
Surabaya, satukanindonesia.com — Kepengurusan baru DPW Partai Perindo Jawa Timur langsung bergerak cepat usai resmi dilantik. Konsolidasi internal hingga penguatan struktur partai sampai tingkat desa menjadi fokus utama demi meningkatkan kekuatan politik menghadapi agenda elektoral mendatang.
Selain memperkuat mesin partai, Perindo Jatim juga mulai menyusun langkah strategis dengan membidik kalangan generasi muda melalui program ekonomi kerakyatan, pemberdayaan UMKM, hingga akses pendidikan.
Sekretaris Jenderal DPP Partai Perindo, Ferry Kurnia Rizkiyansyah menegaskan pentingnya soliditas seluruh elemen partai mulai dari tingkat DPW hingga ranting.
“Kekuatan partai tidak cukup hanya bertumpu pada kepengurusan wilayah, tetapi harus dibangun secara menyeluruh sampai ke akar rumput,” ujar Ferry usai pelantikan pengurus DPW Perindo Jatim di Oakwood Hotel & Residence Surabaya, Minggu (17/5).
Menurut mantan Komisioner KPU RI tersebut, konsolidasi menjadi langkah penting untuk memperkuat kerja politik sekaligus membangun kesiapan menghadapi pemilu berikutnya. Seluruh kader diminta aktif hadir di tengah masyarakat melalui berbagai program sosial dan penguatan ekonomi warga.
Ferry menegaskan, Perindo tetap mempertahankan identitas perjuangannya pada sektor ekonomi kerakyatan, terutama pengembangan UMKM dan usaha mikro. Fokus tersebut dinilai menjadi cara efektif membangun kedekatan dengan masyarakat kecil.
“Hasil Pemilu 2024 menjadi bahan evaluasi penting bagi Perindo untuk meningkatkan perolehan suara secara lebih signifikan pada pemilu mendatang,” katanya.
Sementara itu, Ketua DPW Partai Perindo Jawa Timur yang baru dilantik, Ahmad Jazuli optimistis partainya mampu meningkatkan kekuatan politik di Jawa Timur. Ia menargetkan Perindo dapat membentuk satu fraksi di tingkat provinsi serta menambah kursi legislatif di sejumlah kabupaten dan kota.
Menurut Jazuli, peluang tersebut terbuka lebar apabila seluruh kader mampu menjalankan kerja politik yang konsisten dan dekat dengan kebutuhan masyarakat. Karena itu, Perindo Jatim tetap fokus melakukan pendampingan terhadap pelaku UMKM, petani, nelayan hingga pedagang kecil.
Tak hanya itu, Perindo Jatim juga mulai serius membidik kalangan Gen Z dan milenial. Kelompok usia muda dinilai membutuhkan ruang kreativitas, peluang kerja, hingga akses pendidikan yang lebih luas.
Sebagai langkah konkret, Perindo Jatim menggandeng MNC University untuk menghadirkan program beasiswa pendidikan yang terbuka bagi masyarakat umum, tidak hanya kader partai.
Melalui pendekatan tersebut, Perindo berharap dapat membangun citra sebagai partai yang menghadirkan solusi nyata, khususnya bagi generasi muda dan pelaku ekonomi kecil di Jawa Timur.
Dalam kesempatan yang sama, mantan Ketua Umum PBNU, Aqil Siradj turut memberikan pandangan terkait arah perjuangan politik yang harus berpihak pada kesejahteraan rakyat.
Menurut Aqil, partai politik akan kehilangan makna apabila tidak memiliki kepedulian terhadap persoalan kemiskinan di masyarakat.
“Percuma berpartai, percuma menjadi anggota DPR kalau tidak peduli dengan kemiskinan. Yang paling penting itu,” ujar Aqil.
Ia juga mengajak seluruh elemen bangsa menghilangkan sekat perbedaan demi kemajuan Indonesia. Menurutnya, perjuangan membangun bangsa dapat dilakukan dari berbagai jalur selama bertujuan untuk kepentingan masyarakat luas.
“Kita ini satu bangsa, satu negara, satu bahasa. Lintas agama, lintas budaya, lintas etnis. Silakan berjuang dari mana saja untuk kemajuan negara,” tuturnya.
Aqil turut mendorong semangat fastabiqul khairat atau berlomba dalam kebaikan dalam kehidupan berbangsa dan berpolitik. Ia berharap Jawa Timur dapat menjadi teladan sebagai masyarakat yang beriman, bekerja keras, dan sejahtera tanpa pengangguran maupun kemiskinan .(Yos/Hiz)













