
Jakarta, SatukanIndonesia.Com -Dosen dan mahasiswa Universitas Bina Sarana Informatika (BSI) melaksanakan Pelatihan Berbicara Di Depan Umum Bagi Remaja. Kali ini pelatihan yang merupakan pengabdian Universitas BSI kepada masyarakat dilaksanakan kepada remaja Majelis Talim Hidayatul Mubtadiin di Ciledug, Kota Tangerang, Banten.
Pelatihan yang dilaksanakan program studi Penyiaran, Fakultas Ilmu Komunikasi Dan Bahasa ini diketuai Tuty Mutiah, M.M, M.I.Kom. Ia mengatakan kegiatan pelatihan ini sebagai bentuk implementasi ilmu dan wawasan dosen bagi masyarakat dalam mengembangkan kemampuan publik speaking yang dimulai dengan hal sederhana berupa storytelling di depan umum (public speaking) dengan Teknik Live Modelling. “Teknik publisc speaking Live Modelling ini sangat tepat dilakukan untuk anak-anak usia dini dan remaja,” kata Mutiah di Jakarta, Rabu (28/09/2022).
Mutiah menjelaskan pelatihan public speaking tidak bisa satu kali dilakukan pesertanya langsung lancar. Setelah Pelatihan Public speaking, peserta harus berlatih terus agar bisa lancar. “Kemampuan public speaking seseorang juga tidak terlepas dari kemampuan yang bersangkutan menguasai topik atau materi yang akan disampaikan ke publik,” ujarnya.
Pada pelatihan public speaking kepada remaja Majelis Talim Hidayatul Mubtadiin yang dilaksanakan Minggu (11/09/2022) dengan mengangkat topik edukasi pengelolaan sampah rumah tangga. Dosen lain yang hadir dalam acara ini antara lain Agung Raharjo, M.M, M.I.Kom, Rizki Hidayat, M.I.Kom, Ken Norton Hutasoit, M.I.Kom. Ada juga mahasiswa Universitas BSI yang ikut acara ini yakni Dewi Sartika dan Rahel Fransiska Sembiring.
Dalam kesempatan ini, Rizki Hidayat selaku pengajar Ilmu Komunikasi Universitas BSI mengatakan Pelatihan Berbicara di Depan Umum menjadi modal awal untuk memberikan pengetahuan kepada masyarakat untuk selalu dapat menjaga dan melestarikan lingkungan dengan baik.
“Pelatihan ini kami harapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan kemampuan Remaja Majelis Talim Hidayatul Mubtadiin dalam Berbicara di Depan Umum tentang pengelolaan sampah rumah tangga,” ujar Rizki.
Pengajar yang juga praktisi media, Ken Norton Hutasoit, mengatakan kemampuan berbicara di depan umum (public speaking) semestinya dimiliki oleh orang-orang yang sering berhubungan dan berinteraksi dengan orang lain, terutama mereka yang bekerja untuk public. “Remaja yang ikut pelatihan ini diharapkan tertarik untuk mempelajari dan melatih public speaking. Itu bisa menjadi modal mereka kelak ketika bekerja untuk publik.” Ujarnya.
Mahasiswa Universitas BSI, Rahel Sembiring, senang mengikuti kegiatan pelatihan tersebut. “Pelatihan ini menambah pengalaman saya sebagai mahasiswa Universitas BSI. Menurut saya pelatihan public speaking penting banget, berguna saat berinteraksi dengan sesame mahasiswa dan dengan dosen di kampus, berguna saat mejadi pemateri seminar, dan kegiatan-kegiatan berkaitan dengan publik,” ujarnya.
Universitas BSI akan terus memberi perhatian untuk pelatihan public speaking. Selain topik pengeloaan sampah, BSI juga akan mengangkat topik-topik lainnya dalam pelatihan public speaking dengan peserta remaja, pelajar, mahasiwa, dan masyarakat umum. (*)










