• Latest
  • Trending
  • All
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Internasional
  • Ragam Info
Militer AS Yang Hilang saat Perang Dunia II di Pulau Biak Mulai Diidentifikasi

Militer AS Yang Hilang saat Perang Dunia II di Pulau Biak Mulai Diidentifikasi

Juli 29, 2026

Ketua DPRD Hadiri Peresmian Gedung Arsip dan Musholla Baitus Shalihin di PN Batam

Juli 29, 2026
Pemberitaan RUU Masyarakat Adat Disoroti dalam Green Editor Forum

Pemberitaan RUU Masyarakat Adat Disoroti dalam Green Editor Forum

Juli 29, 2026
ADVERTISEMENT
Sinergi Polri dan Kejaksaan Makin Solid Kapolres Humbahas- Kejari Tekan Komitmen Bersama di Polda Sumut

Sinergi Polri dan Kejaksaan Makin Solid Kapolres Humbahas- Kejari Tekan Komitmen Bersama di Polda Sumut

Juli 28, 2026
Sosialisasi UU ITE di MAN Model Sorong, IJTI Papua-Maluku : Biasakan Berpikir Sebelum Mengetik

Sosialisasi UU ITE di MAN Model Sorong, IJTI Papua-Maluku : Biasakan Berpikir Sebelum Mengetik

Juli 28, 2026
KPK: Tak Ada Perlakuan Khusus untuk Febrie di Rutan

KPK: Tak Ada Perlakuan Khusus untuk Febrie di Rutan

Juli 28, 2026
Bawaslu Dorong Mahasiswa Jadi Agen Literasi Digital Kepemiluan

Bawaslu Dorong Mahasiswa Jadi Agen Literasi Digital Kepemiluan

Juli 28, 2026
Gubernur DKI Minta Kasus Bentrokan Matraman Tidak Dikaitkan dengan Isu Identitas

Gubernur DKI Minta Kasus Bentrokan Matraman Tidak Dikaitkan dengan Isu Identitas

Juli 28, 2026
DPD RI Mendorong Kesejahteraan Dosen Swasta di Daerah 3T

DPD RI Mendorong Kesejahteraan Dosen Swasta di Daerah 3T

Juli 28, 2026
Fraksi Gerindra Tolak Penambahan Dua Dinas, Minta Raperda Ditinjau Kembali Demi Kepentingan Humbahas

Fraksi Gerindra Tolak Penambahan Dua Dinas, Minta Raperda Ditinjau Kembali Demi Kepentingan Humbahas

Juli 28, 2026
BMKG: Cuaca di Jakarta Berawan Hingga Cerah Sepanjang Hari

BMKG: Cuaca di Jakarta Berawan Hingga Cerah Sepanjang Hari

Juli 28, 2026
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro
Rabu, Juli 29, 2026
  • Login
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home Fokus Berita

Militer AS Yang Hilang saat Perang Dunia II di Pulau Biak Mulai Diidentifikasi

(Fokus Berita)

Juli 29, 2026
in Fokus Berita
0
0
SHARES
7
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp
ADVERTISEMENT
FOTO: Kodau III Raih Penghargaan Departemen Pertahanan AS atas dukungan misi kemanusiaan, di Biak//dok-komando.com

JAYAPURA, satukanindonesia.com – Kedutaan Besar dan Konsulat Amerika Serikat (AS) di Indonesia bekerja sama dengan berbagai lembaga, di antaranya Badan Akuntabilitas Tahanan Perang/Orang Hilang Pertahanan atau Defense POW/MIA Accounting Agency (DPAA), dan militer Indonesia melakukan misi kemanusiaan untuk menemukan dan mengidentifikasi anggota militer AS yang hilang dalam Perang Dunia II di Pulau Biak, provinsi Papua.

Komando Daerah TNI Angkatan Udara III (Kodau III) pun menerima penghargaan dari Defense POW/MIA Accounting Agency (DPAA), Departemen Pertahanan AS, sebagai bentuk apresiasi atas dukungan dalam memfasilitasi misi kemanusiaan pencarian, evakuasi, dan identifikasi prajurit AS yang dinyatakan hilang pada Perang Dunia II di wilayah kabupaten Biak Numfor.

Penghargaan tersebut diserahkan kepada Panglima Komando Daerah TNI Angkatan Udara III (Pangkodau III), Marsda TNI Azhar Aditama di Biak, Kamis (23/07/2026), berdasarkan surat resmi DPAA tertanggal 16 Juli 2026 yang ditandatangani Direktur DPAA, Kelly McKeague.

Penghargaan itu disertai plakat sebagai simbol apresiasi atas dukungan Kodau III dalam memfasilitasi perizinan, koordinasi transportasi, dan pengamanan selama pelaksanaan misi kemanusiaan tersebut, sebagaimana dikutip dari laman internet,www.portal-komando.com, Selasa (28/07/2026).

Dukungan Kodau III memungkinkan pelaksanaan Joint Forensic Review (JFR) berjalan lancar sebelum seluruh temuan dibawa ke laboratorium forensik DPAA, untuk proses identifikasi lebih lanjut.

Upaya tersebut menjadi bagian penting dalam memberikan kepastian kepada keluarga prajurit Amerika Serikat, yang telah lama dinyatakan hilang sejak Perang Dunia II.

Penghargaan dari DPAA mencerminkan eratnya kerja sama antara TNI Angkatan Udara dan Pemerintah AS dalam pelaksanaan misi kemanusiaan, yang menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan universal.

Apresiasi tersebut sekaligus menunjukkan komitmen Kodau III dalam mendukung kerja sama internasional sesuai ketentuan hukum, dengan tetap menghormati kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Dari catatan media online di tanah Papua, Pasukan Amerika mendarat di dekat Bosnik, Kabupaten Biak Numfor pada 27 Mei 1944. Awalnya, perlawanan Jepang tampak ringan. Banyak perwira Amerika menduga bahwa pasukan Jepang telah meninggalkan pulau.

Namun kenyataannya, Jepang sengaja menahan tembakan, menyusun kembali posisi, dan menunggu waktu yang tepat untuk melancarkan serangan balasan.

“Secara strategis, Biak harus direbut. Jepang telah membangun tiga lapangan udara di pulau itu—Mokmer, Sorido, dan Borokoe. Menguasai lapangan udara ini bukan hanya akan mencegah musuh menggunakannya, juga memungkinkan pesawat pengebom Amerika menyerang Filipina, hanya 800 mil jauhnya,”tulis David Alan Johnson dalam artikelnya The Battle of Biak: A Terrifying Glimpse into the Soul of Mankind (warfarehistorynetwork.com).

Namun, perencana militer Amerika meremehkan kekuatan Jepang di Biak. Mereka memperkirakan hanya ada 4.400 tentara Jepang di pulau itu. Padahal jumlah sebenarnya lebih dari 11.400. Mereka juga mengira operasi ini hanya memerlukan waktu seminggu, namun itu adalah perkiraan keliru.

Menggutip wvhistoryonview.org melaporkan dalam pertempuran Biak adalah pertempuran yang terjadi selama Perang Dunia II di Biak, Papua Nugini, dari 27 Mei 1944 hingga 17 Agustus 1944.

Pertempuran ini terkenal karena merupakan kali pertama Jepang mengizinkan pendaratan pasukan AS tanpa perlawanan sehingga mereka akan terjebak dalam perangkap yang telah disiapkan Jepang di pedalaman.

Perebutan pulau itu menelan korban 474 jiwa dan 2.428 luka-luka di pihak AS. Jepang bertempur hingga akhir, kehilangan 6.100 orang tewas.

Tentara Jepang menggunakan gua-gua ini sebagai benteng dan menyimpannya dengan amunisi, makanan, dan air yang cukup untuk bertahan selama berbulan-bulan. [GRW]

ADVERTISEMENT

Komentar Facebook

Tags: Kedutaan Besar dan Konsulat Amerika SerikatKomando Daerah TNI Angkatan Udara IIIMarsda TNI Azhar Aditama
ShareTweetSend

Related Posts

No Content Available
Load More
ADVERTISEMENT
  • Tentang
  • Periklanan
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Redaksi
  • Karir

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?