
Surabaya, SatukanIndonesia.com — Suasana di kantor DPW Partai Perindo Jawa Timur, Jumat lalu (13/3), terasa berbeda. Bukan sekadar agenda buka puasa biasa. Ada pesan politik yang ingin ditegaskan: memperkuat barisan kader sejak sekarang.
Dalam kesempatan tersebut, Ketua baru DPW Perindo Jawa Timur Ahmad Zazuli memanfaatkan momentum Ramadan itu untuk mengumpulkan kader, anak yatim, serta pelaku UMKM binaan partai dalam satu ruang kebersamaan. Bagi politisi muda Jatim ini, kegiatan sederhana seperti ini memiliki makna strategis.
“Sinergi kebersamaan adalah kunci. Kita ingin memastikan seluruh kader tetap solid dengan satu visi yang sama untuk meraih kemenangan pada Pemilu 2029,” ujarnya melalui ponsel kepada satukanindonesia.com, Minggu (15/3).
Puluhan anak yatim hadir dalam acara tersebut. Mereka duduk bersama para kader partai dan pelaku UMKM yang dilibatkan sebagai penyedia konsumsi acara. Bagi salah satu wakil ketua DPD KNPI Jatim ini, keterlibatan UMKM bukan sekadar teknis penyedia makanan.Terdapat pesan ekonomi yang ingin ditegaskan.
Perindo, ungkap dia, ingin menunjukkan keberpihakan pada ekonomi rakyat. Karena itu setiap kegiatan partai berupaya melibatkan pelaku usaha kecil yang selama ini menjadi bagian dari program pembinaan.
“UMKM harus terus kita dorong agar naik kelas. Dengan dilibatkan dalam kegiatan partai, produk mereka mendapat ruang untuk dikenal lebih luas,”
Bagi Zazuli, politik tidak bisa dilepaskan dari kerja sosial dan pemberdayaan ekonomi. Ketiganya harus berjalan beriringan. Karena itu dalam kegiatan buka bersama tersebut, unsur kemanusiaan juga menjadi perhatian.
Kehadiran anak-anak yatim, menurutnya, menjadi pengingat bahwa politik seharusnya tetap berpijak pada nilai kemanusiaan.
“Politik bagi Perindo adalah jalan pengabdian. Dengan berbagi bersama adik-adik yatim, kita diingatkan bahwa perjuangan partai harus membawa keberkahan bagi masyarakat,” tegas sosok yang dikenal dekat dengan tokoh NU KH. Marzuki Mustamar ini.
Pada bagian lain fungsionaris Ansor Jetim ini juga melihat, momentum Ramadan itu sekaligus menjadi ajang konsolidasi internal.
Cak Jaz (Panggilan akrab Zazuli) menilai soliditas kader menjadi faktor penentu dalam menghadapi kontestasi politik mendatang.
Ia pun meminta seluruh pengurus DPD Perindo di kabupaten dan kota di Jawa Timur melakukan kegiatan serupa. Tujuannya sederhana: menjaga kedekatan kader dengan masyarakat sekaligus membangun basis dukungan yang kuat.
“Semangat kebersamaan ini harus direplikasi di daerah. Kalau kader kompak dan dekat dengan rakyat, target besar 2029 bukan sesuatu yang mustahil,” pungkasnya (Yos).













