
JAKARTA, SatukanIndonesia.com – Wakil Duta Besar Australia untuk Indonesia, Gita Kamath, bergabung dengan pejabat dan perwakilan bisnis Indonesia, serta perwakilan dari Jepang dan Asian Development Bank (ADB), pada 23 Mei 2025 lalu.
Acara ini menandai penutupan pembiayaan (financial close) untuk proyek ekspansi Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Muara Laboh di Sumatera Barat.
Menurut siaran pers yang diterima, Selasa (27/05/2025), penutupan pembiayaan ini memungkinkan proyek memasuki tahap konstruksi.
Proyek ini akan meningkatkan kapasitas produksi listrik hampir dua kali lipat, sehingga dapat menyuplai listrik bagi sekitar 900.000 rumah tangga di Sumatera Barat. Australia memberikan pinjaman konsesional senilai 15 juta dolar AS, sebagai bagian dari total pembiayaan ADB sebesar 92,6 juta dolar AS.
Pinjaman ini didanai melalui Australian Climate Finance Partnership, sebuah fasilitas pembiayaan campuran yang dikelola ADB dan didukung oleh Pemerintah Australia.
Wakil Duta Besar, Kamath menyatakan, ekspansi PLTP Muara Laboh menjadi contoh bagaimana pembiayaan campuran dapat membantu pengembangan panas bumi, sekaligus mendukung ketahanan energi dan dekarbonisasi.
“Australia dan Indonesia bekerja sama memanfaatkan peluang ekonomi dari transisi energi inklusif melalui Australian Climate Finance Partnership dan KINETIK, Kemitraan Iklim dan Infrastruktur Australia-Indonesia,”ujarnya.
Pinjaman konsesional dari Australian Climate Finance Partnership berperan menurunkan risiko dan biaya pendanaan, sehingga dapat menarik investasi swasta dan mewujudkan proyek transformatif seperti ekspansi PLTP Muara Laboh.
KINETIK sendiri merupakan inisiatif iklim dan energi utama Australia di Indonesia, yang memperkuat kerja sama bilateral untuk mengurangi emisi dan mendorong transformasi sistem energi menuju target emisi nol bersih. [**/GRW]













