• Latest
  • Trending
  • All
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Internasional
  • Ragam Info
Film Pesta Babi Buka Kesadaran Publik tentang Kolonialisme Modern di Papua

Film Pesta Babi Buka Kesadaran Publik tentang Kolonialisme Modern di Papua

Juni 29, 2026
Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Pol. Kholid Silaturahmi dengan PWI Bekasi Raya

Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Pol. Kholid Silaturahmi dengan PWI Bekasi Raya

Agustus 14, 2026
Diterpa Sorotan, DLH Batam Jelaskan Tujuan Pembangunan Jalan dan Landfill TPA Kabil Rp44 Miliar

Diterpa Sorotan, DLH Batam Jelaskan Tujuan Pembangunan Jalan dan Landfill TPA Kabil Rp44 Miliar

Agustus 14, 2026
ADVERTISEMENT
Tak Terbayang Keadilan dan Berulangnya Pembangunan Tanpa Perasaan

Tak Terbayang Keadilan dan Berulangnya Pembangunan Tanpa Perasaan

Agustus 14, 2026
Papuan Voice Terima Piagam, Sosok ‘Max Binur’ Dikenang

Papuan Voice Terima Piagam, Sosok ‘Max Binur’ Dikenang

Agustus 14, 2026
Respon Cepat TNI AL Evakuasi Korban KMP Putri Yasmin Terbakar di Perairan Lombok

Respon Cepat TNI AL Evakuasi Korban KMP Putri Yasmin Terbakar di Perairan Lombok

Agustus 14, 2026
1,3 Ton Ketamine Dimusnahkan di Batam, Sepanjang 2025-2026 TNI AL Gagalkan 5,3 Ton Narkoba dan 849,74 Ton Ilegal Mining

1,3 Ton Ketamine Dimusnahkan di Batam, Sepanjang 2025-2026 TNI AL Gagalkan 5,3 Ton Narkoba dan 849,74 Ton Ilegal Mining

Agustus 14, 2026
Prajurit TNI AL dari Yonif 2 Marinir Bersama Pemuda Komopa Kibarkan Merah Putih Sambut HUT Ke-81 RI

Prajurit TNI AL dari Yonif 2 Marinir Bersama Pemuda Komopa Kibarkan Merah Putih Sambut HUT Ke-81 RI

Agustus 14, 2026
Presiden Prabowo Subianto Terima Wakil Menteri Perang AS di Istana

Presiden Prabowo Subianto Terima Wakil Menteri Perang AS di Istana

Agustus 14, 2026
Perkara Haji Rusok Lawan PT Menteng Griya Lestari Masuk Tahap Pembuktian di PN Batam

Perkara Haji Rusok Lawan PT Menteng Griya Lestari Masuk Tahap Pembuktian di PN Batam

Agustus 13, 2026
IHTP Papua Raih Penghargaan, Dr. Filep : Inovasi Bukan Sekadar Mengikuti Perkembangan Teknologi

IHTP Papua Raih Penghargaan, Dr. Filep : Inovasi Bukan Sekadar Mengikuti Perkembangan Teknologi

Agustus 13, 2026
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro
Jumat, Agustus 14, 2026
  • Login
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home Daerah

Film Pesta Babi Buka Kesadaran Publik tentang Kolonialisme Modern di Papua

(Daerah)

Juni 29, 2026
in Daerah
0
0
SHARES
26
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp
ADVERTISEMENT

JAYAPURA, satukanindonesia.com – Juru Bicara Front Rakyat Indonesia untuk West Papua (FRI-WP), Surya Anta menilai, Proyek Strategis Nasional (PSN) di Papua tidak dapat dilihat semata sebagai program pembangunan.

Menurutnya, proyek-proyek tersebut memperlihatkan pola kolonialisme modern yang berlangsung melalui penguasaan tanah, eksploitasi sumber daya alam, dan peningkatan kehadiran militer.

Pandangan itu disampaikan Surya Anta dalam Diskusi di kanal youtube Koran Kejora bertajuk “Mengulas Praktik Kolonialisme, PSN dan Militerisme di Papua serta Bagaimana Sikap Kita”, yang menghadirkan narasumber dari Aliansi Mahasiswa Papua (AMP), LBH Papua Pos Merauke, dan FRI-WP.

Surya mengatakan, perhatian publik Indonesia terhadap situasi Papua meningkat setelah pemutaran film dokumenter Pesta Babi di berbagai kota.

Film tersebut, menurutnya, membuka pemahaman yang lebih luas bahwa persoalan Papua tidak hanya berkaitan dengan konflik bersenjata atau isu diskriminasi rasial.

“Film itu memperlihatkan bagaimana penghancuran alam, penyingkiran masyarakat adat, pengerahan militer, dan proyek investasi saling berhubungan dalam satu pola yang sama,”kata Surya keterangan tertulis yang diterima, Senin (29/06/2026).

Menurut dia, karakteristik PSN di Papua berbeda dengan proyek serupa di daerah lain. Selain berdampak pada lingkungan dan masyarakat adat, proyek tersebut juga berlangsung dalam konteks sejarah politik Papua yang belum selesai.

Ia menyebut, kehadiran aparat keamanan dalam proyek-proyek pembangunan tidak hanya berfungsi sebagai pengamanan, tetapi juga menjadi bagian dari mekanisme yang memungkinkan ekspansi investasi berjalan tanpa banyak hambatan.

“Bagi masyarakat adat, dampaknya bukan hanya kehilangan tanah, tetapi juga kehilangan cara hidup yang selama ini menopang mereka,”ujarnya.

Surya menilai, masyarakat Papua perlahan dipaksa masuk ke dalam sistem ekonomi yang tidak mereka bangun sendiri. Mereka kehilangan hutan, kebun, dan wilayah berburu, lalu bergantung pada pekerjaan dengan upah rendah di perusahaan yang masuk ke wilayah adat.

Ia juga menyoroti, besarnya mobilisasi modal ke Papua dalam beberapa tahun terakhir. Menurutnya, proyek pangan, perkebunan, dan energi yang dikembangkan pemerintah dan korporasi lebih mencerminkan kepentingan akumulasi keuntungan dibanding upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat.

Di sisi lain, Surya melihat tumbuhnya solidaritas dari kalangan mahasiswa, organisasi masyarakat sipil, dan kelompok muda di Indonesia sebagai perkembangan positif. Namun, ia mengingatkan bahwa dukungan tersebut masih memerlukan kerja politik yang panjang.

“Kesadaran masyarakat Indonesia terhadap Papua memang bertumbuh, tetapi tidak otomatis berubah menjadi dukungan politik yang kuat. Itu harus terus dibangun melalui diskusi, kampanye, dan kerja-kerja solidaritas,” katanya.

Dalam diskusi yang sama, staf LBH Papua Pos Merauke, Arnold Anda mengatakan, proyek pangan dan perkebunan skala besar di Merauke telah mengubah ruang hidup masyarakat adat secara drastis.

Menurut Arnold, pembukaan lahan dalam skala luas menyebabkan hilangnya hutan sagu, wilayah berburu, kawasan perikanan tradisional, serta sumber-sumber pangan masyarakat.

Ia mencontohkan sejumlah wilayah di Distrik Sermayam, Tanah Miring, hingga Jagebob yang kini mengalami perubahan bentang alam akibat pembukaan lahan untuk perkebunan tebu dan program cetak sawah.

“Masyarakat yang sebelumnya hidup dari berburu, meramu, dan berkebun kini perlahan dipaksa menjadi buruh harian di perusahaan,”kata Arnold.

Ia juga menyoroti, meningkatnya deforestasi dan keterlibatan aparat keamanan dalam pengamanan sejumlah proyek investasi di Merauke.

Menurut Arnold, pola penguasaan tanah yang terjadi saat ini memiliki kemiripan dengan berbagai proyek pembangunan sebelumnya yang dijalankan negara di Papua sejak masa Orde Baru.

Sementara itu, perwakilan AMP, Paul, menilai ekspansi investasi dan proyek strategis nasional berjalan beriringan dengan meningkatnya militerisme di Papua.

Ia menyebut, operasi keamanan yang berlangsung di sejumlah wilayah konflik telah memicu pengungsian warga sipil dalam jumlah besar serta mempersempit ruang demokrasi.

Selain itu, berbagai bentuk penolakan masyarakat terhadap proyek pembangunan maupun kebijakan pemerintah kerap dihadapi dengan pendekatan keamanan.

“Perampasan tanah, pengungsian, pembungkaman ruang demokrasi, dan pengerahan aparat terjadi dalam waktu yang bersamaan,”ujarnya.

Paul juga menyoroti laju deforestasi, perubahan komposisi penduduk, dan meningkatnya ketimpangan sosial di Papua yang menurutnya perlu mendapat perhatian serius. [**/GRW]

ADVERTISEMENT

Komentar Facebook

Tags: Film Pesta BabiProyek Strategis Nasional (PSN)Surya AntaWest Papua (FRI-WP)
ShareTweetSend

Related Posts

Tak Terbayang Keadilan dan Berulangnya Pembangunan Tanpa Perasaan

Tak Terbayang Keadilan dan Berulangnya Pembangunan Tanpa Perasaan

Agustus 14, 2026
Peran Masyarakat Adat dalam Investasi di Papua Barat

Peran Masyarakat Adat dalam Investasi di Papua Barat

Maret 9, 2026
Serobot Tanah Adat, Presiden Indonesia Diminta Cabut Kebijakan PSN

Serobot Tanah Adat, Presiden Indonesia Diminta Cabut Kebijakan PSN

Oktober 3, 2025

Hentikan Perampasan Tanah Adat Atas Nama PSN Merauke

September 16, 2025

Hak Masyarakat Adat Setara dengan Suatu Bangsa dan Diakui Hukum Internasional

Juli 10, 2025
Load More
ADVERTISEMENT
  • Tentang
  • Periklanan
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Redaksi
  • Karir

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?