• Latest
  • Trending
  • All
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Internasional
  • Ragam Info
Australia-PNG Diingatkan Menghormati Kedaulatan Indonesia

Australia-PNG Diingatkan Menghormati Kedaulatan Indonesia

Oktober 15, 2025
KY Bersama PPATK Perkuat Sinergi Awasi Integritas Hakim

KY Bersama PPATK Perkuat Sinergi Awasi Integritas Hakim

Juli 19, 2026
Perkuat Budaya Keselamatan Berlayar, Kemenhub Bagikan 150 Jacket Life Bagi Nelayan Muara 

Perkuat Budaya Keselamatan Berlayar, Kemenhub Bagikan 150 Jacket Life Bagi Nelayan Muara 

Juli 19, 2026
ADVERTISEMENT
Mentan Amran Ajak Mahasiswa Bangun Bisnis Sejak Kuliah

Mentan Amran Ajak Mahasiswa Bangun Bisnis Sejak Kuliah

Juli 19, 2026
Anggota DPRD Kota Batam Dr Muhammad Mustofa Hadiri Pisah Sambut Danyonif 10 Marinir/SBY, Tegaskan Sinergi untuk Batam Aman dan Kondusif

Anggota DPRD Kota Batam Dr Muhammad Mustofa Hadiri Pisah Sambut Danyonif 10 Marinir/SBY, Tegaskan Sinergi untuk Batam Aman dan Kondusif

Juli 19, 2026
TNI AL Lanal Labuan Bajo Bersama Tim SAR Gabungan Evakuasi Wisatawan Tenggelam di Perairan Pulau Kelor

TNI AL Lanal Labuan Bajo Bersama Tim SAR Gabungan Evakuasi Wisatawan Tenggelam di Perairan Pulau Kelor

Juli 19, 2026
Final Piala Dunia 2026 Jadi Panggung Persatuan Warga Bekasi, DPRD Dukung Spanyol, KADIN Tak Persoalkan Siapa Juara, UMKM Diprediksi Panen Cuan

Final Piala Dunia 2026 Jadi Panggung Persatuan Warga Bekasi, DPRD Dukung Spanyol, KADIN Tak Persoalkan Siapa Juara, UMKM Diprediksi Panen Cuan

Juli 18, 2026
HUT ke-3  FPRMI Kepri Perkuat Kompetensi Wartawan dan Literasi Media, Lintong C. Manurung: Pers Daerah Harus Profesional, Independen, dan Berintegritas

HUT ke-3  FPRMI Kepri Perkuat Kompetensi Wartawan dan Literasi Media, Lintong C. Manurung: Pers Daerah Harus Profesional, Independen, dan Berintegritas

Juli 18, 2026
Pansus 18 Tekankan Pentingnya Penguatan Bank Bandung Lewat Penyempurnaan Regulasi

Pansus 18 Tekankan Pentingnya Penguatan Bank Bandung Lewat Penyempurnaan Regulasi

Juli 18, 2026
Komisi III Akan Bentuk Tim Perumus yang Mengawal Pemulihan Anggaran

Komisi III Akan Bentuk Tim Perumus yang Mengawal Pemulihan Anggaran

Juli 18, 2026
Alumni AAL Angkatan Ke-40 Tahun 1994 Renovasi Jembatan Untuk Wujudkan Akses dan Harapan Masyarakat

Alumni AAL Angkatan Ke-40 Tahun 1994 Renovasi Jembatan Untuk Wujudkan Akses dan Harapan Masyarakat

Juli 18, 2026
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro
Minggu, Juli 19, 2026
  • Login
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home Daerah

Australia-PNG Diingatkan Menghormati Kedaulatan Indonesia

[Internasional]

Oktober 15, 2025
in Daerah, Internasional, Nasional, News
0
0
SHARES
35
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp
ADVERTISEMENT

MANOKWARI, satukanindonesia.com – Pemerintah Indonesia menyatakan, Australia dan Papua Nugini (PNG) menghormati kedaulatan dan kemerdekaannya, menyusul penandatanganan perjanjian pertahanan antara kedua negara tersebut.

Perjanjian yang ditandatangani di Canberra pada Senin (13/10/2025) itu menimbulkan, pertanyaan mengenai peran Australia jika ketegangan antara Indonesia dan kelompok bersenjata Papua Barat meningkat.

Demikian dikutip dari laman RNZ Pasifik, Selasa (14/10/2025), yang melansir pemberitaan ABC News.

Vahd Nabyl, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Indonesia mengatakan, pihaknya memberikan perhatian serius terhadap penguatan kerja sama pertahanan kedua negara tetangga itu.

“Indonesia menghormati hak setiap negara untuk memperkuat sistem pertahanannya. Kami percaya kerja sama semacam ini akan berkontribusi pada perdamaian dan stabilitas kawasan, serta menghindari eskalasi persaingan geopolitik,”ujar Nabyl kepada ABC.

Perjanjian Pukpuk, yang digambarkan sebagai aliansi baru pertama Australia dalam lebih dari 70 tahun, mengikat kedua negara untuk menghadapi ‘bahaya bersama’ sesuai proses konstitusional masing-masing.

Namun, kesepakatan itu memunculkan kekhawatiran di Jakarta mengingat konflik berkepanjangan di Papua Barat.

FOTO: Pulau New Guinea, hutan tropis terbesar ketiga di dunia, kaya sumber daya alam. Di wilayah ini terdapat tambang Freeport di Bumi Amungsa dan Ok Tedi Mining dekat perbatasan Pegunungan Bintang. Sekitar 20.000 warga Papua Barat mengungsi ke PNG, di mana banyak keluarga memiliki hubungan kekerabatan lintas perbatasan//ISTIMEWA

Pulau New Guinea, hutan tropis terbesar ketiga di dunia, kaya sumber daya alam. Di wilayah ini terdapat tambang Freeport di Bumi Amungsa dan Ok Tedi Mining dekat perbatasan Pegunungan Bintang.

Dalam beberapa tahun terakhir, pertempuran antara aparat keamanan Indonesia dan kelompok bersenjata Papua meningkat, dengan wilayah perbatasan Indonesia–PNG kerap menjadi titik sensitif.

Ribuan warga Papua Barat yang mengungsi mencari perlindungan di wilayah PNG, sementara Indonesia memperketat pengawasan perbatasan dan mengerahkan pasukan tambahan.

Nabyl menegaskan, Indonesia menjaga kerja sama, komunikasi, dan koordinasi yang kuat dengan PNG untuk menjamin keamanan di perbatasan.

“Pemerintah Indonesia berharap Australia dan PNG tetap menegakkan kedaulatan dan integritas wilayah kami. PNG secara konsisten telah menegaskan sikap hormatnya terhadap kedaulatan Indonesia,”katanya.

 

Pakar militer dari lembaga pemikir Verve Research, Dr. Natalie Sambhi menilai, baik Indonesia maupun PNG kemungkinan akan berupaya meminimalkan ketegangan akibat pergerakan pejuang Papua Barat di perbatasan.

“Kecuali jika terjadi pelanggaran berat hak asasi manusia yang memicu sentimen anti-Indonesia di wilayah perbatasan, status quo kemungkinan tetap bertahan,”ujarnya.

Dr. Sambhi menambahkan, meskipun perjanjian pertahanan baru itu mewajibkan kedua negara menghadapi ancaman bersama, ruang interpretasi masih terbuka.

“Skenario masa depan bisa saja muncul di mana Australia dipaksa berpihak pada PNG. Namun, keputusan seperti itu harus mempertimbangkan sejarah panjang hubungan pertahanan dengan Indonesia serta risiko diplomatik jangka panjang,”katanya.

Ia menilai, kehadiran pasukan Australia yang lebih dekat ke wilayah Indonesia dapat menimbulkan kekhawatiran, terutama di kalangan militer yang masih menyimpan trauma geopolitik pasca kemerdekaan Timor Leste.

Sementara Perdana Menteri PNG James Marape menegaskan, perjanjian Pukpuk tidak mewajibkan Australia membantu negaranya jika terjadi konflik di perbatasan Indonesia.

“Kami memiliki dialog yang sehat dengan Indonesia, dan saya 100 persen yakin Indonesia tidak akan tersinggung dengan perjanjian ini. Mereka memahami kebutuhan kami,”kata Marape.

Ia juga mengakui, pemerintahnya tidak membahas isi perjanjian Pukpuk dengan Indonesia sebelum penandatanganan dilakukan.

Dicecar apakah Indonesia akan menjalin perjanjian pertahanan serupa dengan Australia atau Negara besar lain seperti Tiongkok, Nabyl menegaskan, Indonesia tetap berpegang pada prinsip politik luar negeri bebas aktif.

“Prinsip ini berarti kami menghindari bentuk aliansi militer atau pertahanan dengan negara mana pun,”ujarnya.

Dr. Sambhi menjelaskan, meskipun hubungan Indonesia–Tiongkok tampak erat dalam bidang ekonomi dan infrastruktur, kerja sama militer Indonesia masih didominasi oleh ‘mitra tradisional’ seperti Amerika Serikat dan Australia melalui latihan bersama.

“Presiden Prabowo juga aktif memperluas jejaring pertahanan dengan Inggris, Rusia, Prancis, India, Kanada, dan negara-negara Teluk,”ujarnya.

Pada akhirnya, Nabyl menekankan, setiap negara memiliki tanggung jawab bersama untuk menjaga keamanan regional.

“Kami yakin PNG dan Australia memahami tanggung jawab ini. Indonesia akan terus berdialog dengan kedua negara mengenai isu-isu pertahanan yang berdampak pada kawasan,”katanya.

Dr. Sambhi menambahkan, perjanjian Australia–PNG juga dapat menguntungkan Indonesia dengan memperkuat kapasitas PNG menghadapi ancaman keamanan non-tradisional seperti keamanan maritim, bantuan kemanusiaan, dan penanggulangan bencana. [**/GRW]

ADVERTISEMENT

Komentar Facebook

Tags: AustraliaAustralia–PNGkedaulatan IndonesiaPapua Nugini
ShareTweetSend

Related Posts

Perlancar Perdagangan Produk Halal, Australia dan Indonesia Lakukan MoU

Perlancar Perdagangan Produk Halal, Australia dan Indonesia Lakukan MoU

Juli 14, 2026
Tiga Universitas di Tanah Papua Resmi Bergabung dalam Kerjasama Riset Regional

Tiga Universitas di Tanah Papua Resmi Bergabung dalam Kerjasama Riset Regional

Mei 16, 2026
Khawatir atas Konflik Papua Barat, PNG Serukan ‘Zona Penyangga’ dengan Indonesia

Khawatir atas Konflik Papua Barat, PNG Serukan ‘Zona Penyangga’ dengan Indonesia

Desember 5, 2025

PORT VISIT Papua Nugini 2025, TNI AL Gelar Bakti Sosial dan Kesehatan Untuk Masyarakat

September 18, 2025

Sekjend PBB Berpidato di Parlemen Nasional PNG

September 4, 2025
Load More
ADVERTISEMENT
  • Tentang
  • Periklanan
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Redaksi
  • Karir

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?