• Latest
  • Trending
  • All
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Internasional
  • Ragam Info
Jurnalis Tidak Boleh Menjadi Alat Kekuasaan

Jurnalis Tidak Boleh Menjadi Alat Kekuasaan

Agustus 12, 2026
Kemendes PDT Dorong Penyelesaian Konflik Agraria Berbasis Pemulihan Desa

Kemendes PDT Dorong Penyelesaian Konflik Agraria Berbasis Pemulihan Desa

Agustus 12, 2026
PWI Bekasi Raya Gelar Dialog Interaktif, Bedah Sinergi Pengawasan Orang Asing di Bekasi

PWI Bekasi Raya Gelar Dialog Interaktif, Bedah Sinergi Pengawasan Orang Asing di Bekasi

Agustus 12, 2026
ADVERTISEMENT
Dewi Sitinjak Wafat, Novelin Fortuna Sinaga Desak Transparansi RS Awal Bros dan Siap Gelar RDP

Dewi Sitinjak Wafat, Novelin Fortuna Sinaga Desak Transparansi RS Awal Bros dan Siap Gelar RDP

Agustus 11, 2026
Lintas Kementerian RI Didorong Tangani Pengungsi di Tanah Papua

Lintas Kementerian RI Didorong Tangani Pengungsi di Tanah Papua

Agustus 11, 2026
Menteri Maman: Pengemudi Ojol Berstatus Usaha Mikro Tetap Fleksibel Berusaha

Menteri Maman: Pengemudi Ojol Berstatus Usaha Mikro Tetap Fleksibel Berusaha

Agustus 11, 2026
LPSK Terima Permohonan Perlindungan Korban Kemburu Berdarah

LPSK Terima Permohonan Perlindungan Korban Kemburu Berdarah

Agustus 11, 2026
Komnas HAM RI : Penanganan ‘Kasus Kemburu Berdarah’ Masih Berjalan

Komnas HAM RI : Penanganan ‘Kasus Kemburu Berdarah’ Masih Berjalan

Agustus 11, 2026
Pemerintah Pusat Mulai Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintahan DOB di Tanah Papua

Pemerintah Pusat Mulai Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintahan DOB di Tanah Papua

Agustus 11, 2026
Pemerintah Cairkan Rp18,9 Triliun untuk Gaji PPPK di 546 Daerah

Pemerintah Cairkan Rp18,9 Triliun untuk Gaji PPPK di 546 Daerah

Agustus 11, 2026
Komisi XIII DPR Dukung Pemerintah Perketat Naturalisasi WNA Diperketat

Komisi XIII DPR Dukung Pemerintah Perketat Naturalisasi WNA Diperketat

Agustus 11, 2026
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro
Rabu, Agustus 12, 2026
  • Login
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home Fokus Berita

Jurnalis Tidak Boleh Menjadi Alat Kekuasaan

(Fokus Berita)

Agustus 12, 2026
in Fokus Berita
0
0
SHARES
51
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp
ADVERTISEMENT

JAKARTA, satukanindonesia.com – Ketua Umum Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia, Nany Afrida mengingatkan sekaligus berefleksi mengenai titik mula AJI organisasi yang lahir dari sebuah keberanian.

Menurutnya, keberanian untuk mengatakan bahwa pers tidak boleh menjadi alat kekuasaan. Bahwa jurnalis bukan corong pemerintah.

“Kalau londo ireng dimaksudkan untuk mengatakan jurnalis adalah pengkhianat karena tidak mengikuti keinginan penguasa, maka saya akan mengatakan: ya, kita londo ireng,”kata Nany dalam keterangan tertulis yang diterima, Rabu (12/08/2026).

Dia mengatakan, jika label yang ditujukan kepada jurnalis, termasuk sebutan ‘londo ireng’, ‘tidak punya otak’, dan ‘kawanan sirkus’.

Menurut dia, jurnalis tidak bekerja berdasarkan keinginan penguasa, melainkan berdasarkan fakta, kepentingan publik dan kode etik jurnalistik.

“Kalau pertanyaan kritis disebut pengkhianatan, maka mungkin persoalannya bukan pada jurnalis yang bertanya,” katanya.

Nany juga menyinggung, anggapan bahwa jurnalis tidak memiliki otak karena tetap bertahan di tengah berbagai risiko profesi.

Menurutnya, setelah menghadapi tekanan, ancaman, kekerasan dan ketidakpastian ekonomi, masih banyak jurnalis yang memilih bertahan dan menjalankan tugasnya.

“Kami tetap memilih jadi jurnalis. Masih membuka laptop, masih memeriksa dokumen, masih menulis ketika menulis itu tidak selalu aman,”katanya.

Ketua AJI Indonesia itu menegaskan, keberanian dan integritas menjadi modal penting bagi jurnalis dalam mempertahankan profesinya.

“Kalau memilih profesi ini dianggap keadaan tidak punya otak, biarlah kami tidak punya otak. Tapi kami punya nurani, kami punya integritas, dan yang paling penting: kita punya keberanian,”tegas Nany.

Terkait sebutan “kawanan sirkus”, Nany mengatakan, AJI justru bangga dengan solidaritas antarsesama jurnalis. Sebab, organisasi profesi dibutuhkan agar jurnalis tidak menghadapi intimidasi, kekerasan maupun kriminalisasi seorang diri.

“Kami memang berkumpul. Kami berkumpul ketika seorang jurnalis diserang. Kami berkumpul ketika media diintimidasi. Kami berkumpul ketika seorang jurnalis menghadapi kriminalisasi,”ujarnya.

Nany menyebut, solidaritas tersebut menjadi kekuatan jurnalis dalam menghadapi tekanan.

“Kalau solidaritas dianggap sebagai kawanan, maka ya, kami ini kawanan. Kawanan yang berdiri ketika salah satu anggotanya jatuh. Kawanan yang tidak akan pernah meninggalkan siapa pun sendirian menghadapi kekuasaan,”katanya.

Memasuki usia 32 tahun, Nany mengingatkan, perjuangan mempertahankan demokrasi dan kebebasan pers belum selesai. Menurutnya, kebebasan pers tidak boleh dianggap sebagai sesuatu yang permanen meskipun Indonesia telah memasuki era Reformasi.

Nany mengakui banyak jurnalis saat ini menghadapi kelelahan, frustrasi, ketakutan hingga ketidakpastian mengenai masa depan profesinya.

Namun, ia meminta kondisi tersebut tidak membuat jurnalis kehilangan keyakinan terhadap prinsip-prinsip jurnalistik.

“Kita tidak harus menjadi jurnalis yang sempurna, tapi kita harus menjadi jurnalis yang berani mempertahankan prinsip,”ujarnya.

Dia juga meminta seluruh anggota AJI memperkuat solidaritas terhadap jurnalis yang kehilangan pekerjaan maupun mengalami kekerasan.

Dia meminta agar tidak ada seorangpun jurnalis kehilangan pekerjaan, mengalami kekerasan, dan di saat yang sama merasa sendirian.

“Itulah fungsi AJI. Itulah fungsi organisasi kita,”kata Nany.

Nany menegaskan, martabat jurnalis ditentukan oleh keberanian untuk tetap bekerja secara independen. Kebebasan pers bukan hadiah untuk jurnalis. Kebebasan pers adalah hak publik, jurnalis hanya menjalankan mandat tersebut.

Nany mengingatkan, pemerintah bahwa kritik dan kerja jurnalistik tidak seharusnya dipandang sebagai ancaman. Jurnalis bukan musuh negara. Jurnalis bukan makar. Kritik bukanlah hal yang berat, pertanyaan bukanlah penghinaan, investigasi bukanlah provokasi.

Menurutnya, berita yang tidak menyenangkan pemerintah tidak serta-merta berarti berita tersebut salah.

Justru, kata dia, demokrasi diuji ketika kekuasaan mampu mendengar sesuatu yang tidak ingin didengarnya. “Sebagai perisai terakhir demokrasi, itu adalah tugas jurnalis,”kata Nany. [GRW]

ADVERTISEMENT

Komentar Facebook

Tags: Ketua Umum Aliansi Jurnalis Independen (AJI) IndonesiaNany AfridaPers
ShareTweetSend

Related Posts

Menkomdigi Tegaskan Pers Mitra Strategis Lawan Disinformasi dan Jaga Demokrasi

Menkomdigi Tegaskan Pers Mitra Strategis Lawan Disinformasi dan Jaga Demokrasi

Mei 3, 2026
Wamenko Otto Hasibuan: Pers Membentuk Demokrasi dan Kesadaran Publik

Wamenko Otto Hasibuan: Pers Membentuk Demokrasi dan Kesadaran Publik

Oktober 25, 2025
Gegara Abaikan Pers, Ratusan Jurnalis Bekasi Desak KDM Klarifikasi Soal Statemen Tidak Ingin Kerjasama dengan Media

Gegara Abaikan Pers, Ratusan Jurnalis Bekasi Desak KDM Klarifikasi Soal Statemen Tidak Ingin Kerjasama dengan Media

Juli 30, 2025

Insan Pers dan Polres Humbahas Merajut Kemitraan dalam Peringatan HUT Bhayangkara ke-79

Juli 2, 2025

Kesepakatan Konsolidasi PWI Batam dan SWB Ciptakan Pers yang Profesional

Juni 20, 2025
Load More
ADVERTISEMENT
  • Tentang
  • Periklanan
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Redaksi
  • Karir

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?