• Latest
  • Trending
  • All
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Internasional
  • Ragam Info
Isu Utama Yang Dibahas Dalam Pertemuan Pertama Puncak KTT G20 Ketahanan Pangan dan Energi Global

Isu Utama Yang Dibahas Dalam Pertemuan Pertama Puncak KTT G20 Ketahanan Pangan dan Energi Global

November 15, 2022
Presiden Prabowo Ultimatum Pejabat: Rugikan Rakyat atau Korupsi, Saya Sikat!

Presiden Prabowo Ultimatum Pejabat: Rugikan Rakyat atau Korupsi, Saya Sikat!

Juli 20, 2026
DPR Ingatkan Pimpinan Baru BGN: Utamakan Solusi, Jangan Perbesar Konflik

DPR Ingatkan Pimpinan Baru BGN: Utamakan Solusi, Jangan Perbesar Konflik

Juli 20, 2026
ADVERTISEMENT
Menteri HAM Bantah Ajak Masyarakat Belanja Rp1 Juta per Bulan di Kopdes

Menteri HAM Bantah Ajak Masyarakat Belanja Rp1 Juta per Bulan di Kopdes

Juli 20, 2026
Gerindra Tegaskan Prabowo Tak Pernah Intervensi Hukum

Gerindra Tegaskan Prabowo Tak Pernah Intervensi Hukum

Juli 20, 2026
Mukhtarudin: Terus Terang, Saya Sudah Gregetan Sama Kasus TPPO

Mukhtarudin: Terus Terang, Saya Sudah Gregetan Sama Kasus TPPO

Juli 20, 2026
Final Piala Dunia 2026 Rekor Baru: Messi Pecahkan Catatan Lawas, Yamal Ikut Cetak Sejarah

Final Piala Dunia 2026 Rekor Baru: Messi Pecahkan Catatan Lawas, Yamal Ikut Cetak Sejarah

Juli 20, 2026
Prediksi BMKG Cuaca Jakarta Senin, 20 Juli 2026 Diguyur Hujan Ringan

Prediksi BMKG Cuaca Jakarta Senin, 20 Juli 2026 Diguyur Hujan Ringan

Juli 20, 2026
LPS Pastikan Seluruh Persiapan Program Penjaminan Polis untuk Lindungi Nasabah

LPS Pastikan Seluruh Persiapan Program Penjaminan Polis untuk Lindungi Nasabah

Juli 20, 2026
KADIN: Siaran Piala Dunia 2026 di TVRI Putar Ekonomi Nasional Rp5,03 Triliun

KADIN: Siaran Piala Dunia 2026 di TVRI Putar Ekonomi Nasional Rp5,03 Triliun

Juli 20, 2026
Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, PWI Pusat : Hormati Martabat Wartawan dan Kemerdekaan Pers

Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, PWI Pusat : Hormati Martabat Wartawan dan Kemerdekaan Pers

Juli 19, 2026
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro
Selasa, Juli 21, 2026
  • Login
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home Nasional

Isu Utama Yang Dibahas Dalam Pertemuan Pertama Puncak KTT G20 Ketahanan Pangan dan Energi Global

[Nasional]

November 15, 2022
in Nasional, News
0
0
SHARES
41
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp
ADVERTISEMENT
Jakarta, SatukanIndonesia.Com – Ketahanan pangan dan energi global menjadi isu utama yang dibahas dalam sesi pertama pertemuan puncak KTT G20. Indonesia selaku pemegang presidensi pada tahun ini mengungkapkan, telah memaksimalkan berbagai upaya demi mendukung pemulihan ekonomi dunia, melalui berbagai forum dialog G20 yang diselenggarakan sepanjang 2022.
Hal ini diungkap Presiden Joko Widodo dalam pidato sambutannya di hadapan delegasi dan kepala negara anggota G20 di The Apurva Kempinski, Nusa Dua, Bali, pada Selasa (15/11).
Menurut Jokowi, upaya tersebut tidak hanya berfokus pada sektor perekonomian saja, melainkan turut melibatkan pemanfaatan energi berkelanjutan untuk sekaligus melawan dampak perubahan iklim yang menjadi salah satu sorotan diskusi G20.
“Di tengah situasi yang sangat sulit, G20 terus bekerja agar menghasilkan capaian konkret, mempersiapkan dana untuk menghadapi pandemi mendatang melalui Pandemic Fund, membantu ruang fiskal negara berpendapatan rendah melalui resilience and sustainability trust,” jelas Jokowi, seperti dikutip dari laman resmi Sekretariat Kabinet RI.
“[Serta] mendorong percepatan pencapaian SDGs, menghasilkan ratusan kerja sama konkret, serta mendukung pemulihan ekonomi dunia yang lebih hijau dan berkelanjutan melalui Bali Compact mengenai transisi energi,” imbuhnya.
Peluncuran Pandemic Fund atau Financial Intermediary Fund (FIF), disepakati dalam pertemuan jalur keuangan G20 (finance track) Menteri Kesehatan dan Menteri Keuangan.
Pertemuan yang digelar pada Oktober lalu ini sekaligus merupakan bentuk komitmen yang didukung oleh 20 negara anggota G20 dan 3 filantropi.
Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan Kunta Wibawa Dasa Nugraha mengungkap, Indonesia berhasil mengumpulkan dana sebesar USD 1,4 miliar (Rp 22 triliun) dalam program FIF.
“Kita tidak hanya bicara, tapi melakukan langkah-langkah nyata,” tegas dia. Agar dapat memaksimalkan dampak positif dari implementasi upaya-upaya tersebut, sambung Jokowi, maka penting bagi seluruh pihak untuk turut bekerja sama secara bahu-membahu.
“Keberhasilan hanya akan dapat tercapai jika kita semua, tanpa terkecuali, berkomitmen, bekerja keras, menyisihkan perbedaan-perbedaan untuk menghasilkan sesuatu yang konkret, sesuatu yang bermanfaat bagi dunia,” tutur Jokowi.
“Kami tidak punya pilihan lain. Paradigma kolaborasi sangat dibutuhkan untuk menyelamatkan dunia. Kita semua memiliki tanggung jawab, tidak hanya untuk orang-orang kita, tetapi juga untuk orang-orang di dunia,” imbuhnya.
Mendukung pernyataan Jokowi, Presiden AS Joe Biden pada Senin (14/11) juga menyatakan komitmen untuk mendorong ketahanan pangan dan energi global bersama negara-negara anggota G20.
“Saya menantikan KTT Leader’s Meeting G20 di Bali, di mana saya akan menyoroti komitmen Amerika untuk bekerja sama dengan sekutu dan mitra kita untuk membangun ekonomi global yang berkelanjutan dan inklusif,” cuit Biden dalam akun Twitter pribadinya.
Lebih lanjut, isu menyangkut krisis pangan dan energi tak lepas dari dampak perubahan situasi geopolitik yang terjadi saat ini. Dalam pernyataannya, Jokowi pun menyinggung soal perang antara Rusia dan Ukraina dan dampaknya terhadap sebagian besar masyarakat dunia.
Perang telah menghambat aktivitas ekspor pangan, pupuk, dan energi yang berdampak pada kenaikan biaya hidup serta inflasi di berbagai negara — baik itu negara berkembang maupun negara maju.
“Bertanggung jawab di sini juga berarti kita harus mengakhiri perang. Jika perang tidak berakhir, dunia akan sulit bergerak maju. Jika perang tidak berakhir, akan sulit bagi kita untuk bertanggung jawab atas masa depan generasi sekarang dan generasi mendatang,” ungkap Jokowi.
“Kita seharusnya tidak membagi dunia menjadi beberapa bagian. Kita tidak boleh membiarkan dunia jatuh ke dalam perang dingin lainnya,” tegas dia.(***)
ADVERTISEMENT

Komentar Facebook

Tags: Ketahanan pangan dan energi globalktt g20
ShareTweetSend

Related Posts

Mendorong Transformasi Digital, Wapres Promosikan QRIS sebagai Solusi Pembayaran pada KTT G20

Mendorong Transformasi Digital, Wapres Promosikan QRIS sebagai Solusi Pembayaran pada KTT G20

November 23, 2025
Wakili Prabowo, Wapres Gibran Bertolak ke Afrika Selatan untuk Hadiri KTT G20

Wakili Prabowo, Wapres Gibran Bertolak ke Afrika Selatan untuk Hadiri KTT G20

November 21, 2025
Pengamat:  KTT G20 Sukses, Dunia Internasional Mengakui Kemampuan Komunikasi Airlangga Hartarto

Pengamat: KTT G20 Sukses, Dunia Internasional Mengakui Kemampuan Komunikasi Airlangga Hartarto

November 24, 2022

Ternyata Ini Alasan Ma’ruf Amin Tidak Menghadiri KTT G20 di Bali

November 19, 2022

Indonesia Raih Komitmen Pendanaan Rp312 Triliun Untuk Transisi Energi di KTT G20

November 17, 2022
Load More
ADVERTISEMENT
  • Tentang
  • Periklanan
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Redaksi
  • Karir

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?