• Latest
  • Trending
  • All
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Internasional
  • Ragam Info
Ketum PKB Ungkap Perbedaan Kepemimpinan Jokowi dengan Soeharto

Ketum PKB Ungkap Perbedaan Kepemimpinan Jokowi dengan Soeharto

Februari 15, 2022
Kantor BGN Pusat Digeledah Kejagung di Jakarta

Kantor BGN Pusat Digeledah Kejagung di Jakarta

Juni 3, 2026
Pansus DPRD Kota Batam Gelar Rapat dan FGD, Bahas Perubahan Perda Pengelolaan Sampah

Pansus DPRD Kota Batam Gelar Rapat dan FGD, Bahas Perubahan Perda Pengelolaan Sampah

Juni 3, 2026
ADVERTISEMENT
Menteri Ekraf Hadiri Proficient Conference 2026, Tekankan Kolaborasi dalam Transformasi Digital

Menteri Ekraf Hadiri Proficient Conference 2026, Tekankan Kolaborasi dalam Transformasi Digital

Juni 3, 2026
Anggota Komisi III DPR Dorong Kejelasan Posisi Kompolnas dalam Revisi UU Polri

Anggota Komisi III DPR Dorong Kejelasan Posisi Kompolnas dalam Revisi UU Polri

Juni 3, 2026
BMKG: Cuaca Jakarta Cenderung Bervariatif, Waspadai Potensi Hujan di Jaksel dan Jaktim

BMKG: Cuaca Jakarta Cenderung Bervariatif, Waspadai Potensi Hujan di Jaksel dan Jaktim

Juni 3, 2026
Menkes Budi Gunadi Soroti Rendahnya Deteksi Hepatitis: Baru 10 Persen Tersentuh Skrining

Menkes Budi Gunadi Soroti Rendahnya Deteksi Hepatitis: Baru 10 Persen Tersentuh Skrining

Juni 3, 2026
Prabowo Berdialog dengan Siswa SMPN 111 Jakarta Saat Meninjau Program Makan Bergizi Gratis

Prabowo Berdialog dengan Siswa SMPN 111 Jakarta Saat Meninjau Program Makan Bergizi Gratis

Juni 3, 2026
Menkeu Purbaya Nilai Kebijakan DHE SDA Berpotensi Dongkrak Kinerja Himbara

Menkeu Purbaya Nilai Kebijakan DHE SDA Berpotensi Dongkrak Kinerja Himbara

Juni 2, 2026
Ditjen Imigrasi Siapkan Layanan Khusus untuk Percepat Kepulangan Jamaah Haji Indonesia 2026

Ditjen Imigrasi Siapkan Layanan Khusus untuk Percepat Kepulangan Jamaah Haji Indonesia 2026

Juni 2, 2026
Mensos Sebut 45 Persen Bansos Tak Tepat Sasaran Akibat Data Kurang Akurat

Mensos Sebut 45 Persen Bansos Tak Tepat Sasaran Akibat Data Kurang Akurat

Juni 2, 2026
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro
Rabu, Juni 3, 2026
  • Login
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home Politik

Ketum PKB Ungkap Perbedaan Kepemimpinan Jokowi dengan Soeharto

[Politik]

Februari 15, 2022
in Politik
0
0
SHARES
79
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp
ADVERTISEMENT
Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Abdul Muhaimin Iskandar. Foto: Instagram/ Cak Imin

Jakarta, SatukanIndonesia.com – Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Abdul Muhaimin Iskandar alias Cak Imin membuka suara terkait unggahan Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) .

Diketahui dalam unggahannya, YLBHI menyamakan pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dengan Presiden Soeharto di masa Orde Baru (Orba).

YLBHI menilai pemerintahan Jokowi maupun Soeharto telah mengingkari mandat konstitusi dengan mengabaikan keadilan sosial dan kemanusiaan yang adil dan beradab.

Baca Juga: YLBHI Sebut Pemerintahaan Jokowi Sama Seperti Era Soeharto, Ngabalin: Jangan Jadi Sumber Fitnah
Menurut Cak Imin hal itu tidak perlu dibesar-besarkan.

“Saya kira biasa saja, tidak perlu dibesar-besarkan lah,” ujarnya dalam keterangan tertulis dilansir SatukanIndonesia.com, Selasa, 15 Februari 2022.

Cak Imin mengungkapkan bahwa ada banyak sekali perbedaan antara kepempimpinan Jokowi dengan Soeharto.

ADVERTISEMENT

Dia menilai, masa pemerintahan Jokowi lebih demokratis dan terbuka dari pada masa pemerintahan Soeharto.

Di era Orba, kata dia, partai kerap kali dikerdilkan bahkan diskusi ilmiah dicurigai.

Baca Juga: Survei Terbaru: Sosok Ini Dinilai Pantas Lanjutkan Program-program Jokowi

“Kalau dulu zaman pak Harto partai saja dikerdilkan, ruang ekspresi kita dibatasi. Jangankan kritik, diskusi ilmiah saja dicurigai. Nah kalau sekarang kan beda, pak Jokowi kita lihat sendiri lebih terbuka kepada siapapun,” ungkapnya.

Anggota DPR RI ini melanjutkan, pola pembangunan ekonomi, sosial, dan budaya di masa Jokowi dan Soeharto juga jelas berbeda.

Cak Imin memaparkan soal kebijakan pembangunan yang diusung Soeharto melalui Rencana Pembangunan Lima Tahun (Repelita) jilid satu (1) sampai enam (6).

Katanya, meski Soeharto dengan program Repelita-nya sudah menacapkan sistem pembangunan, tetapi tidak semuanya berhasil.

Baca Juga: Aburizal Bakrie Siap Pasang Badan untuk Airlangga Hartarto“Pak Soeharto dengan Repelitanya yang berjilid-jilid itu sudah menancapkan sistem pembangunan. Tapi tidak sepenuhnya berhasil, terutama di sektor pembangunan infrastruktur fisik,” jelasnya.

“Ditambah lagi di akhir masa jabatannya atau tepatnya saat masuk Repelita VI Indonesia kena krisis moneter dan politik,” sambungnya.

Sedangkan di masa Jokowi, politik pembangunan cenderung fokus dan tentunya terarah.

Cak Imin menuturkan, di periode pertama Jokowi (2014-2019, pembangunan difokuskan pada infrastruktur besar-besaran di seluruh Indonesia.

Sementara di periode kedua (2019-2024), pembangunan difokuskan pada Sumber Daya Manusia (SDM).

Lebih lanjut, dia menilai bahwa masa Jokowi dan Soeharto memiliki plus minus masing-masing. Namun yang pasti, Jokowi jauh lebih ‘canggih’ soal politik pembangunan.

“Semua ada plus dan minusnya. Tapi kalau mau dilihat lebih detail, pak Jokowi lebih canggih soal politik pembangunan. Bayangkan saja meski dihantam pandemi, hampir semua negara kolaps, tapi alhamdulillah Indonesia tegak dan kuat, ekonomi stabil, pembangunan jalan terus,” tandasnya. (nal/SI)

 

Komentar Facebook

ShareTweetSend

Related Posts

Kantor BGN Pusat Digeledah Kejagung di Jakarta

Kantor BGN Pusat Digeledah Kejagung di Jakarta

Juni 3, 2026
Pansus DPRD Kota Batam Gelar Rapat dan FGD, Bahas Perubahan Perda Pengelolaan Sampah

Pansus DPRD Kota Batam Gelar Rapat dan FGD, Bahas Perubahan Perda Pengelolaan Sampah

Juni 3, 2026
Menteri Ekraf Hadiri Proficient Conference 2026, Tekankan Kolaborasi dalam Transformasi Digital

Menteri Ekraf Hadiri Proficient Conference 2026, Tekankan Kolaborasi dalam Transformasi Digital

Juni 3, 2026

Anggota Komisi III DPR Dorong Kejelasan Posisi Kompolnas dalam Revisi UU Polri

Juni 3, 2026

BMKG: Cuaca Jakarta Cenderung Bervariatif, Waspadai Potensi Hujan di Jaksel dan Jaktim

Juni 3, 2026
Load More
ADVERTISEMENT
  • Tentang
  • Periklanan
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Redaksi
  • Karir

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?