• Latest
  • Trending
  • All
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Internasional
  • Ragam Info
Bencana Longsor di Imogiri, 2 Korban Masih Dicari hingga Kendala Tanah Yang Labil

Bencana Longsor di Imogiri, 2 Korban Masih Dicari hingga Kendala Tanah Yang Labil

Maret 26, 2019
RUU HAM Diharapkan Atur Rekomendasi Komnas HAM Berdaya Paksa

RUU HAM Diharapkan Atur Rekomendasi Komnas HAM Berdaya Paksa

Oktober 27, 2026
Presiden Prabowo Didesak Evaluasi Total 25 Tahun Otsus Papua

Presiden Prabowo Didesak Evaluasi Total 25 Tahun Otsus Papua

Oktober 27, 2026
ADVERTISEMENT
Kemkomdigi dan Polri Perkuat Kerja Sama Tangani Kejahatan Digital

Kemkomdigi dan Polri Perkuat Kerja Sama Tangani Kejahatan Digital

Oktober 27, 2026
Pokja Wartawan Bekasi akan Gelar Dialog Interaktif Persiapan Pelaksanaan Porprov XV Jabar 2026

Pokja Wartawan Bekasi akan Gelar Dialog Interaktif Persiapan Pelaksanaan Porprov XV Jabar 2026

Oktober 27, 2026
NTNT TNI AL-RSN 2026 Tingkatkan Kerja Sama Saling Menguntungkan Kedua Pihak

NTNT TNI AL-RSN 2026 Tingkatkan Kerja Sama Saling Menguntungkan Kedua Pihak

Oktober 27, 2026
Prof Grace Kandou Dinilai Mampu Wujudkan Unsrat Unggul, Riset Berdampak, dan Berdaya Saing Global

Prof Grace Kandou Dinilai Mampu Wujudkan Unsrat Unggul, Riset Berdampak, dan Berdaya Saing Global

Oktober 27, 2026
Ratusan Wartawan Senior Ikut Cek Kesehatan Gratis

Ratusan Wartawan Senior Ikut Cek Kesehatan Gratis

Oktober 27, 2026
Jelang Natura, Mendagri Tito : Penyaluran Bansos dan Operasi Pasar Penting

Jelang Natura, Mendagri Tito : Penyaluran Bansos dan Operasi Pasar Penting

Oktober 27, 2026
Skema Impor Minyak di Ubah, Pemerintah Tugasnya BLU sebagai Pelaksana

Skema Impor Minyak di Ubah, Pemerintah Tugasnya BLU sebagai Pelaksana

Oktober 27, 2026
Tak Ada Pelanggaran Kontrak, Indonesia Pangkas Ekspor Gas ke Singapura

Tak Ada Pelanggaran Kontrak, Indonesia Pangkas Ekspor Gas ke Singapura

Oktober 27, 2026
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro
Selasa, Oktober 27, 2026
  • Login
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home Nasional

Bencana Longsor di Imogiri, 2 Korban Masih Dicari hingga Kendala Tanah Yang Labil

[Nasional]

Maret 26, 2019
in Nasional
0
0
SHARES
272
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp
ADVERTISEMENT

DIY, SatukanIndonesia.com – Tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bantul, DIY, terus melakukan pencarian korban longsor di Imogiri.

Sementara itu, Dinas Kebudayaan Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) akan segera memperbaiki kompleks makam raja-raja Mataram di Imogiri, Bantul, yang longsor pada Minggu (17/3/2019) malam.

Namun, penanganan perbaikan masih memerlukan koordinasi dengan berbagai pihak terkait. Berikut ini fakta lengkap bencana banjir dan longsor di DIY:

1. Tiga korban meninggal dan dua diduga masih tertimbun longsor

BPBD Bantul, Yogyakarta, mencatat tiga korban tewas dan dua masih dalam pencarian akibat bencana longsor di di Imogiri, Bantul, Yogyakarta.

“Total sampai saat ini ada 3 korban tewas dan 2 orang masih dalam pencarian,” kata Kepala Pelaksana BPBD Bantul Dwi Daryanto saat dihubungi wartawan melalui sambungan telepon, Senin (18/03/19).

Korban ketiga adalah Painem (71), warga Numpukan, Karangtengah, Imogiri, yang diketahui mengalami hipotermia karena banjir.

Sudiatmojo (86) menjadi korban tanah longsor di Kedungbuweng, Pajimatan, Wukirsari, Imogiri.

Satu korban lain diketahui bernama Sukiyat (56), warga Nogosari 2, Selopamioro, Imogiri. “Korban hanyut semalam (Minggu, 17/3/2019) saat berada di pos ronda dan baru ditemukan siang ini,” ujarnya.

2. Kondisi tanah di lokasi longsor masih labil

Pencarian korban longsor di Dusun Kedungbuweng, Imogiri, yakni Eko Supatmi (46) dan Rufi Kusuma Putri (9), sempat dihentikan. Hal ini karena kondisi medan yang sulit dan sudah malam.

“Kami memutuskan bersama dandim dan polres untuk menghentikan proses pencarian. Besok pagi sekitar pukul 08.00 sudah mulai dilanjutkan,” kata Dwi Daryanto, Senin (18/03/19).

Dwi menjelaskan untuk mencari kedua korban, pihaknya sudah menerjunkan tiga alat berat, tetapi hingga petang belum ditemukan. Selain itu, alat berat juga sulit bergerak karena kondisi tanah masih labil.

“Kesulitannya tanah di atas masih bergerak labil. Ada aliran air yang liar,” ucapnya.

3. Penyebab bencana banjir dan longsor di DIY

Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati menjelaskan, penyebab banjir dan longsor di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta pada Minggu (17/03/19) ialah cuaca ekstrem.

Cuaca ekstrem itu diakibatkan topan Savannah. Saat ini, imbas Savannah sudah mulai berkurang, tetapi masyarakat tetap harus waspada.

“Pertanyaannya kapan akan terjadi longsor? Menunggu pemicu. Pemicunya apa? Antara lain curah hujan yang ekstrem. Bisa juga pemicunya gempa bumi atau getaran sehingga kalau ditanya kapan longsornya, ya tinggal menunggu turunnya hujan yang ekstrem atau terjadinya getaran seperti itu,” kata Dwikorita.

4. BNPB peringatkan cuaca ekstrem di DIY

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengimbau masyarakat di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta untuk mewaspadai potensi terjadinya bencana banjir dan longsor akibat anomali cuaca dalam beberapa hari ke depan.

“Fenomena alam peningkatan aliran udara basah dari Asia menuju wilayah Jawa teridentifikasi berlangsung hingga dua hari ke depan. Demikian juga siklon tropis Savannah dapat berdampak pada ketersediaan uap air yang melimpah terhadap pembentukan awan hujan di wilayah Jawa,” kata Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho melalui siaran pers di Yogyakarta yang dikutip dari Antaranews, Senin (18/03/19).

Menurut Sutopo, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melansir prakiraan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat di wilayah Yogyakarta hingga 20 Maret 2019.

5. Warga mulai menyingkirkan sisa banjir

Banjir di Kecamatan Imogiri, Kabupaten Bantul, Yogyakarta, di sejumlah wilayah mulai surut pada Senin (18/03/19).

Sejumlah warga yang rumahnya sempat terdampak banjir mulai berbenah dengan menyingkirkan endapan lumpur yang terbawa saat banjir.

Mapolsek Imogiri, misalnya, sampai saat ini masih dibersihkan dari endapan lumpur. KSPKT Mapolsek Imogiri Aiptu Suyadi mengatakan, hujan deras pada Minggu (17/3/2019) sore mengakibatkan banjir menggenangi Mapolsek Imogiri pada Minggu malam. Ketinggian banjir mencapai dua meter.

“Saya datang sekitar pukul 19.30 WIB, tidak bisa masuk, air sekitar dua meter,” katanya saat ditemui di Mapolsek Imogiri, Senin.

Suyadi mengatakan, banjir baru surut sekitar pukul 02.00. Banjir mengakibatkan seluruh arsip di ruangan bawah terendam. Beruntung, arsip di komputer tidak terdampak banjir.

6. Makam Raja Mataram di Imogiri akan diperbaiki

Kepala Dinas Kebudayaan DIY Aris Eka Nugraha mengatakan, kerusakan makam raja Mataram akan diperbaiki setelah diterjang longsor. Hal itu disampaikan seusai meninjau longsor di makam raja Imogiri Senin (18/03/19).

“Akan koordinasi dulu dengan teman-teman teknis yang lain, seperti dinas PUP-ESDM dan yang lain, termasuk BPBD. Kami akan melihat situasi di lapangan dulu. Kondisinya seperti apa dan tindak lanjutnya seperti apa, nanti didiskusikan,” kata Aris.

Menurut Aris, tim dari Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Energi Sumber Daya Mineral (PUP-ESDM) DIY dan Dinas Kebudayaan DIY sudah meninjau lokasi longsor.

“Kalau ini kan perlu penanganan cepat, padahal dana istimewa membutuhkan revisi dan sebagainya. Nanti kami lihat dulu,” katanya. Seperti diberitakan sebelumnya, kompleks makam raja Mataram di Imogiri, Desa Wukirsari, Bantul, Yogyakarta, longsor, Minggu (17/03/19) malam.(*)

ADVERTISEMENT

Komentar Facebook

Tags: BanjirBencanaBMKGBNPBBPBDLongsor ImogiriMakam Raja ImogiriYogyakarta
ShareTweetSend

Related Posts

Prediksi BMKG: Sebagian Wilayah Jakarta Hari Ini Berpotensi Hujan

Prediksi BMKG: Sebagian Wilayah Jakarta Hari Ini Berpotensi Hujan

Oktober 25, 2026
Prediksi BMKG Awal Pekan Ini Langit Jakarta Didominasi Berawan, Kelembapan Udara 41 hingga 76 Persen

Prediksi BMKG Awal Pekan Ini Langit Jakarta Didominasi Berawan, Kelembapan Udara 41 hingga 76 Persen

Oktober 19, 2026
Prakiraan Cuaca Indonesia Hari Ini: BMKG Peringatkan Gelombang 4 Meter dan Potensi Hujan

Prakiraan Cuaca Indonesia Hari Ini: BMKG Peringatkan Gelombang 4 Meter dan Potensi Hujan

Oktober 18, 2026

BNPB Terapkan Penyemaian Dry Ice Untuk Atasi Asap Karhutla Sumsel

Oktober 16, 2026

KPK OTT BNPB,  Tangkap Sestama Rustian dan Sita Uang-Emas Rp1,4 Miliar

Oktober 14, 2026
Load More
ADVERTISEMENT
  • Tentang
  • Periklanan
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Redaksi
  • Karir

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?