
MALANG, satukanindonesia.com – Gubernur Jenderal Kepulauan Solomon, Sir David Tiva Kapu menyambut, Duta Besar Republik Indonesia (Dubes RI) yang baru untuk Kepulauan Solomon, Okto Dorinus Manik, setelah penyerahan Surat Kepercayaan di Government House Honiara, pada tanggal 12 Agustus 2026.
Sir David Tiva Kapu menyatakan, Kepulauan Solomon dan Indonesia telah menjalin hubungan yang hangat dan bersahabat selama 43 tahun terakhir, dimana Indonesia berperan sebagai sahabat dan mitra pembangunan yang penting, sebagaimana dilansir dari laman mfaet.gov.sb, Kamis (13/08/2026).
Gubernur Jenderal Kepulauan Solomon sangat mengapreasiasi dukungan Indonesia bagi negaranya, termasuk pendanaan Stadion Futsal Serbaguna yang dikenal sebagai Friendship Hall.
Begitupula dukungan terhadap Pertemuan Pemimpin Kepulauan Pasifik (Pacific Islands Leaders Meeting) pada 2025, serta berbagai peluang peningkatan kapasitas.
Nilai kontrak dan dana hibah yang dikucurkan untuk pembangunan Multi Purpose Sport Complex (yang mencakup gedung futsal Friendship Hall) di Kepulauan Solomon adalah sebesar Rp 112 miliar.
Proyek design and build ini didanai melalui skema hibah pemerintah Indonesia menggunakan Indonesian AID (Indo AID) dan dikerjakan secara langsung oleh BUMN Indonesia, PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA).
Fasilitas olahraga dengan luas bangunan mencapai 5.800 meter persegi ini, dirancang memiliki standar internasional yang tahan gempa serta badai topan. Selain menjadi lapangan futsal utama, gedung multiguna ini juga dapat difungsikan untuk arena basket, netball, voli, dan badminton.
Sir David mencatat, sebagai dua Negara kepulauan, yakni Kepulauan Solomon dan Indonesia memiliki pengalaman dan tantangan serupa, yang menjadi landasan kuat bagi kerja sama lebih lanjut di berbagai bidang seperti konektivitas maritim, perikanan, ketahanan iklim, manajemen bencana, dan pembangunan berkelanjutan.
Gubernur Jenderal juga menyambut baik pemberian beasiswa kepada 22 pelajar Kepulauan Solomon untuk menempuh studi di Indonesia tahun ini, seraya menyebut peluang tersebut penting dalam mempererat hubungan antarwarga dan membangun kerja sama di masa depan.
Selain itu, Gubernur Jenderal pun menyambut baik pertimbangan Indonesia untuk membuka Kedutaan Besar di Kepulauan Solomon, dengan mengatakan bahwa hal tersebut akan memberikan peluang lebih besar bagi interaksi langsung dan memperkuat hubungan bilateral.
Gubernur Jenderal menyatakan, dibawah masa tugas Duta Besar Manik, Kepulauan Solomon dan Indonesia akan terus memperdalam kerjasama dan mengupayakan kepentingan bersama demi kemajuan kedua Negara serta kesejahteraan rakyatnya.
Dubes RI di Kepulauan Solomon, Okto Dorinus Manik juga menjadi Dubes RI di Papua New Guinea. Ia telah melaksanakan kunjungan kehormatan kepada Menteri Luar Negeri Papua Nugini, Hon. Justin Tkatchenko, pada 16 Juli di Port Moresby.
Pertemuan berlangsung hangat, dan konstruktif. Kedua belah pihak menegaskan, komitmen untuk terus memperkuat hubungan bilateral yang dilandasi saling menghormati kedaulatan, meningkatkan kerja sama perdagangan, pelindungan Warga Negara Indonesia (WNI), serta memperluas kolaborasi di berbagai forum regional dan global.
Indonesia juga menegaskan, dukungannya terhadap aspirasi Papua Nugini untuk menjadi anggota ASEAN serta melanjutkan kerjasama pembangunan di kawasan perbatasan, sektor kesehatan, energi, dan hibah pembangunan di Provinsi West Sepik yang beribukota di Vanimo.
Dubes Okto Dorius Manik, lahir 5 Oktober 1965 dan merupakan seorang diplomat Indonesia. Ia menyelesaikan Pendidikan sarjana Universitas Padjadjaran dan menempuh pendidikan di Universitas Saitama, Jepang.
Pada 2019, ia menjabat sebagai Kepala Biro Hukum dan Administrasi Kementrian dan Perwakilan di Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia.
Selanjutnya pada 2021, ia diangkat menjadi Duta Besar Indonesia untuk Timor Leste. Pada Desember 2025, Duta Besar Okto mengemban amanah baru sebagai Duta Besar Indonesia untuk Papua Nugini merangkap Kepulauan Solomon, menggantikan Duta Besar Andriana Supandi. [GRW]













