• Latest
  • Trending
  • All
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Internasional
  • Ragam Info
Film Pesta Babi Buka Kesadaran Publik tentang Kolonialisme Modern di Papua

Film Pesta Babi Buka Kesadaran Publik tentang Kolonialisme Modern di Papua

Juni 29, 2026
TNI AL Gagalkan Penyelundupan Cartridge Vape isi Kokain, Nilainya Rp 34 Miliar

TNI AL Gagalkan Penyelundupan Cartridge Vape isi Kokain, Nilainya Rp 34 Miliar

Oktober 12, 2026
Menhut Raja Juli Sebut Siaga Karhutla Masih Sebulan Lagi

Menhut Raja Juli Sebut Siaga Karhutla Masih Sebulan Lagi

Oktober 12, 2026
ADVERTISEMENT
Mendagri dan Mentan Teken Surat Edaran, Perkuat Penyuluh Pertanian untuk Swasembada Pangan

Mendagri dan Mentan Teken Surat Edaran, Perkuat Penyuluh Pertanian untuk Swasembada Pangan

Oktober 12, 2026
Gubernur DKI Tinjau Gedung Sekolah Terpadu SDN Pekayon 05 dan SMPN 91 Jaktim

Gubernur DKI Tinjau Gedung Sekolah Terpadu SDN Pekayon 05 dan SMPN 91 Jaktim

Oktober 12, 2026
Mendagri Tito Soroti Serangan Houthi di Arab Saudi, Ini Dampaknya bagi Indonesia

Mendagri Tito Soroti Serangan Houthi di Arab Saudi, Ini Dampaknya bagi Indonesia

Oktober 12, 2026
Menhub Siapkan Aturan Baru Ojol dalam Revisi UU LLAJ, Ditargetkan Berlaku Mulai 2027

Menhub Siapkan Aturan Baru Ojol dalam Revisi UU LLAJ, Ditargetkan Berlaku Mulai 2027

Oktober 12, 2026
Legislator Minta Pemerintah Jaga Defisit APBN  dan Optimalkan Penerimaan Negara

Legislator Minta Pemerintah Jaga Defisit APBN dan Optimalkan Penerimaan Negara

Oktober 12, 2026
Prakiraan BMKG: Awan Cumulonimbus Berpotensi Muncul di Sumatera hingga Papua

Prakiraan BMKG: Awan Cumulonimbus Berpotensi Muncul di Sumatera hingga Papua

Oktober 12, 2026
Terjadi Kembali Perundungan Siswa, Komisi X Dorong Perlindungan Anak dalam RUU Sisdiknas

Terjadi Kembali Perundungan Siswa, Komisi X Dorong Perlindungan Anak dalam RUU Sisdiknas

Oktober 12, 2026
Hilirisasi Buka 10.000 Lapangan Kerja, Akademisi Apresiasi Presiden Prabowo

Hilirisasi Buka 10.000 Lapangan Kerja, Akademisi Apresiasi Presiden Prabowo

Oktober 12, 2026
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro
Senin, Oktober 12, 2026
  • Login
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home Daerah

Film Pesta Babi Buka Kesadaran Publik tentang Kolonialisme Modern di Papua

(Daerah)

Juni 29, 2026
in Daerah
0
0
SHARES
27
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp
ADVERTISEMENT

JAYAPURA, satukanindonesia.com – Juru Bicara Front Rakyat Indonesia untuk West Papua (FRI-WP), Surya Anta menilai, Proyek Strategis Nasional (PSN) di Papua tidak dapat dilihat semata sebagai program pembangunan.

Menurutnya, proyek-proyek tersebut memperlihatkan pola kolonialisme modern yang berlangsung melalui penguasaan tanah, eksploitasi sumber daya alam, dan peningkatan kehadiran militer.

Pandangan itu disampaikan Surya Anta dalam Diskusi di kanal youtube Koran Kejora bertajuk “Mengulas Praktik Kolonialisme, PSN dan Militerisme di Papua serta Bagaimana Sikap Kita”, yang menghadirkan narasumber dari Aliansi Mahasiswa Papua (AMP), LBH Papua Pos Merauke, dan FRI-WP.

Surya mengatakan, perhatian publik Indonesia terhadap situasi Papua meningkat setelah pemutaran film dokumenter Pesta Babi di berbagai kota.

Film tersebut, menurutnya, membuka pemahaman yang lebih luas bahwa persoalan Papua tidak hanya berkaitan dengan konflik bersenjata atau isu diskriminasi rasial.

“Film itu memperlihatkan bagaimana penghancuran alam, penyingkiran masyarakat adat, pengerahan militer, dan proyek investasi saling berhubungan dalam satu pola yang sama,”kata Surya keterangan tertulis yang diterima, Senin (29/06/2026).

Menurut dia, karakteristik PSN di Papua berbeda dengan proyek serupa di daerah lain. Selain berdampak pada lingkungan dan masyarakat adat, proyek tersebut juga berlangsung dalam konteks sejarah politik Papua yang belum selesai.

Ia menyebut, kehadiran aparat keamanan dalam proyek-proyek pembangunan tidak hanya berfungsi sebagai pengamanan, tetapi juga menjadi bagian dari mekanisme yang memungkinkan ekspansi investasi berjalan tanpa banyak hambatan.

“Bagi masyarakat adat, dampaknya bukan hanya kehilangan tanah, tetapi juga kehilangan cara hidup yang selama ini menopang mereka,”ujarnya.

Surya menilai, masyarakat Papua perlahan dipaksa masuk ke dalam sistem ekonomi yang tidak mereka bangun sendiri. Mereka kehilangan hutan, kebun, dan wilayah berburu, lalu bergantung pada pekerjaan dengan upah rendah di perusahaan yang masuk ke wilayah adat.

Ia juga menyoroti, besarnya mobilisasi modal ke Papua dalam beberapa tahun terakhir. Menurutnya, proyek pangan, perkebunan, dan energi yang dikembangkan pemerintah dan korporasi lebih mencerminkan kepentingan akumulasi keuntungan dibanding upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat.

Di sisi lain, Surya melihat tumbuhnya solidaritas dari kalangan mahasiswa, organisasi masyarakat sipil, dan kelompok muda di Indonesia sebagai perkembangan positif. Namun, ia mengingatkan bahwa dukungan tersebut masih memerlukan kerja politik yang panjang.

“Kesadaran masyarakat Indonesia terhadap Papua memang bertumbuh, tetapi tidak otomatis berubah menjadi dukungan politik yang kuat. Itu harus terus dibangun melalui diskusi, kampanye, dan kerja-kerja solidaritas,” katanya.

Dalam diskusi yang sama, staf LBH Papua Pos Merauke, Arnold Anda mengatakan, proyek pangan dan perkebunan skala besar di Merauke telah mengubah ruang hidup masyarakat adat secara drastis.

Menurut Arnold, pembukaan lahan dalam skala luas menyebabkan hilangnya hutan sagu, wilayah berburu, kawasan perikanan tradisional, serta sumber-sumber pangan masyarakat.

Ia mencontohkan sejumlah wilayah di Distrik Sermayam, Tanah Miring, hingga Jagebob yang kini mengalami perubahan bentang alam akibat pembukaan lahan untuk perkebunan tebu dan program cetak sawah.

“Masyarakat yang sebelumnya hidup dari berburu, meramu, dan berkebun kini perlahan dipaksa menjadi buruh harian di perusahaan,”kata Arnold.

Ia juga menyoroti, meningkatnya deforestasi dan keterlibatan aparat keamanan dalam pengamanan sejumlah proyek investasi di Merauke.

Menurut Arnold, pola penguasaan tanah yang terjadi saat ini memiliki kemiripan dengan berbagai proyek pembangunan sebelumnya yang dijalankan negara di Papua sejak masa Orde Baru.

Sementara itu, perwakilan AMP, Paul, menilai ekspansi investasi dan proyek strategis nasional berjalan beriringan dengan meningkatnya militerisme di Papua.

Ia menyebut, operasi keamanan yang berlangsung di sejumlah wilayah konflik telah memicu pengungsian warga sipil dalam jumlah besar serta mempersempit ruang demokrasi.

Selain itu, berbagai bentuk penolakan masyarakat terhadap proyek pembangunan maupun kebijakan pemerintah kerap dihadapi dengan pendekatan keamanan.

“Perampasan tanah, pengungsian, pembungkaman ruang demokrasi, dan pengerahan aparat terjadi dalam waktu yang bersamaan,”ujarnya.

Paul juga menyoroti laju deforestasi, perubahan komposisi penduduk, dan meningkatnya ketimpangan sosial di Papua yang menurutnya perlu mendapat perhatian serius. [**/GRW]

ADVERTISEMENT

Komentar Facebook

Tags: Film Pesta BabiProyek Strategis Nasional (PSN)Surya AntaWest Papua (FRI-WP)
ShareTweetSend

Related Posts

Tak Terbayang Keadilan dan Berulangnya Pembangunan Tanpa Perasaan

Tak Terbayang Keadilan dan Berulangnya Pembangunan Tanpa Perasaan

Agustus 14, 2026
Peran Masyarakat Adat dalam Investasi di Papua Barat

Peran Masyarakat Adat dalam Investasi di Papua Barat

Maret 9, 2026
Serobot Tanah Adat, Presiden Indonesia Diminta Cabut Kebijakan PSN

Serobot Tanah Adat, Presiden Indonesia Diminta Cabut Kebijakan PSN

Oktober 3, 2025

Hentikan Perampasan Tanah Adat Atas Nama PSN Merauke

September 16, 2025

Hak Masyarakat Adat Setara dengan Suatu Bangsa dan Diakui Hukum Internasional

Juli 10, 2025
Load More
ADVERTISEMENT
  • Tentang
  • Periklanan
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Redaksi
  • Karir

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?