
Jabar, SatukanIndonesia.com – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi belum lama ini menghadiri acara internal Partai Gerindra sambil mengungkap keresahan tentang banyaknya sekolah yang belum membentuk nasionalisme.
Padahal hal tersebut merupakan tantangan besar pemerintah dalam dunia pendidikan. Ia ingin sekolah seperti SMA Taruna Nusantara tidak hanya satu atau dua lokasi saja.
“Saya tahu lulusan Taruna Nusantara bagus-bagus loh. Bagi saya Taruna Nusantara tidak hanya di Cimahi tapi di seluruh sekolah di Jawa Barat harus memiliki Taruna Nusantara,” ungkapnya dilansir dari YouTube Lembur Pakuan Channel.
Dedi Mulyadi juga memberi penjelasan tentang alasan sekolah di Jabar seperti Taruna Nusantara. Karena kebutuhan akan tantangan besar bernama ideologi.
“Kenapa? Tantangan kita besar, ideologi. Dari dulu pertanyaan saya adalah ketika orang ngomong tentang ideologi Pancasila,” tuturnya.
Ia prihatin dengan kondisi sekolah-sekolah saat ini tidak ada yang konsisten membentuk nasionalisme dalam diri siswa-siswinya.
“Mana sekolah-sekolah yang membentuk nasionalisme? Nggak ada, untuk itu ya sekarang sekolah harus dibangun dengan nalar nasionalisme,” paparnya.
Alasan paling mendasar tidak luput diucapkan Dedi saat pidato terkait ancaman ideologi baru yang mudah sekali merasuki anak usia sekolah.
“Karena gempuran ideologi baru dalam sebuah generasi yang tanpa asas. Dalam sebuah generasi yang hilang terhadap sejarah masa lalunya, dalam sebuah generasi yang hilang terhadap ikatan biologis masa lalunya, apalagi ikatan ideologis,” ujarnya.
Lebih lanjut, kepala daerah yang disebut Bapa Aing ini, menegaskan perlunya ekosistem pendidikan. Yang mana mampu menyadarkan setiap siswa akan jati dirinya.
“Maka harus ada ekosistem pendidikan yang menyadarkan mereka. Bahwa, kamu adalah anak Indonesia, maka Indonesia dalam perspektif negara. Maka saya sebagai orang Jawa Barat adalah kamu anak Sunda, anak Jawa Barat, identitas Siliwangi, semangatmu adalah maung,” ungkapnya.
Selanjutnya, Dedi menyebut bahwa anak-anak generasi penerus bangsa disebut maung baru yang nantinya siap menjadi raja di negeri tercinta ini.
“Kamu harus menjadi maung-maung baru dan maung-maung yang siap ke depan menjadi raja di negeri ini,” pungkasnya.(***)













