
SURABAYA, SATUKANAINDONESIA.Com – Pj Gubernur Jatim Adhy Karyono melakukan pertemuan instensif dengan Anggota Komisi III DPD RI Daerah Pemilihan Provinsi Jawa Timur, Lia Istifhama untuk membahas berbagai upaya mengoptimalkan pembangunan Jawa Timur melalui beberapa strategi di Provinsi Jawa Timur. Pertemuan anggota Komisi III DPD RI dengan Penjabat (Pj) Gubernur Jatim itu dilaksanakan di Gedung Negara Grahadi, Rabu (6/11).
Salah satu strategi tersebut adalah peningkatan persentase Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) bagi Jawa Timur. Sebagaimana diketahui, 65 persen hasil cukai tembakau nasional berasal dari Jawa Timur.
Sebagaimana disampaikan Pj Gubernur Jatim dalam beberapa kesempatan, dari kontribusi hasil cukai tembakau Jawa Timur, dana yang dikembalikan sebanyak 3 persen atau senilai 2,7 Triliun Rupiah dari total penerimaan 129 Trilyun rupiah di tahun 2023. Hasil tersebut dibagikan kepada 38 kabupaten/kota di Jawa Timur.
Pemprov Jatim sendiri menerima 700 Milyar Rupiah yang dibagi 50 persen untuk kesehatan. Sementara 40 persen lainnya untuk kesehatan dan sisa 10 persen untuk penegakan hukum terhadap pelanggaran cukai atau rokok ilegal.
Sehubungan dengan hal tersebut, ketika bertemu Ning Lia, Adhy Karyono kembali menyampaikan usulannya agar bagi hasil yang dimaksud ditingkatkan menjadi 5 persen. Menurutnya hal ini akan menolong Pemprov dalam pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat Jatim. Apalagi di tengah akan berkurangnya anggaran Jatim di tahun 2025.
“Ini akan sangat menolong karena tahun depan pendapatan Pemprov Jatim akan mengalami pengurangan 4 Triliun Rupiah karena Pajak Kendaraan Bermotor yang akan di geser ke Kabupaten, Kota,” Papar Pj Gubernur yang rekat dengan branding relawan kebencanaan ini.
Menanggapi hal tersebut Ning Lia (Panggilan Lia Istifhama) yang juga keponakan Khofifah Indar Parawansa ini menyatakan dukungannya dan berjanji akan turut memperjuangkan hal tersebut.
“Dengan serius dan semangat kami akan memperjuangkan aspirasi Pak Pj Gubernur. Selagi bisa apapun akan saya perjuangkan demi kepentingan masyarakat Jawa Timur. Saya hadir di senayan dengan satu tujuan untuk memperjuangkan kepentingan masyarakat Jawa Timur, ” ungkap Senator perempuan ini.
Selain perjuangan yang bermuara pada perubahan regulasi tersebut, salah satu senator pendatang baru ini juga berdiskusi terkait dengan 5 hal yang berkaitan dengan upaya revisi regulasi bagi peningkatan pembangunan dan kesejahteraan warga Jawa Timur. Kelima hal tersebut terkait dengan bagi hasil migas, dana perimbangan daerah, revisi UU Kelautan dan pergub tentang pemberdayaan pesantren.
Turut hadir dalam pertemuan tersebut beberapa pejabat Pemprov Jatim terkait. Diantaranya Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Jawa Timur Isa Anshori dan Kabiro Kesra Pemprov Jatim Imam Hidayat (Yos/Aji)













