• Latest
  • Trending
  • All
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Internasional
  • Ragam Info
Demokrasi yang Terancam dari Akar: Ketika Kritik Dibalas Intimidasi

Demokrasi yang Terancam dari Akar: Ketika Kritik Dibalas Intimidasi

Maret 19, 2026
Gagalkan Peredaran Narkotika, TNI AL Amankan Ribuan  Cartridge Liquid Vape Terindikasi Kokain Liquid di Lampung

Gagalkan Peredaran Narkotika, TNI AL Amankan Ribuan  Cartridge Liquid Vape Terindikasi Kokain Liquid di Lampung

Oktober 14, 2026
Pererat Persahabatan di Fiji, Satgas Port Visit 2026 Hadirkan Bakti Sosial Lintas Komunitas

Pererat Persahabatan di Fiji, Satgas Port Visit 2026 Hadirkan Bakti Sosial Lintas Komunitas

Oktober 14, 2026
ADVERTISEMENT
Perkuat Pertahanan, TNI dan ADF Latihan Gabungan di Banyuwangi

Perkuat Pertahanan, TNI dan ADF Latihan Gabungan di Banyuwangi

Oktober 14, 2026
Menperin Dorong Industri Nasional Manfaatkan Wajib Halal 2026 untuk Tingkatkan Daya Saing Produk hingga Pasar Global

Menperin Dorong Industri Nasional Manfaatkan Wajib Halal 2026 untuk Tingkatkan Daya Saing Produk hingga Pasar Global

Oktober 14, 2026
Kabut Asap Karhutla Meluas, DPR Minta Layanan Kesehatan di Wilayah Terdampak Disiagakan

Kabut Asap Karhutla Meluas, DPR Minta Layanan Kesehatan di Wilayah Terdampak Disiagakan

Oktober 14, 2026
KPK OTT BNPB,  Tangkap Sestama Rustian dan Sita Uang-Emas Rp1,4 Miliar

KPK OTT BNPB,  Tangkap Sestama Rustian dan Sita Uang-Emas Rp1,4 Miliar

Oktober 14, 2026
Kementerian ATR/BPN Perluas Layanan PERINTIS 10 Hari ke 131 Kantor Pertanahan

Kementerian ATR/BPN Perluas Layanan PERINTIS 10 Hari ke 131 Kantor Pertanahan

Oktober 14, 2026
Hasil Survei Evaluasi 2 Tahun Prabowo-Gibran Ditanggapi Wapres

Hasil Survei Evaluasi 2 Tahun Prabowo-Gibran Ditanggapi Wapres

Oktober 14, 2026
Pemko Bekasi Dorong Perlindungan Santri & Penguatan Koordinasi Mitigasi Kasus Kekerasan

Pemko Bekasi Dorong Perlindungan Santri & Penguatan Koordinasi Mitigasi Kasus Kekerasan

Oktober 13, 2026
Wawali Harris Bobihoe Buka Kompetisi Sains, Seni, Dan Olahraga Siswa Kota Bekasi

Wawali Harris Bobihoe Buka Kompetisi Sains, Seni, Dan Olahraga Siswa Kota Bekasi

Oktober 13, 2026
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro
Rabu, Oktober 14, 2026
  • Login
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home Daerah

Demokrasi yang Terancam dari Akar: Ketika Kritik Dibalas Intimidasi

Oleh : Febrian Sugiarto (Presiden Mahasiswa Universitas Ratu Samban)

Maret 19, 2026
in Daerah, Ragam Opini
0
0
SHARES
43
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp
ADVERTISEMENT
KET.FOTO:Febrian Sugiarto (Presiden Mahasiswa Universitas Ratu Samban//Istimewa

Bengkulu, SatukanIndonesia.com – Demokrasi pada dasarnya adalah milik rakyat. Ia lahir dari kehendak publik dan seharusnya dijaga bersama oleh negara dan masyarakat. Namun hari ini, saya justru merasa miris melihat kondisi demokrasi di Indonesia baik di tingkat nasional maupun di daerah. Ruang kritik semakin sempit, sementara intimidasi terhadap suara-suara yang berbeda semakin nyata.

Peristiwa yang menimpa aktivis HAM Andrie Yunus menjadi salah satu contoh yang mengguncang publik. Ia disiram air keras oleh orang tak dikenal di Jakarta pada Maret 2026 setelah dikenal vokal dalam isu HAM dan transparansi kebijakan negara. Akibat serangan itu, ia mengalami luka bakar serius dan harus menjalani perawatan medis.

Peristiwa ini tidak bisa hanya dilihat sebagai tindak kriminal biasa. Dalam konteks demokrasi, serangan terhadap aktivis atau orang yang menyampaikan kritik adalah ancaman terhadap kebebasan sipil.

Jika kita merujuk pada teori demokrasi, situasi ini sebenarnya sudah lama diperingatkan oleh para ilmuwan politik. Robert A. Dahl dalam bukunya Polyarchy: Participation and Opposition (1971) menjelaskan bahwa demokrasi hanya bisa berjalan jika dua unsur utama terpenuhi: partisipasi rakyat dan kebebasan oposisi atau kritik terhadap kekuasaan. Inti gagasan Dahl adalah bahwa tanpa ruang bagi masyarakat untuk mengkritik pemerintah, sistem politik hanya akan menjadi demokrasi semu—terlihat demokratis di permukaan, tetapi otoriter dalam praktiknya.

Hal yang sama juga ditegaskan oleh Larry Diamond dalam buku Developing Democracy: Toward Consolidation (1999). Diamond menjelaskan bahwa demokrasi tidak cukup hanya dengan pemilu. Demokrasi harus ditopang oleh perlindungan terhadap kebebasan sipil, termasuk kebebasan berpendapat, kebebasan pers, dan keamanan bagi aktivis serta masyarakat sipil. Jika orang takut berbicara karena ancaman atau kekerasan, maka demokrasi sedang mengalami kemunduran.

Dalam konteks ini, yang terjadi hari ini di Indonesia menjadi sangat mengkhawatirkan. Ancaman terhadap demokrasi tidak hanya muncul di tingkat nasional, tetapi juga terasa kuat di daerah. Saya sendiri merasakan langsung ketika menyampaikan sebuah kritik tentang komitmen kepala daerah, justru dibalas dengan ancaman, bahkan datang dari pemerintahan daerah Bengkulu Utara itu sendiri yang seharusnya menjadi salah satu pihak yang menjamin kebebasan berpendapat. Ketika kepala daerah dalam hal ini Bupati, sudah menunjukkan sebuah indikasi kekuasaan yang alergi akan kritik, maka menjadi sebuah pertanyaan besar bagaimana nasib demokrasi di daerah tersebut.

Ketika seorang pemuda Bengkulu Utara memberikan suara dan pandangan terkait kondisi daerah nya, harus kah ancaman yang menjadi jawaban? Sebuah ironi yang sangat disayangkan. Hal ini juga menimbulkan keresahan dalam pikiran masyarakat itu sendiri, yang mempertanyakan sampai kapan sebuah kritik yang disampaikan, dijawab dalam bentuk teror dan ancaman. Lantas ketika selama ini daerah Bengkulu Utara dikenal tanpa ada masalah dan kritik, apakah sebenarnya memang Bengkulu Utara baik-baik saja? Atau ternyata ada sebuah ketakutan yang dirasakan masyarakat untuk bersuara dan menyampaikan pendapat nya? Masih menjadi pertanyaan besar.

Padahal, dalam demokrasi yang sehat, kritik bukanlah ancaman bagi pemerintah. Kritik justru menjadi mekanisme kontrol agar kekuasaan tidak menyimpang. Filsuf politik Alexis de Tocqueville dalam Democracy in America (1835) pernah menulis bahwa kekuatan demokrasi terletak pada partisipasi aktif masyarakat dalam mengawasi kekuasaan. Artinya, ketika rakyat bersuara, itu bukan tanda perlawanan terhadap negara, tetapi justru bentuk kepedulian terhadap masa depan negara.

Masalahnya, jika demokrasi di daerah saja sudah dipertanyakan, bagaimana kita bisa berbicara tentang demokrasi nasional yang kuat? Demokrasi tidak dibangun dari pusat saja. Ia tumbuh dari bawah—dari desa, kecamatan, hingga kabupaten/kota. Ketika ruang demokrasi di daerah mulai rusak, maka fondasi demokrasi nasional juga ikut rapuh.
Kita harus jujur mengakui bahwa hari ini demokrasi Indonesia sedang diuji. Serangan terhadap aktivis, intimidasi terhadap mahasiswa, hingga ancaman terhadap masyarakat yang kritis adalah tanda bahwa ada sesuatu yang tidak sehat dalam praktik kekuasaan kita.

Karena itu, menjaga demokrasi bukan hanya tugas pemerintah, tetapi juga tanggung jawab rakyat. Demokrasi tidak boleh dikuasai oleh segelintir orang yang memegang jabatan. Demokrasi adalah ruang bersama yang harus dijaga agar tetap hidup—di nasional maupun di daerah.

Jika hari ini kita diam ketika kritik dibungkam, maka bukan tidak mungkin suatu hari nanti kita akan hidup dalam sistem yang masih disebut demokrasi, tetapi sudah kehilangan rohnya.

Dan ketika itu terjadi, kita akan sadar bahwa demokrasi sebenarnya tidak runtuh sekaligus—melainkan perlahan, dimulai dari saat rakyat mulai takut untuk berbicara.(rilis/frayoga)

ADVERTISEMENT

Komentar Facebook

Tags: Andrie YunusBengkulu UtaraBupatiDemokrasiIndonesiaisu HAMSatukanindonesia.com
ShareTweetSend

Related Posts

Perkuat Pertahanan, TNI dan ADF Latihan Gabungan di Banyuwangi

Perkuat Pertahanan, TNI dan ADF Latihan Gabungan di Banyuwangi

Oktober 14, 2026
Dorong Keterbukaan Informasi Publik, Pemkot Bekasi Serahkan Penghargaan Hasil Monev PPID 2026

Dorong Keterbukaan Informasi Publik, Pemkot Bekasi Serahkan Penghargaan Hasil Monev PPID 2026

Oktober 13, 2026
Wali Kota Bekasi Jajaki Peluang Kerja Sama dengan Delegasi Tiongkok, Kadin Bekasi Siap Jembatani Dunia Usaha

Wali Kota Bekasi Jajaki Peluang Kerja Sama dengan Delegasi Tiongkok, Kadin Bekasi Siap Jembatani Dunia Usaha

Oktober 13, 2026

Menko Bidang PM, Cak Imin Sebut Vida Role Model, Wali Kota Bekasi Siapkan Perluasan Pasar Rakyat.

Oktober 5, 2026

Menko Bidang PM, Cak Imin Sebut Vida Role Model, Wali Kota Bekasi Siapkan Perluasan Pasar Rakyat

Oktober 5, 2026
Load More
ADVERTISEMENT
  • Tentang
  • Periklanan
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Redaksi
  • Karir

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?