TNI, Ster Mabes TNI, BAIS, Babinkum TNI, Puskersin, Ditkum TNI AD, Diskum TNI AU, Dit Polair Mabes Polri, LIPI, BPPT dan para Dosen/Mahasiswa dari berbagai Universitas ini menghadirkan narasumber Direktorat Jenderal PSDKP Ir. Suharta, M. Si.,dengan materi pembahasan Kebijakan Larangan Pengunaan API Cantrang Dalam Penegakan Hukum Terhadap Tindak Pidana Perikanan dan Kadiskum Koarmada II Kolonel Laut (KH) Totok Sumarsono, S.H., M.H., M.Tr. Hanla. dengan materi Penegakan Hukum Terhadap Tindak Pidana Perikanan (Alat Tangkap Cantrang).

Sementara Ketua Bidang Hukum, Advokasi dan HAMDPP HSNI Dr. Drs. Ahmad Yani, S.H., M.H., menyampaikan materi Simalakama Penggunaan API Cantrang Bagi Nelayan sedangkan Wakil Dekan SB Institut Pertanian Bogor dan Sekjen Masyarakat Perikanan Nusantara Dr. Nimmi Zulbainarni, SPi, MSi. mengupas tentang Pengaruh Alat Tangkap Terhadap Lingkungan Ditinjau Dari Sosial Budaya

Kegiatan ini sejalan dengan Program Prioritas Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Yudo Margono, S.E., M.M., dalam membangun Sumber Daya Manusia TNI AL yang unggul dan profesional. (Nal/SI)

Komentar Facebook

Tags: Jalesveva JayamaheTNI AL
ShareTweetSend

Related Posts

Dari Sekolah Hingga Rumah Ibadah, Satgas Port Visit 2026 Tebarkan Kepedulian di Papua Nugini

Dari Sekolah Hingga Rumah Ibadah, Satgas Port Visit 2026 Tebarkan Kepedulian di Papua Nugini

Oktober 28, 2026
NTNT TNI AL-RSN 2026 Tingkatkan Kerja Sama Saling Menguntungkan Kedua Pihak

NTNT TNI AL-RSN 2026 Tingkatkan Kerja Sama Saling Menguntungkan Kedua Pihak

Oktober 27, 2026
Tim Verval Mabes TNI Perkuat Sinergi dengan Pemkab Pacitan untuk Percepatan KDKMP

Tim Verval Mabes TNI Perkuat Sinergi dengan Pemkab Pacitan untuk Percepatan KDKMP

Oktober 24, 2026

Sigap Hadap Kebakaran Batumanndi, TNI AL Kerahkan Unsur Laut 

Oktober 24, 2026

TNI AL dan Kementerian ESDM Bersinergi Tindak Dugaan Pelanggaran Distribusi BBM Kapal SPOB  NURFAIZAH 08

Oktober 24, 2026
Load More
ADVERTISEMENT
  • Tentang
  • Periklanan
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Redaksi
  • Karir

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?