
Jakarta, SatukanIndonesia.Com – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyebut dunia kini tengah mengalami krisis pangan sehingga berdampak pada harga beras. Dia mengatakan pemerintah membantu dengan memberikan beras 10 kg ke warga penerima manfaat.
Hal itu disampaikan Jokowi saat meninjau Gudang Bulog di Cibitung dan sekaligus menemui warga untuk memastikan penerimaan bantuan beras tersebut.
“Kalau di negara lain kan tidak ada bantuan bansos beras seperti yang kita miliki. Untung APBN kita mampu memberikan ya,” kata Jokowi saat berinteraksi dengan warga. “Inilah fungsi negara memberikan bantuan,” kata eks Gubernur DKI Jakarta itu, sebagaimana dilansir TEMPO.CO, pada Jumat (16/2/2034).
Pembagian bansos beras pemerintah seberat 10 kilogram sudah dilakukan pada Januari dan Februari. Bansos beras akan dibagikan sampai Juni 2024 dan akan diperanjang jika anggaran mencukupi.
Selain bansos CBP, Jokowi juga sudah mengesahkan BLT Mitigasi Risiko Pangan, diumumkan pada Senin, 29 Januari 2024, oleh Airlangga Hartarto. Sebanyak 18,8 juta warga akan mendapat 600 ribu. 200 ribu per bulan untuk Januari, Februari, dan Maret. Ini menjadi program pengganti BLT El Nino akhir tahun lalu.
Pada Januari 2024, pemerintah pusat menggelontorkan dana bantuan sosial senilai Rp 78,06 triliun.
Saat membagikan bantuan pangan di Cibitung, Jokowi ditemani Menteri Badan Usaha Milik Negara Erick Thohir, Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan, Kepala Badan Pangan Arief Prasetyo, Kepala Bulog Bayu Krishnamukti, dan Pj Gubernur Jawa Barat Bey Machmudin. (***)













