
Humbang Hasundutan, SatukanIndonesia.com – Bupati dan Wakil Bupati Humbang Hasundutan (Humbahas), Sumatera Utara, bakal mendapat mobil dinas baru. Total anggaran untuk mobil dinas dua pejabat itu berjumlah Rp 2,6 miliar.
Hal tersebut diketahui dari situs LPSE Humbahas seperti dilihat Senin (23/8/2021). Pembelian mobil dinas itu menggunakan APBD 2021. “Nilai HPS Paket Rp 1.925.000.000,” demikian tertulis di situs LPSE Humbahas untuk harga pengadaan mobil dinas bupati.
Sementara, nilai HPS untuk mobil wakil bupati berjumlah Rp 750 juta. Dalam situs ini, tender disebut sudah selesai.
Baca juga: Presiden Yang Latar Belakang Militer Masih Disukai Rakyat

Pemenang tender pengadaan mobil dinas baru bupati adalah CV Kana Komputindo di Semarang, Jawa Tengah. Dalam kolom ‘pemenang berkontrak’, tertulis harga terkoreksi, yakni Rp 1.923.768.000.
Tender mobil wakil bupati dimenangkan oleh PT Sardana Indahberlian Motor, Medan. Total harga terkoreksi yakni Rp 745 juta.
Bupati Humbahas saat ini dijabat oleh Dosmar Banjarnahor. Dia menjabat untuk periode kedua setelah menang Pilkada 2020 melawan kota kosong bersama wakilnya, Oloan P Nababan.
Terhadap Keputusan Bupati dan Wakil Bupati Humbang Hasundutan yang membeli mobil dinas seharga Rp2,6 Miliar dimasa Pandemic, pengamat dan peneliti senior pada Indonesia Democracy Watch (IDW), Jonsar Lumban Toruan mengatakan merupakan bentuk perampokan uang rakya humbang hasundutan secara tidak langsung.
“Bupati dan Wakil Bupati Humbang Hasundutan tidak mempunyai rasa empati dan kepedulian terhadap penderitaan rakyat dimasa pandemic saat ini. Hal itu bentuk perampokan sacara tidak langsung terhadap uang rakyat” ujar Jonsar Lumban Toruan saat dihubungi Media ini, melalui telpon selulernya, Senin, 23/8/2021.
Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Edy Rahmayadi sempat mengomentari soal pembelian mobil dinas baru untuk Bupati dan Wabup Humbahas. Dia mengaku tidak mengetahui secara pasti apa alasan Dosmar membeli mobil dinas baru.
“Saya tidak tahu sejauh mana kepentingan itu. Saya tidak tahu bagaimana transportasi dia saat ini,” ucap Edy di rumah dinas Gubsu, Medan, Kamis (19/8).
Meski demikian, dia mengatakan pembelian itu kemungkinan dilakukan karena mobil dinas Bupati Humbahas yang ada sudah tidak layak. Dia mengaku sering mengatakan kalau mobil dinas Bupati Humbahas sudah sangat jelek. Baca juga: Jokowi Dihina ‘Kodok’, Gibran: Santai Saja, Nggak Usah Ditanggapi
“Kalau mobil bupati sudah tak layak lagi harus diperbaharui,” tuturnya.
“Tapi kayaknya jelek kali mobil Bupati, saya sering ngejek ‘jelek kali mobil kau’. Pasti dia ada perhitungan, setingkat Bupati, masa gegabah,” sambungnya.
(nal/si)













