
Jakarta, SatukanIndonesia.Com – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengumpulkan enam ketua umum partai politik di Istana Negara, Jakarta pada Selasa (2/5) malam. Pertemuan itu disebut agenda halal bi halal dan berdiskusi bagaimana kondisi perekonomian Indonesia di masa depan.
Namun, Ketua Bappilu DPP Partai Demokrat Andi Arief menilai pertemuan Jokowi dan para ketua umum di Istana tidak etis.
“Istana itu kan tempat presiden memimpin para bawahannya. Ketua umum pimpinan partai politik itu kan bukan bawahannya. Jadi menurut saya enggak etis sih mempertontonkan itu di depan rakyat,” kata Andi, saat dikonfirmasi, sebagaimana dilansir Liputan6.com, Rabu (3/5).
Andi menyarankan Jokowi agar tidak menggunakan fasilitas negara jika ingin mengumpulkan para ketua umum parpol.
“Kalau mau kongkow-kongkow ya silakan di rumah di tempat mana gitu tempat yang tidak mengandung unsur negara, silakan aja. Mau di kafe kek, mau di rumah ketua partai lain kek,” ujarnya.
Menurutnya, jika istana dijadikan sebagai tempat pertemuan pimpinan parpol justru membuat masyarakat sakit hati.
“Enggak cocok kalau di istana, dia kan presiden seluruh rakyat itu. Menyakiti hati rakyat itu,” tegas Andi.(***)













