• Latest
  • Trending
  • All
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Internasional
  • Ragam Info
Istana Bergemuruh saat Jokowi Umumkan Prabowo sebagai Menhan

Prabowo Sebut Dalang Demo Omnibus Law dari Asing

Oktober 13, 2020
BMKG Peringatkan Hujan Lebat dan Angin Kencang 8-9 Juni 2026

BMKG Peringatkan Hujan Lebat dan Angin Kencang 8-9 Juni 2026

Juni 8, 2026
Wamendagri Ribka Haluk Minta PIKI Berperan Aktif Mempengaruhi Kebijakan Publik

Wamendagri Ribka Haluk Minta PIKI Berperan Aktif Mempengaruhi Kebijakan Publik

Juni 8, 2026
ADVERTISEMENT
Kapolri Tegaskan Kalangan Sipil Dapat Duduki Jabatan Nonoperasional di Lingkungan Polri

Kapolri Tegaskan Kalangan Sipil Dapat Duduki Jabatan Nonoperasional di Lingkungan Polri

Juni 8, 2026
Pemprov DKI Pastikan Tarif Transjabodetabek Sesuai Kemampuan Warga

Pemprov DKI Pastikan Tarif Transjabodetabek Sesuai Kemampuan Warga

Juni 8, 2026
Meutya Hafid Terima Penghargaan Global Technology Leadership

Meutya Hafid Terima Penghargaan Global Technology Leadership

Juni 8, 2026
BPOM: Tidak Semua Kemasan Bisa Diklaim BPA Free

BPOM: Tidak Semua Kemasan Bisa Diklaim BPA Free

Juni 8, 2026
PBB Anugerahkan Medali Dag Hammarskjold kepada Dua Personel Perdamaian Republik Indonesia

PBB Anugerahkan Medali Dag Hammarskjold kepada Dua Personel Perdamaian Republik Indonesia

Juni 8, 2026
Prabowo Dengarkan Kisah Siswa Sekolah Rakyat di Bali, dari Belajar Membaca hingga Kembali Bersekolah

Prabowo Dengarkan Kisah Siswa Sekolah Rakyat di Bali, dari Belajar Membaca hingga Kembali Bersekolah

Juni 7, 2026
Anggota Komisi VI DPR Dukung Perampingan Anak Usaha BUMN untuk Tingkatkan Daya Saing

Anggota Komisi VI DPR Dukung Perampingan Anak Usaha BUMN untuk Tingkatkan Daya Saing

Juni 7, 2026
Don Dasco Layak Jadi Wapres, Apalagi Mendagri

Don Dasco Layak Jadi Wapres, Apalagi Mendagri

Juni 7, 2026
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro
Senin, Juni 8, 2026
  • Login
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home Nasional

Prabowo Sebut Dalang Demo Omnibus Law dari Asing

[Nasional]

Oktober 13, 2020
in Nasional
0
0
SHARES
98
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp
ADVERTISEMENT
Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto, yang juga menjabat Menteri Pertahanan RI dalam Kabinet Indonesia Maju.

Jakarta, Satukanindonesia.com – Aksi tolak pengesahan Omnibus Law Undang-undang Cipta Kerja terjadi di hampir seluruh kota di Indonesia sejak rapat paripurna DPR RI mengesahkannya pada Senin sore (5/10/2020). Dalam aksi-aksi tersebut, beberapa di antaranya–termasuk di Jakarta pada Kamis (8/10/2020) berujung ricuh.

Menanggapi aksi-aksi demonstrasi–termasuk yang berujung ricuh itu–Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto menyebut ada pihak yang sengaja menungganginya.

Tak tanggung-tanggung, pria yang juga kini menjabat Menteri Pertahanan RI tersebut bahkan menyebut pihak asing yang menjadi dalang demo omnibus law yang berujung rusuh tersebut.

“Saya ingin beri peringatan, hoaks ini berarti ada yang ingin ciptakan kekacauan, nah dan saya punya suatu keyakinan ini berasal dari luar negeri ada kekuatan asing negara tertentu yang tidak pernah suka Indonesia aman dan maju,” kata Prabowo dalam video wawancara milik Partai Gerindra, seperti dikutip dari CNNIndonesia.com, Senin (12/10/2020) malam.

Prabowo sendiri menilai rakyat yang melakukan aksi demonstrasi di sejumlah daerah itu justru belum membaca keseluruhan isi aturan yang baru disahkan itu. Ia menuding para pedemo itu termakan hoaks atau kabar bohong yang sengaja disebarkan berkaitan dengan Undang-undang Cipta Kerja ini.

“Jadi banyak sekarang ini yang kemarin demo belum baca hasil omnibus law itu. Dan banyak hoaks. Banyak hoaks dimana-mana,” kata pria yang telah tiga kali bertarung sebagai kandidat dalam Pilpres tersebut.

Prabowo pun memberi peringatan terkait pihak yang sengaja mengambil keuntungan dalam kerusuhan yang terjadi akibat demontrasi ini. Kata dia, memang ada pihak yang sengaja menciptakan kekacauan dan mengambil keuntungan dari semua kejadian tersebut.

Mantan Pangkostrad itu meyakini pihak yang dengan sengaja melakukan kekacauan di Indonesia ini justru berasal dari luar negeri dengan memanfaatkan tokoh-tokoh di Indonesia yang justru tak sadar sedang diperalat.

“Jadi ya ini kadang, tokoh-tokoh kita lihat dia yakin dia benar, tapi dia lakukan sesuatu dia tidak sadar sebetulnya ini permainan orang lain. Dan kita, selalu saya katakan dari ratusan tahun lalu selalu diadu domba,” kata Prabowo.

Terlepas dari itu semua, Prabowo mengaku sangat memahami kesulitan yang saat ini dialami oleh para buruh di tengah pandemi Covid-19. Apalagi partai yang dia ketuai yakni Partai Gerindra dia klaim selalu berusaha memperjuangkan hak-hak buruh. Bahkan, klaimnya, saat omnibus law Ciptaker ini mulai dibahas di DPR, Partai Gerindra selalu berusaha membela kepentingan para buruh.

“Partai Gerindra juga paling keras bela kepentingan semua dan dengan sungguh-sungguh. Dari permintaan buruh sudah diakomodasi 80 persen,” katanya.

Prabowo juga mengimbau kepada masyarakat untuk tak gegabah dalam mengambil keputusan dan bersikap akan sesuatu. Apalagi Indonesia juga tengah menghadapi pandemi dunia, Covid-19.

Hal utama yang saat ini harus diselesaikan adalah Covid-19 yang telah banyak menyengsarakan masyarakat baik dari segi kesehatan maupun ekonomi. Prabowo juga tak menganjurkan anak muda turun ke jalanan untuk berdemonstrasi di tengah pandemi Covid-19 hanya berdasarkan informasi hoaks yang disebarkan pihak tertentu.

“Saya lihat banyak yang enggak pakai masker dan pakai masker juga bersentuhan terlalu dekat ini mencelakakan anak-anak kita ini,” kata Prabowo.

Sementara banyak anak muda dan masyarakat yang harus bersinggungan dan membahayakan diri saat berdemonstrasi, dalang demo omnibus law ini kata dia justru tak bertanggung jawab sama sekali.

“Dalangnya justru tak bertanggungjawab. Saya sangat prihatin. Ini kan lagi Covid, cobalah kita sabar, atasi dulu, kita perbaiki kita coba kalau nanti undang-undang ini tidak bagus, kalau tidak terlaksana baik bawa ke judicial review bawa ke MK,” katanya.

Sebagai informasi, demo penolakan omnibus law Ciptaker berlangsung di sejumlah daerah di Indonesia sejak undang-undang itu disahkan dalam rapat paripurna DPR pada Senin sore (5/10/2020).

Pada 5-7 Oktober 2020, Polri berhasil menyekat massa aksi sehingga tidak melakukan unjuk rasa di kawasan ibu kota RI tersebut. Namun, pada Kamis (8/10/2020), massa tak terbendung dan berupaya mendekati Istana Kepresidenan–setidaknya lewat dua arah yakni dari kawasan Simpang Harmoni dan Thamrin.

Aksi pada Kamis itu pun berlangsung ricuh dan mengakibatkan bentrokan antara massa dengan aparat kepolisian. Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) sendiri saat hari itu tak berada di Jakarta karena sedang melakukan kunjungan kerja meninjau food estate di Kalimantan Tengah. Sementara itu, DPR sendiri tengah masa reses hingga 8 November mendatang, namun penjagaan polisi atas kawasan komplek parlemen pun tak diperlonggar justru diperketat pada hari itu.

Aksi menolak omnibus law UU Ciptaker sendiri terus berlangsung saban harinya di sejumlah daerah di Indonesia, termasuk massa buruh yang kembali mencoba mendekati Istana Kepresidenan kemarin. Hari ini, Selasa (13/10/2020) pun rencananya akan ada pula aksi massa tolak UU Ciptaker di Jakarta yang bakal dilakukan aliansi PA 212 dkk.

Terkait tudingan pemerintah soal dalang demo omnibus law dan massa aksi termakan hoaks, Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) menilai pemerintahan Joko Widodo tengah memutar balik narasi penolakan omnibus law UU Ciptaker. (**)

Sumber

ADVERTISEMENT

Komentar Facebook

Tags: Demo Tolak Omnibus LawNasionalOmnibus LawUU Cipta Kerja
ShareTweetSend

Related Posts

Anggota DPD RI Dukung Perjuangan Suku Awyu dan Moi Tolak Sawit

Anggota DPD RI Dukung Perjuangan Suku Awyu dan Moi Tolak Sawit

Juni 5, 2024
Tidak Setuju RUU Omnibus Law Ciptaker, Buruh Jateng Serukan Aksi Perlawanan

Tuntut Cabut UU Cipta Kerja Hingga UU Kesehatan, Buruh Kembali Gelar Aksi di Depan Istana

Agustus 10, 2023
Ini Tujuh Tuntutan Buruh Saat May Day Yang Bakal Diikuti 50 Ribu Buruh

Ini Tujuh Tuntutan Buruh Saat May Day Yang Bakal Diikuti 50 Ribu Buruh

April 30, 2023

Senator Papua Barat Nilai Pemerintah Pusat Amputasi Otonomi Daerah

Februari 10, 2023

Wakil Ketua DPD RI, Sultan B Najamudin: Hakim MK Sangat Wise keputusannya Mengenai UU Ciptaker

November 28, 2021
Load More
ADVERTISEMENT
  • Tentang
  • Periklanan
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Redaksi
  • Karir

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?