
Jakarta, SatukanIndonesia.Com – Warga Pendatang (non orang asli Papua -Non OAP) kembali mengalami pembacokan di Wamena. Andy Silaban, (21) mengalami luka bacok dibagian wajah dan retina mata mengakibatkan buta selamanya.
Menurut keluarga korban, peristiwa itu terjadi pada hari Minggu, 30/7/2023, sekitar pukul 20.00 WIT, bertempat di Jl. Pattimura, Depan Hotel Mas Budi. Saat korban melintas dilokasi kejadian, tiba-tiba satu orang menebaskan wajah korban dan mengenai kebagian wajah dan mata dengan luka yang mengenaskan hingga tulang hidung dan tengkorak depan wajah hingga bagian retina mata korban.
“Disaat perjalanan pulang dari kota menuju rumah di Pasar Baru tepat di jln patimura di depan hotel Mas Budi sudah menunggu dua orang pelaku, disaat Andy Silaban melintas satu orang pelaku langsung menebaskan parang tepat mengenai wajah Andy Silaban yang mengakibatkan luka bacok yang serius, sehingga mengakibatkan luka pada mata kiri hingga pada pipi mengenai tulang hidung dan tengkorak depan wajah’, kata M. Silaban, kepada Media ini melalui Chat WhattsApp, Senin, 31/7/2023.
Silaban menambahkan, selain kena tulang tengkorak wajah, korban mengalami buta karena sebelah retina mata putus akibat bacokan yang memanjang diwajah korban.
Guna mendapatkan pertolongan pertama atas peristiwa keji itu, Andy Silaban yang baru saja merantau ke Wamena itu dibawa ke Rumah Sakit Wamena, akan tetapi fasilitas Kesehatan sangat minim sehingga pihak keluarga berencana akan membawa Korban ke Jayapura guna mendapatkan pelayanan yang memadai.
“kami rencana besok, Selasa, 1/8/2023 akan membawa korban ke Jayapura untuk mendapatkan pelayanan yang lebih baik”, kata M. SIlaban yang memberi tumpangan tempat bagi korban.
Lebih lanjut Silaban mengatakan, pihaknya mengalami kesulitan pendanaan untuk mendapatkan pelayanan dari Rumah Sakit karena Korban belum terdaftar sebagai peserta pada Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).
“Kami butuh pertolongan untuk pengobatan saudara Andy Silaban untuk bisa mendapatkan pelayan dari Rumah Sakit di Jayapura karena korban tidak ditanggung oleh BPJS”, tuturnya.
Terhadap peristiwa disitu, Kapolres Kabupaten Jaya Wijaya AKBP Heri Wibowo, masih melakukan Upaya pencarian data dan informasi tentang kejadian dan pelakunya.
“kami masih melakukan pencarian terhadap pelaku”, kata AKBP Heri Wibowo saat dimintai keterangannya melalui telpon selularnya, Senin malam, 31/7/2023.
Menurut AKBP Heri Wibowo, pihak kepolisian mengalami kesulitan karena tidak ada saksi yang melihat kejadian dan keterbatasan perangkat lain seperti CCTV yang belum tersedia dilokasi kejadian.
Selain itu, lanjut AKBP Heri Wibowo, pihaknya belum bisa meminta keterangan dari korban karena masih dalam perawatan.
Terkait dengan rencana keluarga korban Andy Silaban yang akan berobat ke Jayapura, AKBP Heri Wibowo, mendukung guna mendapatkan pelayanan yang lebih maksimum demi keselamatan nyawa.
“Demi keselamatan nyawa boleh dibawa untuk mendapatkan pelayanan Kesehatan yang lebih baik “, Katanya.
Untuk mengantisipasi kejadian yang sama dan guna menciptakan Kamtibmas, AKBP Heri Wibowo mengatakan akan meningkatkan patroli kerja sama dengan Babinsa dengan harapan adanya penambahan personel Anggota Polri yang ditugaskan di Kabupaten Jaya Wiajaya.
“Kita terus berupaya untuk meningkatkan Kamtibmas bersama dengan Babinsa dan Pemerintah melalui perangkatnya, dengan harapan adanya penambahan Personel Brimob”, kata AKBP Heri Wibowo.
Selain itu, kata AKBP Heri Wibowo, pihaknya berharap adanya kepekaan dari Pemerintah Daerah untuk membuat Perda yang lebih tegas mengenai pelarangan perdagangan Minuman Keras. Pasalnya, kata AKBP Heri Wibowo, marak peredaran Miras ditengah Masyarakat yang teridentifikasi salah satu sumber terjadinya aksi kriminaltias di Tengah Masyarakat.
“Perlu adanya kepekaan dari Pemerintah setempat untuk membuat Perda yang lebih tegas untuk membatasi peredaran Minuman Keras Cap Tikus di Masyarakat”, ujarnya. (MTS/Lambardo/Redaksi).













