
Jakarta, SatukanIndonesia.com – Menurut Politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Ruhut Sitompul, aktivis Nicho Silalahi sudah memalukan suku Batak Tapanuli, lantaran juga ikut serta menghina warga Kalimatan Timur.
Ruhut meminta agar Kepala Kepolisia Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Listiyo Sigit Prabowo untuk segera menangkap Nico.
Baca Juga: Pemerintahan Jokowi-Ma’ruf akan Ambruk Sebelum 2024, Politisi Golkar Jawab Begini

“Jenderal Polisi Bpk L Sigit L Kapolri tolong kapan giliran Nicho Silalahi yg sudah memalukan Suku Batak Tapanuli ditangkap & ditahan, “cuitan Ruhut Sitompul dalam akun Twitternya, dikutip SatukanIndonesia.com, Rabu, (2/2/2022).
Ruhut juga berpendapat bahwa Nicho sudah merendahkan perempuan Kalimantan. Ia menilai aktivis tersebut pantas untuk mendapatkan hukum adat dan negara.
” Krn ikut menghina Warga Kaltim & Wanitanya sangat merendahkan mereka yg sangat patuh terhadap Hukum Adat Dayak dan Hukum Nasional MERDEKA,” lanjutnya.
Aktivis Nicho belakangan ini ramai dibicarakan lantaran membuat cuitan yang mengatakan ‘perempuannya dijual ke China untuk dijadikan budak seks’.
Baca Juga: Anies Baswedan Kenang Momen Didukung Lulung Maju Pilgub
Ia mengatakan, ketika hutan ditebang, banjir melanda, perempuan yang dijual ke China untuk menjadi budak seks, dan anak-anak yang mati tenggelam karena bekas galian tambang, namun sikap masyarakat hanya diam.
Tapi ketika ada yang menyebut Kalimantan ‘tempat jin buang anak, masyarakat langsung melakukan demonstrasi.
Baca Juga: AHY Ajak Anak Muda Bela Keadilan dan Rawat Demokrasi, Jangan Hanya Dijadikan Aksesoris Politik

“Saat Hutan ditebang, banjir merendam rumah warga ± sebulan, perempuannya dijual ke China untuk dijadikan budak seks, anak?2; pada mati tenggelam di bekas galian tambang kalian pada diam, Tapi saat ada yang mengatakan ‘Tempat Jin Buang Anak’ kalian Demo. Sebenarnya kalian siapa?,” cuitan Nicho Silalahi pada akun Twitter pribadinya @Nicho_Silalahi yang dilansir SatukanIndonesia.com. (nal/SI)













