
Toba, SatukanIndonesia.Com -Dalam rangka hari Bakti Dokter Indonesia yang ke- 114, dan dirangkai menuju peringatan HUT Ikatan Dokter Indonesia yang ke- 71, Ikatan Dokter Indonesia ( IDI) Cabang Toba, masa bakti 2020- 2022, yang di Nahkodai dr. Freddy Sibarani, bersama pengurus dan anggota, gelar Seminar Ilmiah bagi para dokter di Kabupaten Toba, yang diselenggarakan di Restoran Tepi Danau Toba Bistro, Desa Lumban Silintong, Kecamatan Balige, Kabupaten Toba, Provinsi Sumatera Utara, pada Rabu, siang, (27/7/ 2022).
Seminar Ilmiah kali ini mengambil tema : “Pulmonary Up Date 2022.” Tema tersebut dipilih oleh Pengurus IDI Cabang Toba, dengan menghadirkan 3 Narasumber yang berkompeten dibidangnya, yakni :
1. dr. Desmon Trisius Damanik, Sp. P, FISR.
2. dr. Herbet Hutagaol, M. Ked (Paru), Sp. P.
3. dr. Laily Munawwarah, M. Ked (Ped),Sp. A.
Adapun materi seminar, mengangkat 3 Topik, yakni :
1. Mencapai kontrol Asma secara pro- aktif.
2. Manajemen PPOK dengan Komorbid.
3. Terapi pencegahan Tuberkulosis.
Selain untuk menambah khasanah pemikiran Ilmu kedokteran tentang penyakit paru-paru, juga sebagai refleksi perjuangan tenaga medis di masa- masa genting penanganan Covid-19, yang ‘meledak’ penyebarannya, terlebih di tahun 2021, yang banyak memakan korban, termasuk para yang Nakes.

Dalam sambutannya, Ketua IDI Cabang Toba, dr. Freddy Sibarani, mengatakan, bahwa tujuan Seminar Ilmiah digelar, secara simultan setiap bulannya, selain untuk meningkatkan Ilmu Pengetahuan, juga utamanya untuk meningkatkan rasa empati, guna melayani masyarakat dibidang kesehatan, terlebih bagi pasien- pasien yang berkaitan dengan tema yang sedang diigelar.
Selanjutnya, dokter Freddy juga mengharapkan hasil seminar yang diterima dapat memampukan para Nakes khususnya para Dokter, lebih baik lagi menangani pasien, dan mengurangi angka rujukan ke Faskes (Fasilitas Kesehatan, red), ketingkat lanjutan.
Masih dokter Freddy, pelaksanaan seminar seperti ini, diharapkannya perlu diikuti, dan bermanfaat untuk up- date Ilmu Kedokteran, serta membantu re-sertifikasi STR ( Surat tanda Register), yang 1 kali dalam 5 Tahun harus di re-sertifikasi kembali.

“Seminar, workshop, bakti sosial sangat bermanfaat kita ikuti, selain meningkatkan, Up- date Ilmu Kedokteran kita untuk melayani masyarakat, juga bermanfaat buat buat kualitas administrasi STR kita yang harus 5 Tahun sekali di re-sertifikasi, “papar pria yang saat ini juga sebagai Kepala Puskesmas Tandang Buhit Balige ini.
Senada dengan program pemerintah pusat, di Era JKN (Jaminan Kesehatan Nasional, red), pihak Nakes juga diminta lebih pro- aktif untuk lebih mampu melakukan tehnik- tehnik penanganan yang lebih baik bagi pasien, guna mengurangi rasio rujukan ke Rumah Sakit, salah satu cara melalui kegiatan- kegiatan seminar ilmiah para Dokter dan Nakes, diharapkan semakin dimampukan kualitas dalam menangani pasien.

Dalam komentarnya, kepada pihak reporter satukan Indonesia.com, terlebih dampak positif kehadiran para Nakes, terkhusus IDI Cabang Toba, di Kabupaten Toba, beliau mengatakan, bahwa kegiatan- kegiatan Ilmiah seperti ini dilakukan, guna memampukan kualitas pelayanan kesehatan terlebih para Dokter untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Toba, sehingga dapat terwujud tujuan Visi dan Misi Bapak Bupati Toba, untuk Toba dan Bersinar di sektor kesehatan.
“Saya pikir Kesehatan harus Unggul di Toba, untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Toba dan meningkatkan Sumber Daya Manusia di Kabupaten Toba, “sebut Pria yang saat ini digadang- gadang sebagai Calon Kadis Kesehatan Toba, yang sudah ikut seleksi melalui jalur assessment yang beberapa bulan lalu oleh pihak BKD Kabupaten Toba tersebut.
Sebelumnya disampaikan dalam sambutannya juga, bahwa kegiatan Ilmiah juga akan direncanakan dibulan September ini, yakni Workshop tentang Terapi Cairan, dan Anastesi, guna menambah khasanah ke- Ilmuwan bagi para Dokter, ungkap Ketua IDI Cabang Toba tersebut, yang akan mengakhiri masa periodenya dibulan November ini, dan segera menggelar Muscab di bulan yang sama.
Selain menyampaikan beberapa program yang sedang dilakukan dan yang akan berjalan, pihak IDI Cabang Toba juga beberapa waktu lalu, juga telah melakukan Kegiatan Talk Show, di Radio Toba FM, dengan tema- tema Kesehatan, dan sudah 3 Serial terlaksana, diharapkan juga para Dokter- Dokter Spesialis Kabupaten Toba, ikut berpartisipasi sebagai Narasumber dijadual selanjutnya, agar masyarakat Toba mendapatkan informasi seputar dunia kesehatan, beber pria yang dikenal Low Profil di lingkungan Kesehatan Toba tersebut.

Diakhir komentarnya, pria berpangkas cepak dan berkacamata ini, mengharapkan dan mengajak kedepannya selain program Ilmiah Kesehatan, juga disektor bakti sosial kemasyarakatan, diharapkan para Nakes dibulan Kemerdekaan Republik Indonesia, untuk bersama-sama ikut berpartisipasi dalam gelaran bersih-bersih Toba, disekitar sempadan Danau Toba, sekaligus mendukung Kabupaten Toba salah satu daerah yang ditetapkan Pemerintah Pusat sebagai KSPN ( Kawasan Strategi Pariwisata Nasional, red). Dan jika memungkinkan dibidang kerohanian, untuk menggelar Natal bersama tahun ini, bersama seluruh keluarga besar Perhimpunan Organisasi Kesehatan yang terdaftar keberadaannya di Kabupaten Toba, yang direncanakan terselenggara di Lokasi Gedung TB. Silalahi Center, Desa Soposurung, Kecamatan Balige, Kabupaten Toba, Provinsi Sumatera Utara, tutup beliau.
Dalam pelaksanaan terselenggaranya Seminar Ilmiah tersebut, IDI Cabang Toba, bekerjasama dengan pihak Farmasi GSK ( GlaxoSmithKline,plc, red), yang berkantor pusat di London, Inggris, Britania Raya, melalui Kantor Perwakilannya, di Indonesia, tepatnya Kantor GSK yang berada di Kota Medan, Provinsi Sumatera Utara.
Sebagi perusahaan farmasi terbesar ke-6, didunia, GSK, menurut Majalah Forbes tersebut, pihak perwakilan manajemen yang ada bertugas diwilayah Area Medan- Aceh tersebut, sangat mendukung pelaksanaan kegiatan tersebut, dan langsung dihadiri pihak Manajemen, yakni Wadi dan beberapa staf lainnya, dan menurut komentar beliau kepada pihak reporter satukan Indonesia.com, bahwa pihak GSK sangat mensupport kegiatan dalam bentuk gelaran Literasi Ilmiah seperti yang dilakukan pihak IDI Cabang Toba tersebut.

“Oh, sebelumnya, saya dan pihak kami GSK Area Aceh- Medan, berterimakasih banyak, untuk kesempatan yang diberikan IDI Cabang Toba ini, ini adalah kegiatan Sciencetific, yang sangat tentunya, dimasa Pandemi, kita sudah dibolehkan tatap muka, mudah-mudahan ini (seminar Ilmiah, red), bisa menjadi pemicu, diteman- teman di IDI Cabang Toba ini, kita akan buat lagi aktivitas seperti ini kedepannya, dan lebih banyak lagi ini tatap muka, kami pihak Farmasi GSK, tentunya akan Full Support, tentu saja kerjasama, dan bukan saja IDI-nya, tapi juga dengan Rumah- rumah Sakit yang ada di Kabupaten Toba “sebut Wadi, selaku perwakilan Manajemen GSK Area Medan- Aceh tersebut, di sela penutupan acara seminar Ilmiah itu.
Masih Wadi, pihaknya, GSK juga mengharapkan, “Mudah- mudahan kedepan, dengan kegiatan seperti ini, bisa membuat re-fresh lagi ‘praktisi medis-nya (para dokter, red), untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, “harap Wadi.
Sesaat akhir komentarnya, Wadi mengungkapkan, bahwa pihaknya bertugas mendukung kegiatan seperti yang dilakukan pihak IDI Cabang Toba tersebut, dan beliau mengaku, bahwa beliau dipercaya untuk mengemban tugas sampai ke Medan- Aceh, dan tetap roadshow, guna mendukung kualitas ke- Ilmuwan para Nakes, terkhusus diwilayah operasional kerjanya.
Kegiatan Seminar Ilmiah tersebut, diawali dengan doa singkat dari salah satu pengurus IDI Cabang Toba, dilanjutkan dengan menyanyikan bersama lagu kebangsaan Indonesia raya, yang diikuti peserta seminar sekitar 50 Orang tersebut, dan sebelum ditutup IDI Cabang Toba, melalui Penasehat IDI Cabang Toba, dr. Tihar Hasibuan, MARS, didampingi beberapa penggurus IDI Cabang Toba lainnya, menyampaikan Plakat kepada pihak Manajemen GSK, yang diawali ucapan terima kasih, oleh Ketua IDI Cabang Toba, dan diterima langsung oleh Manager Wadi, Area Medan- Aceh, atas dukungan dan support pihak Perusahaan Farmasi yang berkedudukan di London- Inggris tersebut, serta dilanjutkan acara foto bersama, dan para Nakes diberikan gratis SKP IDI, serta Sertifikat.(GH/SIM)













