
Jakarta, SatukanIndonesia.com – Apapun resiko nya yang akan dihadapi, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan dengan tegas, pemerintah akan tetap hentikan ekspor mineral dan batu bara (minerba) dalam bentuk bahan mentah.
Meskipun mendapatkan gugatan dari Internasional melalui Organisasi Perdagangan Dunia (WTO), Jokowi tidak akan gentar dan tetap jalan terus.
Baca Juga: Bakamla RI Berhasil Amankan Dua Kapal Super Tanker
“Dengan risiko apapun, satu per satu (ekspor bahan mentah) akan saya stop. (ekspor) bijih nikel stop, kita digugat WTO, silakan gugat. Nanti stop ekspor bauksit, stop, mesti ada gugatan, silakan gugat. Enggak apa-apa, kita hadapi,” kata Jokowi, dikutip SatukanIndonesia.com dalam siaran Youtube Sekretariat Presiden, Rabu, (26/1/2022).
Ia menegaskan jika tidak segera dihentikan, maka Indonesia akan menjadi negara pengekspor bahan mentah sejak zaman VOC.
“Kalau enggak, sejak zaman VOC sampai kapanpun, kita akan menjadi pengekspor bahan mentah, bahan mentah, enggak rampung-rampung. Pala, coklat semuanya. Rempah-rempah semuanya. Yang menikmati yang punya nilai tambah, yang menikmati yang punya industri,” tegasnya.
Baca Juga: Ngeri! Warga Dayak Gelar Ritual Potong Hewan, Terimalah Kematianmu Edy
Ia kembali menyampaikan yang paling penting dari hilirisasi industri adalah tidak lagi mengekspor bahan mentah. Indonesia harus mulai segera mengekspor barang-barang jadi atau setengah jadi.
“Kemarin saya baru saja dari Muara Enim, untuk meletakkan batu pertama pembangunan industuri DME, Dimetil eter, yang itu nanti dipakai untuk LPG. Ini juga sama, kita ekspor bahan mentah batu bara, mentahan terus, mentahan, mentahan, mentahan, padahal yang namanya batu bara itu bisa menjadi metanol, bisa menjadi DME,” ujarnya.
Baca Juga: KSAD Dudung Abdurachman: Pelantikan Pangkostrad Dilakukan Pekan Depan

Ia pun kembali menegaskan kepada semua pihak untuk mulai berhenti berpikir mengekspor bahan mentah.
“Ini yang dibutuhkan rakyat. Jangan sekali lagi berpikir ekspor bahan mentah, ekspor bahan raw material, ekspor nikel ore, nggak ada. Pola pikir kita harus kita ubah. Ini harus menjadi negara industri kalau kita mau maju. Karena nilai tambahnya ada di situ,” ungkap Jokowi. (nal/SI)













