
Jakarta, SatukanIndonesia.com – Dalam rangka pembelian dan reparasi kapal penelitian serbaguna untuk memajukan kelautan nasional, Indonesia akan menandatangani peminjaman dana dengan Prancis.
Total pembiayaan pinjaman mencapai 107 juta Dolar atau sekitar Rp1,5 triliun.
Perjanjian tersebut akan dilakukan oleh Direktur Agence Française de Développement (AFD) di Indonesia Emmanuel Baudran, dan Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko-Kemenkeu RI Luky Alfirman, di hadapan Menteri Kelautan Prancis pada 10 September 2021 di Jakarta. Adapun Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), serta Pelaksana Harian (Plh.) Kepala Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) akan menjadi saksi agenda tersebut.
Melalui LIPI, dana tersebut dikelola untuk pembiayaan pengadaan Kapal Riset Multiguna (Multi-Purposes Research Vessel) dengan komponen Retrofit Kapal Baruna Jaya VIII, pengadaan Kapal Riset Baru, serta pembangunan kapasitas SDM Kelautan Nasional.
Pelaksana Harian Kepala LIPI, Agus Haryono, menjelaskan proyek pengadaan Kapal Riset Multiguna ini merupakan upaya dalam menjawab kebutuhan infrastruktur untuk membangun riset kelautan nasional.
Hal ini sesuai dengan hasil kajian Feasibility Studies (studi kelayakan) pada 2018-2019, serta rekomendasi Konsorsium Riset Samudera Nasional yang menyebut perlunya dilakukan pembiayaan dari skema pinjaman luar negeri.
“Saat ini enam armada penelitian yang ada di Indonesia secara umum membutuhkan perbaikan guna memenuhi standar internasional. Melalui program ini juga diharapkan penggunaan dan pengelolaan armada secara terbuka dan profesional serta dimanfaatkan bersama sehingga fasilitas riset yang ada menjadi enabler dalam menciptakan ekosistem riset kelautan nasional,“ ungkap Agus dalam keterangan tertulis, Selasa (8/6/2021).
Ia menambahkan, LIPI memiliki kekuatan dan kemampuan dalam melaksanakan riset keanekaragaman hayati, salah satunya yang bersumber dari kekayaan hayati laut.
“Dokumen ‘Foresight Riset Kelautan 2020–2035 oleh Pusat Penelitian Oseanografi LIPI yang dijadikan dasar dalam kebijakan riset kelautan nasional. Dokumen tersebut menjadi salah satu bukti bahwa kekayaan hayati laut mengambil peranan penting dalam riset keanekaragaman hayati,” terang Agus.
Kepala Pusat Pemanfaatan Inovasi dan Iptek LIPI, Yan Rianto, mengatakan pemanfaatan dana pinjaman yang direncanakan selama lima tahun ini akan digunakan untuk memperbaiki infrastruktur armada kapal riset, termasuk retrofit dan pembangunan kapal baru. Selain itu, dana tersebut juga akan dimanfaatkan untuk membangun kapasitas SDM Armada Kapal Riset yang terdiri dari para peneliti dan fleet management.
“Pengelolaan armada kapal riset juga akan diperbaiki dengan menggunakan skema pengelolaan profesional dan memenuhi standar internasional, dalam membangun kerja sama dengan pelaku swasta. Diharapkan, setelah dilakukan investasi besar-besaran ini armada kapal riset dapat secara optimal melayani kebutuhan riset nasional, baik kebutuhan yang berasal dari dalam negeri maupun luar negeri,” imbuhnya.
Pada 9 September 2021, agenda akan dilanjutkan dengan kunjungan Menteri Kelautan Prancis ke Dermaga Pelabuhan Nizam Zachman, Jakarta. Kunjungan ini akan diterima oleh Deputi Bidang Ilmu Pengetahuan Kebumian LIPI dan dipandu oleh Kepala Pusat Penelitian Laut Dalam LIPI, Nugroho Dwi Hananto.
Beberapa kegiatannya yaitu kunjungan ke Baruna Jaya VIII, kapal penelitian oseanografi LIPI yang akan direnovasi dan kunjungan menara kontrol untuk meninjau pelabuhan.
“Selain itu, akan disajikan pula presentasi proyek pengembangan pelabuhan, mengenai pengembangan pelabuhan perikanan lingkar luar (eco-fishing port) dan pelabuhan perikanan terintegrasi, serta pasar ikan internasional,” pungkas Nugroho. (FA/SI).













