
KABUPATEN BEKASI, SATUKANINDONESIA.Com – Untuk mewujudkan rencana ekpansi usahanya dibidang perkantoran, PT Riung Mitra Lestari (RML) menggelar Ground Breaking Ceremony yang akan membangun gedung baru bernama “Grha Riung“ bertempat di Bulevard, Kecamatan Taruma Jaya Kabupaten Bekasi, Rabu (11/12/2024).
Gedung kantor yang akan dibangun perusahaan yang core binis utamanya dibidang pertambangan itu direncanakan terdiri dari 9 (sembilan) lantai.
Acara Ground Breaking Ceremony itu dihadiri oleh berbagai pihak, diantaranya dari PT RML itu sendiri, PT Hasana Damai Putra (HDP) sebagai pemilik lahan yang menjual tanah kepada PT RML, PT Jaya Konstruksi, perwakilan PT Bank BCA Syariah, Polsek Taruma Jaya, Pemerintah Kecamatan Taruma Jaya, Perwakilan Pemerintah Kab. Bekasi, dan elemen lainnya yang akan terlibat dalam pembanguan gedung baru tersebut.
Sementara dari PT RML sendiri hadir lengkap pengurusnya, yaitu Sigit Iswanto selaku Komisaris, Afify Jauhari sebagai Presiden Direktur, Totok Setiawan selaku Wakil Presiden Direktur, Yudha Saptata selaku Direktur.
Untuk menyempurnakan seremony itu, dibagian akhir acara masing-masing perwakilan yang terlibat dalam proyek pembangunan gedung bertingkat 9 (sembilan) itu secara bersama-sama menekan tombol sirene pertanda akan dimulainya pembangunan di wilayah Kota Harapan Indah milik PT HDP itu setelah sebelumnya di
“Dengan hormat kami mengundang Sigit Iswanto selaku Komisaris, Afify Jauhari sebagai Presiden Direktur, Totok Setiawan selaku Wakil Presiden Direktur, Yudha Saptata selaku Direktur PT Riung Mitra Lestari y untuk naik ke atas panggung bersama-sama menekan tombol sirene pertanda akan dimulainya pembangunan gedung Grha Riung“, kata Master Ceremony dalam acara tersebut.
Hanya saja, ada hal yang aneh dan janggal dari seorang staf PT Riung Mitra Lestari yang akan membangun gedung Grha Riung itu mengaku bernama Yoga alias Prayoga.
Yoga alias Prayoga dengan arogan dan sombong menyatakan kegiatan yang dilakukan diruang publik yang menutup satu arah jalan di Bulevard Harapan Indah itu menyatakan keberatan dan tidak dibolehkan diliput oleh Media.
“Tidak boleh diliput oleh Media dan pergi dari sini”, katanya dengan nada arogan sombong, walaupun Jurnalis SatukanIndonesia.Com telah memberitahukan identitasnya secara lengkap dan berulang-ulang dari Kanal Berita dan Kanal Youtube SATUKANINDONESIA.COM.
Ketika Yoga alias Prayoga yang menggunakan Rompi hitam dengan kemeja warna biru lengan panjang betuliskan vitur dan logo “Grha Riung” dan “Team Teknis” itu ditanya mengenai apa yang menjadi alasan tidak dibolehkan diliput oleh Media, Yoga tidak memberikan jawaban. Ia hanya mengulangi perkataan mengusir awak SatukanIndonesia.Com yang sedang berada di acara tersebut seraya memanggil tim keamanan yang dilokasi untuk mengusir awak media ini.

Menyaksikan arogansi oknum karyawan PT Riung Mitra Lestari yang akan membangun gedung Grha Riung itu, AKB {Purn) Sitorus yang kebetulan bersama awak Media ini setiap hari Jalan Pagi di areal tersebut mengecam dan mengutuk ulah tak terpuji dari Yoga alias Prayoga itu.
“Tak sepatutnya pihak yang akan memangun Grha Riung itu bersikap demikian karena acara dilakukan di ruang publik, tempat terbuka dan menutup jalan utama yang menghubungkan Harapan Indah dengan wilayah DK Jakarta”, kata AKB (Purn) Sitorus yang puluhan tahun bertugas di Lantas Polda Metro Jaya itu..
Menurut Sitorus, justru mereka bersyukur karena ada media yang meliput secara sukarela dan voluntir kegiatan seremony yang dilakukan oleh perusahaan yang akan membangun gedung bertingkat di areal Pengembang PT HDP tersebut.
“Ketika SatukanIndonesia.Com memperkenalkan diri secara lengkap dari Portal Berita Media SatukanIndonesia.Com akan meliput secara sukarela dan voluntir kegiatan seremony ditempat publik itu, justru harusnya bersyukur karena tak ada hal-hal yang harus dirahasiakan dalam kegiatan seremony itu”, ujarnya seraya membuat pertanyaan kecurigaan terhadap rencana pembangunan gedung bertingkat itu. (Laban/Redaksi)













