• Latest
  • Trending
  • All
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Internasional
  • Ragam Info
Ditembak TNI di Puncak Papua, Korban Ngaku Sedang Hamil Enam Bulan

Ditembak TNI di Puncak Papua, Korban Ngaku Sedang Hamil Enam Bulan

April 22, 2026
Prabowo Dengarkan Kisah Siswa Sekolah Rakyat di Bali, dari Belajar Membaca hingga Kembali Bersekolah

Prabowo Dengarkan Kisah Siswa Sekolah Rakyat di Bali, dari Belajar Membaca hingga Kembali Bersekolah

Juni 7, 2026
Anggota Komisi VI DPR Dukung Perampingan Anak Usaha BUMN untuk Tingkatkan Daya Saing

Anggota Komisi VI DPR Dukung Perampingan Anak Usaha BUMN untuk Tingkatkan Daya Saing

Juni 7, 2026
ADVERTISEMENT
Don Dasco Layak Jadi Wapres, Apalagi Mendagri

Don Dasco Layak Jadi Wapres, Apalagi Mendagri

Juni 7, 2026
Kemen PPPA dan Kemen P2MI Perkuat Pelindungan PMI Perempuan hingga Tingkat Desa

Kemen PPPA dan Kemen P2MI Perkuat Pelindungan PMI Perempuan hingga Tingkat Desa

Juni 7, 2026
BMKG Prediksi Cuaca Jakarta Didominasi Berawan pada Minggu

BMKG Prediksi Cuaca Jakarta Didominasi Berawan pada Minggu

Juni 7, 2026
Diwarnai ‘Walk Out’, Mubes V Kosgoro 1957 Dinilai Cacat Hukum

Diwarnai ‘Walk Out’, Mubes V Kosgoro 1957 Dinilai Cacat Hukum

Juni 7, 2026
Terpilih Secara Aklamasi di Mubes V Kosgoro 1957, Sari Yuliati resmi pimpin PPK Kosgoro 1957 Periode 2026–2031

Terpilih Secara Aklamasi di Mubes V Kosgoro 1957, Sari Yuliati resmi pimpin PPK Kosgoro 1957 Periode 2026–2031

Juni 6, 2026
Pemprov DKI Bersama BMKG Siapkan Sistem Peringatan Dini untuk Prediksi Polusi Udara Lebih Akurat

Pemprov DKI Bersama BMKG Siapkan Sistem Peringatan Dini untuk Prediksi Polusi Udara Lebih Akurat

Juni 6, 2026
Menteri Imipas Minta Jajarannya Kooperatif ke KPK Pasca-OTT

Menteri Imipas Minta Jajarannya Kooperatif ke KPK Pasca-OTT

Juni 6, 2026
Jaga Kepercayaan Pasar, Menkeu: Pemerintah-BI Solid Kawal Rupiah dan Fiskal

Jaga Kepercayaan Pasar, Menkeu: Pemerintah-BI Solid Kawal Rupiah dan Fiskal

Juni 6, 2026
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro
Minggu, Juni 7, 2026
  • Login
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home Daerah

Ditembak TNI di Puncak Papua, Korban Ngaku Sedang Hamil Enam Bulan

[Daerah]

April 22, 2026
in Daerah
0
0
SHARES
122
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp
ADVERTISEMENT

MANOKWARI, satukanindonesia.com – Kepala kantor Komisi Nasional Hak Asasi Manusia Republik Indonesia (Komnas HAM RI) perwakilan Papua, Frits Ramandey menyatakan, salah satu korban luka tembak di Kabupaten Puncak, Papua Tengah, Anite Telenggen (17 tahun) mengaku terluka karena ditembak TNI.

Ramandey mengatakan, pengakuan itu disampaikan Anite Telenggen yang sedang hamil enam bulan, saat tim Komnas HAM perwakilan Papua menemuinya.

Anite Telenggen mengalami luka di bagian leher, dan kini sedang menjalani perawatan di salah satu rumah sakit di Kota Jayapura, Papua.

“Korban luka di leher seorang perempuan yang sedang mengandung enam bulan, yang ditemui tim Komnas HAM mengaku bahwa dirinya ditembak di Kampung Kembru [Distrik Kembru, Kabupaten Puncak] di depan honai, dan melihat aparat TNI memegang senjata, menggunakan sergam loreng,”kata Frits Ramandey melalui siaran pers tertulisnya, Selasa (21/04/2026).

Kata Ramandey, korban juga mengaku mendegar suara pesawat dan bunyi rentetan tembakan. Setelahnya itu dia temui oleh seorang anggota TNI di dalam honai dan meminta untuk foto sebagai laporan. Anite Telenggen kemudian dijemput oleh Palang Merah Indonesia (PMI) dari Kabupaten Puncak Jaya, Papua Tengah pada 15 April 2026.

Korban kemudian dibawah ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Mulia di ibu kota Kabupaten Puncak Jaya, bersama korban lainnya untuk menjalani perawatan medis.

Sebelumnya, sembilan warga sipil dilaporkan tewas tertembak dan beberapa lainnya mengalami luka tembak, saat aparat keamanan melakukan operasi militer pada beberapa kampung di Distrik Kembru, Kabupaten Puncak pada 14 April 2026.

Frits Ramandey mengatakan, Komnas HAM juga menerima pengaduan tentang rangkaian tindakan kekerasan yang terjadi di Distrik Pogama dan Distrik Kembru Kabupaten Puncak, pada 14-15 April 2026, yang menyebabkan jatuhkan korban jiwa dan korban luka.

Katanya, Komnas HAM RI perwakilan Papua pun berkordinasi dengan Komnas HAM RI di Jakarta, untuk merespons pengaduan adanya dugaan kekerasan itu.

“Untuk tahap awal di lakukan kordinasi penaganan kasus dengan korban serta berbagai pihak di Kabupaten Puncak dan pemerintah Provinsi Papua Tengah,”ucapnya.

Temuan awal Komnas HAM, lanjut Ramandey, adanya dugaan kontak tembak antara Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat dengan Satgas TNI di Pogama pada 13 April 2026.

Satgas TNI kemudian melakukan operasi lanjutan di Pogama dan Kampung Kembru, Distrik Kembru pada 14 April 2026, dan mengakibatkan korban jiwa dan luka-luka.

Namun tim kordinasi penanganan kasus penembakan di Pogama dan Kembru, belum bisa mendapat informasi apakah ada korban dari jiwa dari kalangan warga sipil, TPNPB atau pihak TNI saat kontak tembak pada 13 April 2026.

“Tim hanya bisa mengkonfirmasi korban luka-luka sementara yang ada di Rumah Sakit Mulia,”ujar Ramandey.

Untuk itu, Frits Ramandey meminta, Panglima TNI memberikan penjelasan tentang keberadaan Satgas Rajawai dan Satgas Pamtas 600 TNI yang bertugas di wilayah Puncak, tentang pengunaan senjata dari helikopter, dron yang di arahkan ke wilayah pemukiman warga sipil di Pogama dan Kembru.

Selain itu, Komnas HAM perwakilan Papua meminta Panglima TNI segerah menata dan memberikan pembekalan yang cukup, bagi setiap satgas TNI yang akan bertugas di wilayah Tanah Papua.

“Komnas HAM RI perwakilan Papua juga berterima kasih kepada forkopimda Papua Tengah yang dipimpin Gubernur Meki Nawipa, karena telah melihat korban luka yan dirawat di RSUD Mulia dan membentuk tim gabungan mencari korban lain di Pogama dan Kembru,”pungkasnya. [GRW]

ADVERTISEMENT

Komentar Facebook

Tags: Komnas HAM RITNITPNPB
ShareTweetSend

Related Posts

Kekerasan di Tanah Papua Yang Terakumulasi Sejak Lama

Kekerasan di Tanah Papua Yang Terakumulasi Sejak Lama

Mei 29, 2026
Patroli Begal TNI Ikut, Penindakan Hukum Tetap Ranah Polri

Patroli Begal TNI Ikut, Penindakan Hukum Tetap Ranah Polri

Mei 28, 2026
Presiden Prabowo Tegaskan TNI dan Polri Tak Boleh Backing Aktivitas Illegal

Presiden Prabowo Tegaskan TNI dan Polri Tak Boleh Backing Aktivitas Illegal

Mei 16, 2026

Komnas HAM RI Didesak Selidiki Dugaan Pelanggaran HAM Berat di Puncak Papua

April 22, 2026

DPD RI Respon Situasi Keamanan di Tanah Papua

April 22, 2026
Load More
ADVERTISEMENT
  • Tentang
  • Periklanan
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Redaksi
  • Karir

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?