
Jakarta, SatukanIndonesia.Com -Hasil survei Ide Cipta Research and Consulting (ICRC) menunjukkan suara PKS dan Demokrat di Jakarta berpotensi meroket pada Pemilu 2024.
Meroketnya suara kedua partai ini tak lepas dari efek wacana dukungan terhadap Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sebagai Capres 2024.
Suara PKS yang pada Pemilu 2019 lalu berada di urutan ketiga, di bawah PDIP dan Gerindra, diprediksi pada Pemilu 2024 akan meroket ke urutan kedua dengan 11,7 persen suara bersaing ketat bersama partai besutan Megawati Soekarnoputri.
“PKS bersaing dengan PDIP di posisi puncak menggantikan Gerindra. Mayoritas pemilih Anies di DKI Jakarta mengalihkan dukungannya dari Gerindra,” ungkap Direktur Eksekutif ICRC Hadi Suprapto dalam keterangan persnya, Senin (5/9/2022).
Sementara suara Demokrat yang pada Pemilu 2019 lalu berada di urutan kelima, diprediksi naik ke posisi ketiga menyalip Gerindra dengan raihan 7,9 persen suara.
Hadi mengatakan, hal serupa dikarenakan efek elektoral dari wacana dukungan duet Anies-AHY pada Pilpres mendatang.
Lebih lanjut dia menjelaskan, sebanyak 67,3 persen pemilih PKS mendukung Anies sebagai Capres. Sementara Demokrat, 51,5 persen pemilihnya juga menjagokan Gubernur DKI Jakarta tersebut.
Namun demikian, sebanyak 52,9 persen masyarakat belum menentukan akan memilih partai apa pada Pemilu mendatang.
Sekretaris BPOKK DPD Demokrat DKI Jakarta, Haris Chandra menyebut, hasil survei ICRC tersebut terdapat kesamaan dengan data internal partai besutan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu.
“Kami bersyukur bahwa kinerja partai Demokrat bekerja dengan baik. Kita tidak bisa menolak bahwa dorongan publik menduetkan Anies-AHY pada Pilpres mendatang meningkatkan popularitas partai kami setelah beberapa rentetan peristiwa politik yang menguji daya tahan partai ini,” jelasnya kemarin.
Survei ICRC ini dilakukan di 6 kota/kabupaten di Provinsi DKI Jakarta pada 20-30 Juli 2022 dengan metode stratified random sampling berdasarkan jumlah responden sebanyak 800 dengan margin of error ± 3,46 persen.
Pengumpulan data dilakukan lewat wawancara via telepon dengan menggunakan kuesioner.(***)













