• Latest
  • Trending
  • All
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Internasional
  • Ragam Info
Tak Terbayang Keadilan dan Berulangnya Pembangunan Tanpa Perasaan

Tak Terbayang Keadilan dan Berulangnya Pembangunan Tanpa Perasaan

Agustus 14, 2026
199 Dimutasi, Irjen Johnny E Isir : Tugas Kepolisian Harus Berorientasi pada Kepentingan Masyarakat

199 Dimutasi, Irjen Johnny E Isir : Tugas Kepolisian Harus Berorientasi pada Kepentingan Masyarakat

Oktober 11, 2026
Sejumlah Pejabat Utama Polda Kepri Berganti, Perkuat Penyegaran dan Kinerja Organisasi

Sejumlah Pejabat Utama Polda Kepri Berganti, Perkuat Penyegaran dan Kinerja Organisasi

Oktober 11, 2026
ADVERTISEMENT
Perluas Dunia Usaha, Presiden Indonesia dan Presiden Mesir Bentuk EPA

Perluas Dunia Usaha, Presiden Indonesia dan Presiden Mesir Bentuk EPA

Oktober 11, 2026
Tiba di Fiji, KRI dr. Wahidin Sudirohusodo-991 lanjutkan Misi Kemanusiaan

Tiba di Fiji, KRI dr. Wahidin Sudirohusodo-991 lanjutkan Misi Kemanusiaan

Oktober 11, 2026
Komisi XIII DPR Sebut Dampak Asap Karhutla Sebagai Bagian dari Isu HAM

Komisi XIII DPR Sebut Dampak Asap Karhutla Sebagai Bagian dari Isu HAM

Oktober 11, 2026
DPD RI Fokuskan 5 Agenda Utama, Targetkan Rekomendasi Konkret

DPD RI Fokuskan 5 Agenda Utama, Targetkan Rekomendasi Konkret

Oktober 11, 2026
Presiden Mesir Abdel Fattah al-Sisi Tiba di Jakarta Akan Bertemu Prabowo Bahas Kerja Sama Strategis

Presiden Mesir Abdel Fattah al-Sisi Tiba di Jakarta Akan Bertemu Prabowo Bahas Kerja Sama Strategis

Oktober 11, 2026
Golkar Dukung Penuh Prabowo Subianto Capres 2029

Golkar Dukung Penuh Prabowo Subianto Capres 2029

Oktober 11, 2026
Atasi Kelebihan Kapasitas Lapas, UU Narkotika di Indonesia akan di Revisi

Atasi Kelebihan Kapasitas Lapas, UU Narkotika di Indonesia akan di Revisi

Oktober 10, 2026
Menkum Supratman: Karya Jurnalistik Wajib Dilindungi Hak Cipta, Soroti Penggunaan Konten Tanpa Izin oleh Platform Dig

Menkum Supratman: Karya Jurnalistik Wajib Dilindungi Hak Cipta, Soroti Penggunaan Konten Tanpa Izin oleh Platform Dig

Oktober 10, 2026
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro
Minggu, Oktober 11, 2026
  • Login
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home Fokus Berita

Tak Terbayang Keadilan dan Berulangnya Pembangunan Tanpa Perasaan

(Fokus Berita)

Agustus 14, 2026
in Fokus Berita
0
0
SHARES
29
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp
ADVERTISEMENT

JAYAPURA, satukanindonesia.com – Yayasan Bentala Pusaka dan Satya Bumi meluncurkan dua laporan Human Rights Imppect Assessment atau penilaian dampak hak asasi manusia (HAM) Proyek Strategis Nasional (PSN).

Peluncuran berlangsung di Padang Bulan, distrik Heram, kota Jayapura, provinsi Papua, pada tanggal 13 Agustus 2026. Dua laporan yang diluncurkan itu berjudul ‘Tak Terbayang Keadilan’ adalah sebuah laporan kesaksian korban perampasan alam PSN Papua Selatan, dan laporan berjudul ‘Berulangnya Pembangunan Tanpa Perasaan’.

Laporan ini mengungkap, dampak perampasan tanah bagi komunitas adat serta lingkungan dalam PSN pangan dan energi di Papua Selatan, khususnya kabupaten Merauke.

Peluncuran laporan ini diberi tema ‘Elegi Selatan Papua’. Elegi diartikan orang-orang Papua yang hidup dalam ketidakadilan berulang dalam rezim kuasa ekstraksi-militeristik tak berubah.

Tigor Hutapea, Yayasan Bentala Pusaka mengatakan, penyusunan laporan itu butuh proses cukup panjang. Sebab, dalam konteks PSN di Papua Selatan penilaiannya tak hanya pada dugaan pelanggaran HAM.

Lebih dari itu, menghilangkan banyak kehidupan makhluk lainnya. Pembangunan di Tanah Papua semakin menegaskan bahwa orang Papua sulit mendapat keadilan, bahkan untuk memikirkannya pun tak terbayang.

“Laporan ini kita mau serahkan kepada para pengambil kebijakan. Tujuannya untuk advokasi dan diketahui masyarakat luas bagaimana pelanggaran-pelanggaran yang terjadi di Papua Selatan,”pungkas Tigor saat peluncuran.

Menurutnya, sebenarnya laporan itu telah rampung dua pekan lalu. Peluncurannya pun dilakukan di tiga tempat berbeda, yaitu Jayapura, Merauke dan terakhir di Jakarta.

Dikatakannya, pihaknya mengejar publikasi karena ini merupakan momentum proses persidangan di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jayapura terkait gugatan terhadap SK Bupati Merauke oleh lima perwakilan masyarakat adat Malind.

“Persidangan kemarin kami sudah sampaikan laporan ini kepada hakim, supaya hakim bisa membaca laporan ini, dan mengetahui situasi yang terjadi di Papua Selatan. Harapannya laporan itu menjadi pertimbangan para hakim melihat terjadinya pelanggaran di Papua Selatan,”ujarnya.

Hutapea mengemukakan, pihaknya pun perlu menyampaikan laporan itu kepada publik, agar bisa mendukung perjuangan para pengugat dalam menegakkan keadilan di PTUN Jayapura.

“Kami berharap laporan ini bisa menjadi bukti yang tertulis dalam diskusi-diskusi, dalam ingatan kita bahwa ada satu peristiwa yang sampai saat ini berlangsung Papua Selatan, yang masih kita harus soroti, advokasi dan perjuangkan bersama,”tuturnya.

Sementara Tasya Manong dari Yayasan Bentala Pusaka yang terlibat dalam penulisan laporan itu mengatakan, PSN meliputi empat kabupaten, sehingga pihaknya menyebutnya sebagai proyek Papua Selatan.

Cerita-cerita yang diangkat dalam laporan itu, katanya, berasal dari masyarakat. Dampak proyek di Papua Selatan itu dialami banyak marga-marga di sana. Namun mereka tidak berani berbicara atau melakukan protes langsung karena ada intimidasi, trauma masa lalu dan sebagainya.

“Sebelum PSN masuk, masyarakat memiliki hutan, tanah serta segala isinya, utuh dilihat begitu indah. Tapi dengan kehadiran PSN, ini menggeser semua pola hidup masyarakat,”kata Tasya Manong.

Menurutnya, yang paling merasakan dampak PSN adalah kelompok rentan, yaitu perempuan dan anak.

Tasya Manong menuturkan, pola hidup yang berubah akibat PSN turut mengancam nilai-nilai adat dan kearifan lokal masyarakat, serta menghancurkan identitas dan jati diri mereka.

Dijelaskannya, kondisi saat ini, hutan masyarakar Marind rusak karena digusur, ditebang, sehingg mereka tidak bisa berburu, dan kesulitan air bersih.

Selain itu, keanekaragaman hayati yang ada di hutan hilang dan tersingkir. Misalnya di Kampung Yagebob, Wanam, dan Wogekel.

Laporan itu pun diharapkan, dapat mengingatkan pemerintah sebagai pengambil kebijakan untuk melihat kondisi masyarakat. Orang Papua pun diharapkan tidak membatasi diri atau membuat sekat-sekat.

“Jangan berpandangan bahwa melihat masalah PSN itu orang Papua Selatan saja. Akan tetapi sebagai orang Papua kita harus bersatu dalam memperjuang hak-hak orang Papua. Masalah PSN Merauke adalah masalah kita bersama, masalah Papua,”tukasnya. [***/GRW]

ADVERTISEMENT

Komentar Facebook

Tags: HAMProyek Strategis Nasional (PSN)Yayasan Bentala Pusaka dan Satya Bumi
ShareTweetSend

Related Posts

Tepis Tuduhan Pelanggaran HAM, Indonesia Tolak Kunjungan PBB ke West Papua

Tepis Tuduhan Pelanggaran HAM, Indonesia Tolak Kunjungan PBB ke West Papua

September 30, 2026
MSG desak Indonesia Ijinkan Komisaris Tinggi PBB kunjungi Papua

MSG desak Indonesia Ijinkan Komisaris Tinggi PBB kunjungi Papua

September 5, 2026
Sekda Kota Bekasi, Junaedi Buka Pelatihan Kota HAM, Dorong Tata Kelola Pemerintahan yang Responsif dan Inklusif

Sekda Kota Bekasi, Junaedi Buka Pelatihan Kota HAM, Dorong Tata Kelola Pemerintahan yang Responsif dan Inklusif

September 4, 2026

Sekda Kota Bekasi, Junaedi Buka Pelatihan Kota HAM, Dorong Tata Kelola Pemerintahan yang Responsif dan Inklusif

September 2, 2026

LPSK Terima Permohonan Perlindungan Korban Kemburu Berdarah

Agustus 11, 2026
Load More
ADVERTISEMENT
  • Tentang
  • Periklanan
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Redaksi
  • Karir

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?