
Jakarta, SatukanIndonesia.com – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mendapatkan suntikan pertama dari vaksin virus corona (Covid-19) di Istana Merdeka sekitar pukul 09.42 WIB. Jokowi mendapatkan dosis pertama dari vaksin produksi Sinovac.
Sebelum divaksinasi, Jokowi melakukan tahap klarifikasi data. Setelah dicek kesehatan dan tensi yaitu 130/67, serta ditanya beberapa riwayat kesehatan dan apakah pernah terpapar Covid-19.
“Apakah bapak pernah terkonfirmasi Covid-19?” tanya petugas kesehatan kepada Jokowi sebelum divaksin.
“Enggak,” jawab Jokowi.
Setelah itu, Jokowi diberikan kartu layak divaksinasi lantaran tidak memiliki gejala dan penyakit lain yang dialami. “Ini saya tulis layak divaksinasi ya pak,” ungkap petugas.
Kemudian Jokowi pun menuju meja ke-3 untuk diberikan vaksin. Jokowi pun merasa tenang saat diberikan vaksin. Sebelumnya petugas tenaga medis pun mengeluarkan vaksin dari kotak pendingin.
Jokowi disuntik vaksin di lengan kiri oleh Wakil Ketua Dokter Kerpesidenan dr. Abdul Muthalib. Jokowi pun sempat ditanya apakah ia merasa sakit saat disuntik.
“Enggak sakit. Enggak terasa sama sekali,” kata Jokowi.
Setelah diberikan vaksin, Jokowi harus menunggu 30 menit untuk mengetahui efek dari penyuntikan. Diketahui tidak hanya Jokowi yang diberikan vaksin terdapat Menteri Kesehatan Budi Gunadi hingga Kapolri Jendral Pol Idham Aziz.
Terpisah, Wakil Ketua Dokter Kepresidenan Abdul Muthalib yang menjadi vaksinator, mengatakan, Presiden Jokowi tak merasakan sakit apapun saat disuntik vaksin Covid-19 buatan Sinovac.
“Setelah suntik, bapak tidak terasa sakit sedikit pun. Tidak ada perasaan apa-apa,” kata Abdil Muthalib melalui Youtube Sekretariat Presiden, Rabu (13/1/2021).
“Saya berhasil suntik Bapak Presiden. Bapak komentarnya, sampai ke dalam komentarnya juga demikian, tanpa rasa sakit,” sambungnya.
Dia memastikan bahwa vaksin Covid-19 yang disuntikkan ke Jokowi adalah vaksin buatan perusahaan China, Sinovac. Muthalib bahkan sempat menunjukkan botol vaksin sebelum disuntikan ke masyarakat.
“Dimana tertulis nomor vaksin Sinovac, vaksin tetap sinovac,” ucapnya. (*)













