Jakarta, SatukanIndonesia.Com – Sembilan peti jenazah korban ricuh Sinakma Wamena masih bertahan di halaman rumah sakit setempat. Peti jenazah itu sengaja dibiarkan di depan halaman RSUD Wamena sambil menunggu surat hasil autopsi dari 9 jenazah.
ADVERTISEMENT
Ketua Pemuda Baptis se-Papua, Yas Wenda menjelaskan keluarga tak akan memakamkan 9 jenazah sebelum mengetahui hasil autopsi yang dilakukan oleh rumah sakit.
“Keluarga harus mengetahui hasil autopsi dari 9 jenazah. Jika hasilnya sudah ada, jenazah baru bisa dimakamkan sesuai dengan kesepakatan rapat bersama,” katanya ditemui BumiPapua di RSUD Wamena, Sabtu (25/2/2023).
Yas Wenda menyebutkan secara kasat mata pada bagian tubuh di 9 jenazah terdapat luka tembak. Dia yakin, peluru yang ditembakkan sudah terukur.
“Ini sudah tembakan terukur, bukan dalam medan pertempuran perang. Kami minta hasil autopsi sebelum dilakukan pemakaman jenazah,” jelasnya.
Dia meminta semua pihak mengawal proses hukum secara tuntas kepada pelaku ricuh Wamena.
Ricuh Wamena yang terjadi Kamis (23/2/2303) dipicu informasi hoaks penculikan anak. Saat proses negosiasi antara terduga pelaku penculikan dan kelompok warga di Sinakma, tiba-tiba warga yang berkumpul di lokasi menyerang personel kepolisian. Untuk membubarkan kelompok massa, polisi melepaskan tembakan peringatan. Bukan malahan membubarkan diri, massa malahan mengamuk, menyerang aparat keamanan di lokasi kejadian hingga membakar sejumlah ruko dan bangunan di sekitarnya.
Dari kejadian ini, 11 orang meninggal dunia, 23 orang luka-luka dan 18 orang polisi luka kena lemparan batu dan panah. Tak hanya itu saja, 2 ruko, 13 rumah dan kendaraan lainnya ikut dibakar massa.(***)













