• Latest
  • Trending
  • All
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Internasional
  • Ragam Info
Demi Kesehatan Anak, Hendrik Marisan Perkuat Kapasitas ‘Pejuang Imunisasi’ di Papua Tengah

Demi Kesehatan Anak, Hendrik Marisan Perkuat Kapasitas ‘Pejuang Imunisasi’ di Papua Tengah

Juli 6, 2026
Kurangi Tetegangan, PM Kepalaun Solomon Serukan Dialog Papua Barat dan Indonesia

Kurangi Tetegangan, PM Kepalaun Solomon Serukan Dialog Papua Barat dan Indonesia

Juli 6, 2026
Mahasiswa KKN UNIPA Bantu Pelayanan Kesehatan di Teluk Wondama

Mahasiswa KKN UNIPA Bantu Pelayanan Kesehatan di Teluk Wondama

Juli 6, 2026
ADVERTISEMENT
Komisi I DPR Dorong Pembenahan Tata Kelola dan Penertiban Aset TNI

Komisi I DPR Dorong Pembenahan Tata Kelola dan Penertiban Aset TNI

Juli 6, 2026
Kemkomdigi Targetkan Kecepatan Internet Nasional 100 Mbps dalam Dua Tahun

Kemkomdigi Targetkan Kecepatan Internet Nasional 100 Mbps dalam Dua Tahun

Juli 6, 2026
Kuliah Umum di Undip, Menkeu Purbaya Jelaskan Menghadapi Dinamika Ekonomi Global

Kuliah Umum di Undip, Menkeu Purbaya Jelaskan Menghadapi Dinamika Ekonomi Global

Juli 6, 2026
Target Timnas Hingga Piala Dunia, Freeport Indonesia Lepas 20 Lulusan PFA

Target Timnas Hingga Piala Dunia, Freeport Indonesia Lepas 20 Lulusan PFA

Juli 5, 2026
Maskapai AMA Hentikan Sementara Seluruh Penerbangan di Papua

Maskapai AMA Hentikan Sementara Seluruh Penerbangan di Papua

Juli 5, 2026
Kapolri Pimpin Sertijab Enam Kapolda Diantaranya Papua Barat Daya

Kapolri Pimpin Sertijab Enam Kapolda Diantaranya Papua Barat Daya

Juli 5, 2026
Legalitas Arena Permainan di Lion Square Dipertanyakan, Tiga Hal Ini Jadi Sorotan

Legalitas Arena Permainan di Lion Square Dipertanyakan, Tiga Hal Ini Jadi Sorotan

Juli 5, 2026
Gereja Tegaskan Hentikan Kekerasan di Tanah Papua

Gereja Tegaskan Hentikan Kekerasan di Tanah Papua

Juli 5, 2026
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro
Senin, Juli 6, 2026
  • Login
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home Daerah

Demi Kesehatan Anak, Hendrik Marisan Perkuat Kapasitas ‘Pejuang Imunisasi’ di Papua Tengah

(Daerah)

Juli 6, 2026
in Daerah
0
0
SHARES
26
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp
ADVERTISEMENT
Tenaga Ahli Imunisasi Dinkes Papua Barat, Hendrik A. Marisan, SKM., MKM,

MANOKWARI, satukanindonesia.com –
Dinas Kesehatan (Dinkes) provinsi Papua Tengah memperkuat kapasitas para pengelola program imunisasi dengan menghadirkan Tenaga Ahli Imunisasi Dinkes Papua Barat, Hendrik A. Marisan, SKM., MKM, sebagai narasumber dalam kegiatan penguatan mikroplanning imunisasi kejar.

Kegiatan yang diikuti pengelola program imunisasi tingkat provinsi, kabupaten, hingga puskesmas se-Papua Tengah ini bertujuan meningkatkan kemampuan petugas dalam menyusun perencanaan berbasis data guna menekan angka anak yang belum pernah mendapatkan imunisasi (zero dose) maupun putus imunisasi (drop-out).

Dalam pemaparannya melalui zoom meeeting, Hendrik membagikan pengalaman pelaksanaan imunisasi kejar di berbagai wilayah Papua Barat, mulai dari daerah perkotaan hingga kawasan terpencil di kepulauan, pegunungan, dan kampung dengan akses terbatas.

Ia menegaskan, imunisasi kejar bukan berarti mengulang seluruh rangkaian vaksinasi dari awal, melainkan melanjutkan pemberian antigen yang belum diterima anak sesuai usia dan interval minimal yang telah ditetapkan.

“Imunisasi kejar bukan mengulang dari awal. Tugasnya adalah melanjutkan imunisasi yang belum diberikan sesuai umur anak dan interval minimal yang berlaku. Setiap anak berhak mendapat perlindungan penuh, kita tinggal memastikan tidak ada yang terlewat,”ujar Hendrik.

Sebagai strategi utama, Hendrik memperkenalkan konsep mikroplanning tujuh langkah yang telah diterapkan di Papua Barat. Tahapan tersebut meliputi analisis data cakupan imunisasi, pendataan sasaran, perhitungan kebutuhan logistik, penyusunan jadwal pelayanan, mobilisasi masyarakat, pelaksanaan pelayanan sesuai standar, hingga monitoring dan evaluasi secara berkala.

Menurutnya, penyusunan mikroplanning yang baik menjadi fondasi keberhasilan pelaksanaan imunisasi kejar karena seluruh kegiatan dirancang berdasarkan kondisi riil di lapangan.

Selain membahas perencanaan, Hendrik juga menguraikan pentingnya menjaga kualitas rantai dingin (cold chain) vaksin, terutama saat pelayanan dilakukan, di wilayah dengan akses yang sulit.

Dijelaskannya, tantangan pengelolaan vaksin berbeda antara daerah yang mudah dijangkau, wilayah dengan perjalanan darat maupun laut selama beberapa jam, hingga kawasan pegunungan dan kepulauan yang membutuhkan penanganan khusus agar mutu vaksin tetap terjaga.

“Keberhasilan pelayanan, di wilayah terpencil tidak hanya bergantung pada ketersediaan vaksin. Yang menentukan adalah kemampuan petugas menjaga mutu vaksin dari titik pengambilan hingga suntikan terakhir diberikan kepada anak,”katanya.

Dalam kesempatan itu, Hendrik juga mengingatkan, pentingnya kemampuan komunikasi petugas kesehatan dalam membangun kepercayaan masyarakat terhadap imunisasi.

Menurutnya, petugas tidak hanya berperan sebagai pemberi vaksin, tetapi juga edukator yang mampu menjelaskan manfaat imunisasi serta meluruskan berbagai informasi keliru yang berkembang di masyarakat.

Ia juga mendorong, setiap kegiatan imunisasi diintegrasikan dengan layanan kesehatan lainnya, seperti pemantauan pertumbuhan anak, konseling gizi, skrining penyakit tidak menular, hingga penyuluhan berbagai penyakit menular.

Pendekatan tersebut dinilai mampu meningkatkan partisipasi masyarakat, karena mereka memperoleh berbagai layanan kesehatan dalam satu kesempatan.

Hendrik lalu memberikan motivasi kepada seluruh peserta yang disebutnya sebagai “pejuang imunisasi” karena bekerja di medan yang penuh tantangan demi memastikan setiap anak memperoleh haknya atas perlindungan kesehatan.

Ia mengajak, seluruh petugas terus meningkatkan kompetensi, baik dalam aspek teknis pemberian vaksin maupun pemahaman mengenai penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi, tuberkulosis (TBC), infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), stunting, dan berbagai penyakit prioritas lainnya. [GRW]

ADVERTISEMENT

Komentar Facebook

Tags: Dinkes Provinsi Papua TengahHendrik MarisanPejuang Imunisasi
ShareTweetSend

Related Posts

No Content Available
Load More
ADVERTISEMENT
  • Tentang
  • Periklanan
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Redaksi
  • Karir

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?