
Jakarta, SatukanIndonesia.com – Gidion Simamora yang baru saja pulang dari Swiss ke Indonesia merasa heran dan curiga atas hasil tes Polymerase Chain Reaction (PCR) yang dilakukan berkali-kali dengan hasil yang berbeda-beda.
Setelah Gidion tiba di bandara Soekarno-Hatta tanggal (28/1/2022), ia melakukan Swab PCR mandiri, namun hasilnya tidak langsung diberitahu oleh penyelenggara Swab-PCR.
Setelah tiba di Tanah Air, sebagai mana ketentuan protokol kesehatan yang berlaku bagi pelaku perjalanan dari dan keluar negeri, Gidion pun melakukan karantina selama 6 hari di hotel Jakarta Selatan.
Baca Juga: Veteran Perang Tionghoa Sebut Ganjar Gubernur Rendah Hati dan Tidak Melupakan Rakyat Kecil

Hasil PCR yang dilakukan dibandara Soekarno-Hatta tanggal 28 Januari tersebut, tidak langsung diberitahukan kepada Gidion, baru pada hari ke enam atau menjelang selesai masa karantina, Gidion baru menerima hasil PCR positif.
Hal itu dikemukakan oleh Gidion kepada SatukanIndonesia.com melalui telepon selulernya, Rabu, (2/2/2022).
Setelah Gidion tahu dengan hasilnya positif ia melakukan Swab dua kali berturut-turut pada laboratorium yang sama, pada tanggal 1 Februari 2022 sebagai pembanding, ternyata hasilnya negatif.
“Selama karantina saya gak kemana-mana, PCR di hotel kenapa positif?, saya bingung dari mana kena nya?,” ujar Gidion yang merasa bingung, kepada SatukanIndonesia.com, Rabu, (2/2/2022).
Baca Juga: Wantim MUI Minta Hancurkan Museum Holocaust di Sulawesi Utara Dianggap Melanggar Konstitusi RI
Untuk memastikan hasil PCR nya Gidion melakukan swab pembanding lagi ke RSPAD Gatot Subroto.
“Saya barusan melakukan swab pembanding yang dilakukan oleh pihak rumah sakit RSPAD Gatot Subroto, dan saya masih menunggu hasilnya, kata Gidion kepada SatukanIndonesia.com, Rabu, (2/2/2022).
Terhadap kejanggalan tersebut Gidion menyakini benar adanya permainan mafia karantina, sebagai mana yang telah diserukan berbagai pihak yang beredar di publik termasuk adanya himbauan Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk memberantas mafia karantina.

“Saya menduga ini permainan mafia bidang karantina, makanya saya mendukung langkah Peresiden Jokowi untuk memberantas mafia karantina,” ujar Gidion
Gidion menambahkan pihak nya berharap tidak ada intimidasi dari pihak manapun termasuk dari pihak hotel terhadap dirinya guna memastikan saya bukan positif covid.
“Saya ingin pulang, selain itu kondisi kesehatan saya tidak mengalalami apa-apa, saya sehat, tidak demam, tidak flu, saya baik-baik saja,” pungkas Gidion.

Baca Juga: Jokowi : NU Merupakan Potensi Bangsa yang Sangat Besar

Terkait dengan kejanggalan hasil PCR yang dialami Gidion ini, SatukanIndonesia.com bertanya kepada Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito, namu Wiku belum memberikan tanggapan.

Pertanyaan yang sama juga disampaikan SatukanIndonesia.com kepada Anggota Komisi IX DPR RI, Dari Fraksi Partai Golkar, Wenny Haryanto.
Wenny mendukung sekali program pemerintah mengenai pemberantasan mafia karantina.
“Kalo memang benar adanya harus diberantas,’ ujar Wenny saat dihubungi SatukanIndonesia.com, Rabu, (2/2/2022).
Wenny menambahkan, guna pemberantasan mafia karantina pihaknya sedang menunggu dan mengumpulkan bukti-bukti dan data-data mengenai mafia tersebut. (nal/SI)













