
MANOKWARI, SATUKANINDONESIA.Com – Guna membantu pelayanan para Hamba Tuhan, Asosiasi Pendeta Indonesia (API) memberikan bantuan ke sejumlah Gereja di wilayah kabupaten Manokwari, provinsi Papua Barat.
Hal ini disampaikan Ketua Asosiasi Pendeta Indonesia di provinsi Papua Barat, Pdt. Junaidy D. Lian Saputro kepada media ini, Kamis (14/11/2024).
Dijelaskannya, pemberian bantuan ini merupakan bentuk kepedulian terhadap kondisi para hamba Tuhan yang bertugas di daerah terpencil, dan membutuhkan perhatian.
“Ini keterpanggilan dari hati nurani. Tapi sayangnya tidak semua gereja kita bantu, karena tentunya ada pengecualian atau kriteria yang kita gunakan,”ujar Pdt. Junaidy.
Ketua Badan Pengurus Daerah Gereja Bethel Indonesia (BPD GBI) provinsi Papua Barat dua periode ini mengatakan, pemberiaan bantuan untuk pembangunan gereja diantaranya di Gereja GBI Jemaat EN KRISTO dan GBI Jemaat di Kampung Wasegi Indah.
Lanjut, sebagai ketua BPD GBI juga sekaligus menghadiri penyerahan tanah Adat untuk pembangunan gedung Gereja di Kampung Majemus, Manokwari.
“Bantuan ini tidak hanya diberikan kepada GBI, tapi juga beberapa dedominasi gereja yang berada di kampung-kampung atau pedalaman yang jauh dari perkotaan,”tuturnya.
Selain bantuan pembagunan gedung Gereja, ia mengutarakan, Asosiasi Pendeta Indonesia juga menemukan berbagai persoalan yang sering dihadapi oleh para hamba Tuhan saat bertugas di daerah terpencil seperti biaya pendidikan anak-anak mereka (hamba Tuhan-red), kesejahteraan keluarga, dan biaya pengobatan.
Maka diharapkan kepada pemerintah daerah (Pemda) di tanah Papua untuk lebih memberikan perhatian penuh kepada para hamba Tuhan, yang sedang melayani umat Tuhan di daerah terpencil baik gunung, lembah, dan pesisir.
“Siapa pun dia yang menjadi pemimpin baik bupati, walikota, dan gubernur di tanah Papua wajib memeperhatikan gereja. Jangan lihat dari katanya, tapi lihat dari dekat. Harus ada pelayanan khusus pemerintah,”harapnya.
“Kita membutuhkan pemimpin-pemimpin yang takut Tuhan, ringan tangan untuk berkorban dalam pekerjaan Tuhan,”
Dalam kesempatan ini, sebagai ketua Asosiasi Pendeta Indonesia di provinsi Papua Barat berharap, pemerintah membangun asrama bagi anak-anak hamba Tuhan atau Pendeta yang sedang menempuh pendidikan di kota.
Ia menambahkan, pemerintah juga harus memberikan perhatian serius mengenai rumah bagi hamba Tuhan, karena sering terjadi ketika setelah bertugas sebagai hamba Tuhan dan pensiun, mereka (hamba Tuhan-red) belum memiliki rumah. [GRW]












