
Jakarta, satukanindonesia.com – Staf Khusus Menteri HAM Thomas Harming Suwarta menegaskan kebebasan pers merupakan bagian dari hak asasi manusia sehingga negara wajib memastikan penghormatan, pelindungan, penegakan, pemajuan, dan pemenuhannya.
“Kebebasan pers sejatinya adalah hak asasi, karena itu, kita bersama-sama, baik pemerintah maupun masyarakat, ikut terus mendorong ekosistem pers yang bebas, independen, dan tetap menjadi suar kepentingan publik; dan tentunya juga mendorong pemajuan hak asasi manusia dan demokrasi di Indonesia,” kata Thomas Harming Suwarta.
Pernyataan tersebut disampaikan Thomas saat mengikuti kegiatan fun walk bersama insan media dan masyarakat dalam rangka peringatan World Press Freedom Day 2026 di Jakarta.
Menurut Thomas, kondisi kebebasan pers di Indonesia saat ini semakin membaik di tengah fenomena ledakan informasi di berbagai platform digital.
Ia menilai media pers harus terus meningkatkan kualitas di tengah munculnya berbagai bentuk media baru.
“Media arus utama yang telah sekian lama bekerja dengan standar jurnalistik yang ketat kami harapkan terus bertumbuh dengan kualitas yang makin membaik. Bahwa ada banyak muncul media dengan bentuk baru yang tidak bisa kita hindari menjadi pendorong agar pers kita terus meningkatkan kualitas,” ujar Thomas.
Thomas menegaskan Kementerian Hak Asasi Manusia memiliki komitmen kuat untuk memastikan kebebasan pers di Indonesia terus berkembang.
Ia menilai media pers yang bebas, sehat, dan berkualitas akan tumbuh dalam ekosistem penghormatan HAM yang baik.
“Kalau HAM kita semakin baik, maka otomatis kebebasan pers kita juga semakin baik. Pemerintahan Presiden Prabowo yang memberi ruang penting bagi pembangunan HAM sudah otomatis memberi ruang kebebasan pers. Hal itu tidak perlu diragukan lagi,” kata Thomas.
Dalam upaya pengarusutamaan HAM, Kementerian HAM akan melibatkan jurnalis dan media pers di seluruh Indonesia untuk ikut aktif dalam agenda pembangunan HAM.
Thomas mengatakan kementeriannya akan membuka ruang luas bagi media dan dalam waktu dekat menggelar kelas khusus HAM untuk jurnalis.
“Pengarusutamaan HAM di Indonesia butuh pelibatan jurnalis dan media pers. Kementerian HAM membuka ruang itu secara lebar. Dalam waktu dekat, kami akan menggelar kelas khusus HAM untuk para jurnalis. Selain untuk membantu literasi HAM untuk jurnalis, juga dalam kerangka memastikan pelindungan HAM para jurnalis,” ujar Thomas.
Sementara itu, Ketua Dewan Pers Komaruddin Hidayat mengatakan kegiatan fun walk bersama insan pers menjadi momentum memperkuat komitmen menjaga prinsip jurnalistik.
“Fun walk kawan-kawan pers bersama Dewan Pers ini, bagi kami, memberikan satu suasana kebatinan, kehangatan, keakraban, dan juga sebuah komitmen bahwa pers semakin eksis mempertahankan prinsip pers, objektivitas, profesionalitas, dan juga etika,” kata Komaruddin Hidayat.(***)










