
Jakarta, satukanindonesia.com – Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta Yuke Yurike optimistis pembangunan LRT Jakarta dapat dilanjutkan hingga Dukuh Atas dan terealisasi pada 2028. Namun, dia menilai kepastian pendanaan menjadi kunci agar pembangunan tidak berhenti di Manggarai.
“Kita juga harus optimis. Makanya kita sangat berharap alternatif pembiayaan seperti obligasi bisa disetujui. Itu salah satu alternatif yang bisa menyelesaikan persoalan pembangunan supaya bisa jalan. Karena sayang kalau cuma sampai Manggarai,” ujar Yuke, dilansir dari sinpo, Jumat 18 September 2026.
Yuke menyampaikan, pembangunan LRT perlu dilanjutkan hingga terhubung dengan sejumlah simpul transportasi publik. Menurut dia, konektivitas tersebut akan membuat masyarakat lebih mudah berpindah dari satu moda ke moda lainnya.
Jaringan yang terintegrasi itu, kata Yuke, dapat menghubungkan LRT dengan MRT, KRL, Transjakarta, JakLingko, hingga kereta cepat. Kawasan Manggarai dan Dukuh Atas dinilai menjadi bagian penting dari jaringan tersebut.
“Kalau itu semua sudah nyambung, enak banget pasti. Pasti juga orang lebih mau naik kereta,” tuturnya.
Yuke menilai Manggarai memiliki posisi strategis karena menjadi titik pertemuan berbagai jalur kereta api. Menurut dia, jika LRT tersambung di kawasan tersebut, akses menuju moda lain, termasuk kereta bandara dan MRT, dapat semakin terhubung.
“Hub di Manggarai itu harus. Sekarang Manggarai sudah ke mana-mana jalurnya dari kereta api. Tinggal disambungkan dengan LRT,” kata Yuke.
Untuk memastikan pembangunan berlanjut, Yuke mendorong skema pendanaan di luar APBD. Salah satu opsi yang dia sebut adalah obligasi daerah. Dia juga berharap pemerintah pusat dapat memberikan dukungan melalui Danantara.
“Pokoknya pembiayaannya non-APBD. Salah satu harapannya untuk obligasi. Makanya kita berharap banget kalau pemerintah pusat bisa bantu lewat Danantara,” tandasnya.(***)













