
Toba, SatukanIndonesia.Com -Untuk mengoptimalkan satu dari fungsi tugas Dewan Perwakilan Rakyat, yakni fungsi budgeting-nya, terhadap metoda peningkatan pendapatan keuangan daerahnya, terkhusus bidang pengelolaan pendapatan di sektor pajak dan restribusi, komisi III DPRD Kota Pontianak, Provinsi Kalimantan Barat melakukan kunjungan kerja (kunker) ke Pemerintah Kabupaten Toba, Provinsi Sumatra Utara khususnya ke Kantor Badan Pengelolaan Pendapatan Daerah (BPPD) Kabupaten Toba di Simanjalo , Balige, Senin 27 Juni 2022.
Kunker DPRD Kota Pontianak dipimpin H.Naufal Sa’Sud, SP, M.Sos, selaku Wakil Ketua DPRD Kota Pontianak, Drs. Subandi, selaku Sekwan, dan Ariadi, SE, selaku Ketua Komisi III yang membidangi hal terkait, serta se-jumlah anggota yang berkesempatan ikut hadir, bertujuan untuk menghimpun masukan terkait inovasi pengelolaaan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Toba.
Dalam kesempatan kunker Komisi III DPRD Kota Pontianak ini, yang membidangi OPD terkait pendapatan dan keuangan tersebut, langsung diterima Kepala BPPD Kabupaten Toba Parulian Siregar, didampingi Sekretaris Badan Jhon H Gultom, SE, Kabid Pajak Jerry R Simangunsong, S. Kom. M.Si, Kabid Perencanaan, Pengembangan dan Pendapatan Julista H, S.Sos, MM, dan Kabid PBB dan BPHTB Sumiati Sinaga, SE dan stafnya.

Parulian Siregar menyampaikan ucapan selamat datang dan titip salam dari Bupati Toba, Wakil Bupati Toba dan Sekda, sehubungan tidak dapat hadir karena pada saat bersamaan ada rapat paripurna DPRD Kabupaten Toba. Selanjutnya, Parulian selaku Kaban, memaparkan struktur organisasi BPPD Kabupaten Toba dimana terdapat 24 pegawai diantaranya 13 pegawai non ASN. Diterangkan juga sejumlah retribusi, target yang akan dicapai pada tahun 2022 ini serta cara penarikannya.
Salah satu cara menarik retribusi sudah dilakukan dengan cara pemasangan tapping box di restoran dan hotel. Kemudian pajak makanan dan minuman ditambahkan 10 % dari konsumen, dan para pengusaha wajib memiliki nomor pokok wajib daerah (NPWPD).
Selanjutnya digelar diskusi dan tukar pendapat seputar pengelolaan pendapatan asli daerah .
Seusai pertemuan, Ketua Komisi III DPRD Kota Pontianak, Ariadi, SE, menyampaikan ucapan terima kasih, pihaknya boleh diterima di Kantor BPPD Kabupaten Toba.
“Jadi memang tujuan kami disini kita bertukar pikiran, bagaimana sistem dan inovasi yang diterapkan di Kabupaten Toba ini, bisa kami bawa dan kami terapkan sesuai dengan kondisi dan lingkungan kami yang ada di kota Pontianak,”sebutnya.
Diteruskannya, bahwa Kunker selain meng-upgrade diri sebagai Dewan didaerahnya, juga untuk membantu eksekutif Kota Pontianak meningkatkan PAD yang ada di kota Pontianak,”sebut Ariadi.
Masih Ketua Komisi III, Ariadi, mengatakan, pihaknya juga ingin mengenal lebih dalam soal keadaan Kabupaten Toba ini, termasuk hal-hal yang berkaitan dengan kepariwisataan, terkhusus saat ini, kabupaten Toba, bagian dari program pemerintah pusat dalam pengembangan KSPN.
“Dengan apa yang mungkin bisa kami bawa, kami terapkan di Kota kami kota Pontianak,” harap Ariadi.
Senada Ariadi, Wakil Ketua Komisi III DPRD Kita Pontianak, Agus Sugianto menambahkan, bahwa ia melihat inovasi terkait pajak restoran, untuk anggaran makan dan minum OPD di yang ada Toba ini, langsung dipotong pajaknya 10 % .
“Ini kalau di Pontianak kan belum, ini salah satu upaya yang dilakukan, sangat menarik di Toba ini, termasuk pajak Restoran dan Hotel sebesar 10% dari konsumen. Karena ini merupakan salah satu potensi yang bisa kita dapat,”sebutnya.
“Dan memang dari anggaran kita, saya pikir ini satu pembelajaran yang cukup menarik di Toba ini, Jadi Kabupaten yang masih muda tetapi sudah ada langkah untuk meningkatkan PAD,”pungkas Agus.
Di akhir pertemuan, Kepala BPPD Kabupaten Toba, Parulian Siregar memberikan cendera mata berupa Plakat Kabupaten Toba kepada DPRD Kota Pontianak, dan langsung diterima Ketua Komisi III Ariadi, selanjutnya, Plakat dari Kota Pontianak diserahkan, ke pihak Pemkab Toba, dan pada kesempatan tersebut, langsung diterima Kepala BPPD Kabupaten Toba, Parulian Siregar, yang didampingi pihaknya, para pejabat struktural dilingkungan kerjanya.(GH/SIM)













