
Pare Kediri, SatukanIndonesia.com — Ada yang menarik dari pelaksanaan Bazar Ramadan Presisi yang digelar Polres Kediri Polda Jawa Timur pada Selasa (17/3). Sejak pagi, ratusan warga sudah memadati halaman depan Mapolres Kediri untuk mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.
Antusiasme masyarakat tampak dari antrean panjang di berbagai stan. Bahkan, sebelum waktu Dzuhur, sebagian besar komoditas yang dijual telah habis diserbu pembeli. Kondisi ini menunjukkan tingginya kebutuhan sekaligus respons positif warga terhadap pasar murah yang dihadirkan.
Kegiatan ini melibatkan berbagai pihak, mulai dari Bulog Kediri, Pemerintah Kabupaten Kediri melalui Dinas Perdagangan, BRI Cabang Pare, PTPN X, hingga sejumlah pabrik gula seperti PG Ngadirejo, PG Pesantren, dan PG Mrican. Sejumlah stan juga diisi oleh Polwan, ASN dan Primkoppol Polres Kediri, serta Bhayangkari Cabang Kediri.
Kapolres Kediri AKBP Bramastyo Priaji menyampaikan bahwa bazar ini merupakan wujud sinergi antara kepolisian dan para pemangku kepentingan dalam menghadirkan pasar murah bagi masyarakat, khususnya di momentum Ramadan.
Pengamat kepolisian,
Prof. (Ris) Hermawan Sulistyo, Ph.D., menilai langkah tersebut sebagai cerminan pendekatan kepolisian yang menempatkan diri sebagai bagian dari masyarakat. Menurutnya, kegiatan seperti bazar murah tidak sekadar program seremonial, melainkan bentuk nyata kebersamaan antara polisi dan warga dalam menjawab kebutuhan riil di lapangan.
Berbagai kebutuhan pokok dijual dengan harga di bawah pasaran. Di antaranya gula kemasan 1 kilogram sebanyak 600 paket seharga Rp15.000, beras SPHP Bulog ukuran 5 kilogram seharga Rp56.000 dengan total distribusi mencapai 4 ton, serta minyak goreng “Minyak Kita” seharga Rp15.000 per liter dengan jumlah 720 kemasan.
Selain itu, tersedia pula beragam kebutuhan lain seperti telur, bahan pokok tambahan, hingga produk UMKM dan jajanan khas Lebaran. Harga yang lebih murah dibandingkan pasar membuat masyarakat merasa terbantu dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari di tengah meningkatnya konsumsi selama Ramadan.
Bazar ini bukan sekadar aktivitas ekonomi, melainkan juga ruang perjumpaan antara negara dan masyarakat—di mana kehadiran aparat tidak hanya sebagai penjaga keamanan, tetapi juga sebagai bagian dari solusi atas kebutuhan riil warga (Gun/Yos)













