
Jakarta, SatukanIndonesia.com – Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Edy Rahmayadi mengaku setuju adanya pemekaran provinsi baru di Sumatera Utara.
Hal tersebut dikatakan Edy saat menghadiri sebuah acara di Hotel Danau Toba, Kamis (4/2/2021).
Pernyataan ini dilontarkan Edy usai acara pelantikan Komite Masyarakat Danau Toba (KMDT) Sumut.
Dia mengatakan, pemekaran Provinsi Sumut ini sudah menjadi wacana.
“Bukan keinginan, itu adalah wacana, tetapi ini kan harus kita lihat secara profesional, proporsional. Kalau itu memang sudah siap, kenapa tidak?” ucapnya.
Dia mengaku tak mempermasalahkan nama provinsi yang nantinya terbentuk dari pemekaran Sumut.
Dia mengatakan, pemekaran provinsi bakal membuat pembangunan semakin cepat.
“Pembangunan ini harus berjalan dan harus cepat. Dengan terbentuknya (provinsi baru), pembangunan ini lebih fokus, apabila prasyarat-prasyarat dipenuhi,” jelasnya.
Edy mengatakan, daerah yang berpotensi membuat provinsi baru itu ada di seputaran Danau Toba.
Namun, dia mengatakan, pemekaran belum dilakukan karena tak ada uang.
“Mari kita bergandengan tangan, kita besarkan Sumatera Utara ini. Nanti dia (wilayah sekitar Danau Toba) akan merdeka, dia akan menjadi provinsi, bagus, memangnya kenapa rupanya? Persoalannya itu tak cukup duit, makmurkan dulu di situ. Semakin banyak, mobilitas itu semakin pendek, mobilitas semakin pendek, maka pembangunan semakin cepat,” paparnya.
Sebagai informasi, wilayah Danau Toba dikelilingi tujuh kabupaten.
Tujuh kabupaten itu ialah Simalungun, Samosir, Toba, Humbang Hasundutan, Tapanuli Utara, Karo, dan Dairi. (*)












