
Jakarta, SatukanIndonesia. Com – Posisi Pangkostrad sudah kosong selama 2 bulan sejak ditinggalkan Jenderal TNI Dudung Abdurachman yang kini menjabat KSAD. Kini, bursa nama calon Pangkostrad mulai muncul seperti Panglima Komando Daerah Militer III/Siliwangi Mayor Jenderal TNI Agus Subiyanto hingga Mayjen Maruli Simanjuntak yang kini Pangdam IX/Udayana.
Terkait hal ini, Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan Pangkostrad merupakan posisi strategis. Ia menyebut Presiden Jokowi dan Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa telah memproses nama-nama calon Pangkostrad dan sudah mengerucut.
“Posisi Pangkostrad merupakan posisi yang sangat strategis. Jadi belum diisinya posisi tersebut bukan berarti kemudian jabatannya lowong. Tetapi proses yang telah dilakukan antara Presiden Joko Widodo dengan Panglima TNI dengan KSAD sudah mengerucut terkait dengan siapa yang akan diputuskan dalam jabatan strategis itu,” kata Hasto di Sekolah Partai PDIP, Jakarta Selatan, Senin (17/1).
Hasto pun menyerahkan sepenuhnya kepada Jokowi untuk memilih sosok Pangkostrad baru pengganti Dudung.
“Terkait nama-nama yang akan diputuskan, kami serahkan seluruhnya kepada Bapak Presiden,” tutur dia.
Hasto mengatakan bagi PDIP yang terpenting adalah bagaimana aspek politik pertahanan dapat berjalan dengan baik. Melalui politik pertahanan, kata dia, Indonesia bisa membangun kekuatan nasional untuk mengatasi segala kemungkinan yang ada.
“PDI Perjuangan berbicara soal aspek politik pertahanan. Politik pertahanan itu dibangun untuk memastikan survival bangsa ini. Bagaimana kita dapat mendayagunakan seluruh sumber daya nasional di dalam membangun sumber kekuatan pertahanan negara,” tuturnya.
“Terlebih dengan berbagai ketegangan di laut selatan semakin memerlukan suatu kerja konsolidasi untuk memperkuat keseluruhan aspek ketahanan negara. Ini menjadi konsen PDIP,” tutup Hasto.(***)
ADVERTISEMENT













